
Pandangan Kazuki bereaksi dengan cahaya terang yang menyinari wajahnya. Beberapa orang pria berbaju hitam mengelilingi ninja yang tidak berdaya itu. Kemampuan indra dan instingnya terganggu. Ternyata di sebabkan oleh senjata bius dari para penjarah yang dikenal sebagai penjarah darah. Mereka mengobrak-abrik perbekalan Kazuki dan mengambil benda-benda tidak berharga, karena sebagian besar perbekalannya disimpan di dalam cincin dimensi di jari telunjuk tangan kiri Kazuki. Beruntung para penjarah itu tidak tahu. Pemuda yang kepayahan itu mencari-cari Qixuan yang tidak berada di tempat gelap seperti gua itu.
Kazuki yang terikat tangan, kaki dan mulutnya disumpal tidak berdaya ketika seorang spiritualis tingkat tinggi dari kalangan penjarah itu mengunci titik Meridian nya. Kazuki memberontak kesakitan, namun karena arah cahaya yang tidak tepat dia tidak bisa melihat jelas wajah para penjarah itu. Setelah mendapatkan jarahan, para penjarah darah pergi meninggalkan Kazuki begitu saja di gua gelap tanpa cahaya sedikitpun. Qixuan ternyata berada tak jauh dari tempat Kazuki berada, bisa diketahui dari suara rintihan gadis itu. Si pemuda bersyukur gadis Jenderal baik-baik saja.
Karena titik Meridian nya terkunci dia pun tidak bisa lepas dari ikatan kecuali secara manual. Kazuki mencari-cari batu atau sesuatu yang cukup tajam untuk memotong tali yang mengikatnya. Butuh waktu lama hingga satu tali yang mengikat tangannya terlepas, dia segera melepaskan ikatan di kaki dan mulutnya.
"Hahh... hahh... Qixuan!" panggil Kazuki karena tidak memiliki pandangan dia mencium bau tubuh Qixuan yang unik untuk menemukannya.
"Ngmm..!"
"Iya sabar aku segera melepaskan mu!"
Kazuki yang sibuk melepaskan ikatan Qixuan tidak menyadari isyarat dari gelagat aneh yang dilakukan gadis tersebut.
"Ngmm ngmm!"
"Hm HM Hm HM, sebentar!" balas Kazuki menyebalkan.
Sesosok mengerikan beraura hitam pekat terbang mendekati mereka berdua dengan senyuman lebar mengerikan penuh rasa lapar melihat tumbal di depannya. Mata merah darah itu mengamati dua orang yang salah satunya tidak menyadari keberadaan nya. Tawa jahat terdengar, menggema di dalam gua menyadarkan Kazuki yang selesai melepas ikatan Qixuan. Pemuda itu menjadi siaga mendengar suara mengerikan itu terdengar sangat nyaring karena memantul di dalam gua.
Sosok hitam yang terbang itu mendekati Kazuki yang tidak bisa melihatnya di kegelapan. "Bagaimana kabarmu, Ishikawa Kazuki...." Pemuda itu berteriak kaget ketika suaranya begitu dekat di telinga. Kazuki yang masih memiliki cincin dimensi segera mengeluarkan pedangnya.
"Memangnya apa yang kou bisa dengan senjata murahan itu, hahahaha!" remehnya tertawa keras.
__ADS_1
Sosok hitam itu memunculkan monster-monster menengah dengan kekuatan spiritual hitamnya untuk menyerang Kazuki. Insting dan indranya yang sudah kembali normal sedikit membantu namun karena jumlah mahluk tak terlihat di gelap itu lebih dari satu dia cukup babak belur. Badannya jadi penuh luka sayatan dan cakaran.
"Akh!!"
"Hahaha! Kenapa, sakit? Lebih sakit mana ketimbang ini?" Monster berduri menusukkan duri beracunnya ke lengan kiri Kazuki. Pemuda itu pun tumbang begitu saja.
Sementara Qixuan yang mendengar teriakan Kazuki bertambah panik ketika sesuatu melilit kakinya. Kekuatan spiritualnya malah membuat mahluk yang melilitnya semakin beringas. Dia berteriak kesakitan kemudian pingsan di sana. Sosok hitam yang melihat itu tersenyum puas, dia mengelus-elus para hewan kontrak darahnya.
Saat sosok hitam itu hendak melahap jiwa Qixuan, suara-suara asing entah darimana berteriak keras di alam bawah sadarnya. Suara-suara para tumbalnya terdahulu, jiwa-jiwa mereka yang telah bersatu dengannya belum sepenuhnya menyatu. Ya, mahluk hitam itu adalah Seizen yang telah berhasil keluar dari dua penjara dunia. Di dunia alam bawah Kultivasi dan Ninja, di mana sebenarnya kedua dunia itu hanyalah benua yang terpisahkan kekuatan dinding spiritual yang dibangun kokoh oleh nenek moyang para roh. Satu planet, dua benua besar, satu dinding pemisah kokoh yang mengitari katulistiwa.
"Apa yang kalian lakukan?!" teriak Seizen mengendalikan roh-roh yang memberontak di dalamnya.
Akhirnya dia mengurungkan niat memakan jiwa Qixuan. Kerena jika memaksa, maka jiwa yang memberontak akan semakin banyak. Sosok itu pun pergi begitu saja.
\=\=\=\=\=\=
Dia atas singgasana agung raja iblis masa lalu, Seizen sosok manusia setengah iblis menduduki tahta pemimpin para iblis dibawah kekuasaannya. Kultivasi tingkat keabadian langit, dan teknik spiritual langit tingkat akhir. Tidak ada yang dapat menandinginya untuk saat ini.
Dengan senyuman mengerikan hingga membelah rahangnya dia berkata, "Kuasai pusat perhatian benua!"
\=\=\=\=\=\=
Matanya mengerjap perlahan, bau sedap tercium oleh indranya. Kazuki menatap langit-langit kayu sebuah gubuk sederhana yang dia berbaring di dalamnya. Dengan lemas dia mengedarkan pandangan, seorang wanita berpakaian sederhana membelakanginya sedang melakukan sesuatu. Wanita itu berbalik melihat pemuda yang diselamatkannya tersadar. Dengan membawa semangkuk sup hangat dia membantu Kazuki bergerak untuk bersandar lebih tinggi. Mata hazel itu melirik tangan kirinya yang diperban kuat, kemudian melirik wanita cantik yang memperhatikannya.
__ADS_1
"Siapa namamu? Apa kamu bisa mendengar ku?" tanya wanita itu dengan jarak wajah sangat dekat. Kazuki memasang ekspresi tak nyaman membuat wanita itu terkekeh pelan.
"Aku tidak akan memakan mu. Ini makanlah sup hangat yang baru matang. Aku sudah membuka titik Meridian mu juga membalut lukamu. Racunnya juga sudah ku keluarkan. Kamu bisa makan sendiri tidak? Kamu sudah tidak sadarkan diri hampir 5 hari loh. Wajahmu sampai pucat sekali." Mendengar itu semua Kazuki terkejut, namun karena lemas tidak mendapat asupan saat koma membuatnya untuk sekedar mengeluarkan suara sangat sulit. Saking lemas nya!
"Minumlah air ini dulu.." Kazuki meneguk airnya perlahan.
"Ini, aa...." Kazuki membuka mulutnya perlahan. Mengunyah perlahan dan menelan perlahan. Dia mengambil napas dan mengeluarkannya untuk melancarkan makanan yang masuk.
"Lagi?" Pemuda itu mengangguk. Hingga habis beberapa suap Kazuki menyudahi makannya.
Brak
Kayu bakar jatuh dari tangannya, Kazuki melihat rekan petualangnya yang terharu kemudian memeluknya sambil menangis.
"Astaga...hiks, aku kira kau akan mati..
hiks." Kazuki tidak berekspresi sama sekali mendengar ucapan Qixuan, mati katanya.
"Kapan kamu sadar? Kamu sudah makan? Bagaimana keadaanmu, baik? JAWAB!!" Kazuki mendadak sesak napas ketika pundaknya diguncang oleh gadis dingin yang menghangat itu. Qixuan kembali memeluknya erat karena kekhawatiran yang mendalam.
"Kamu melihatnya? Mahluk itu ... kupikir dia akan membunuh kita!" bisik Qixuan masih dengan terisak.
Kazuki memandang gadis itu. Dia bingung harus bagaimana selanjutnya. Luka dan Meridian nya boleh membaik. Tapi untuk meneruskan perjalanan dan mengabaikan sosok monster seperti itu adalah pilihan yang buruk. Apalagi jika dia sampai mengincar kekaisaran. Kenapa mahluk itu tidak membunuh kita?
__ADS_1
Wanita pemilik gubuk mendekati mereka berdua lalu memperkenalkan dirinya.
"Namaku Jing Yi."