Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Hilang Kesadaran


__ADS_3

Kegelapan menyelimuti hutan belantara daerah barat daya Kekaisaran Yan. Sambaran petir dan gemuruh yang menggelegar sahut menyahut tiada henti. Sang raja iblis baru, Seizen bersandar di singgasananya memandang tangan kanan setianya, Han Longwei yang datang dengan wajah berseri.


"Tuanku Seizen, saya sudah berhasil memaksanya menelan pil darah iblis, kini pasti efek pil tersebut mulai bereaksi," ujar Longwei menunduk hormat.


Seizen hanya diam menatap lurus punggung Han. Entah mengapa dia jadi terpikirkan oleh satu-satunya keluarganya yang tersisa itu. Tersenyum sinis mengingat adiknya itu juga menentang idenya, sama seperti kedua orang tuanya, dari penglihatannya di bola peramal Han. Seizen berjalan menuju balkon bangunan yang terbuat dari batuan merah itu. Menatap petir-petir yang menyambar menerangi pasukan berzirah kuno yang masih berupa batu. Berasal dari gulungan spiritual kuno yang dia curi dari perpustakaan gerbang Kultivasi di provinsi Fu. Pasukan yang akan mengiringinya nanti menuju kemenangan peperangan terakhir.


"HAHAHAHAHA!"


\=\=\=\=\=\=


Brak


Keadaan pasar ibukota saat ini ramai, jatuhnya Kazuki di atas gerobak jerami salah satu pedagang hingga gerobaknya hancur menarik perhatian orang-orang, termasuk Qixuan, Hao Jin dan yang lainnya yang sedang membeli sesuatu.


Perlu diketahui bahwa Jendral dan para pengikutnya sudah sepakat untuk menyembunyikan berita penangkapan buron Kazuki dari masyarakat, sehingga kini Qixuan dan Hao Jin yang memeriksa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Dua temannya itu segera membopong tubuh Kazuki yang berasap, karena ditakutkan orang-orang akan segera sadar dari tubuh telanjang dada pemuda itu jika dia adalah buron pembunuh kaisar.


"Bawa saja ke rumahmu Hao Jin!" usul Qixuan yang disetujui adik pengurus Jing itu.


Mereka berdua terbang mengangkat tubuh berat Kazuki cukup lama karena kediaman Jing yang berada di selatan dari pusat kota. Sesampainya di kediaman Jing sang kakak Hao Jin, Jing Zhou Yu, pengurus akademi melihat dua orang itu membawa tubuh Kazuki yang pingsan ke kamar Hao Jin. Pengurus Jing mengikuti mereka dan menghampiri adiknya, keluarga satu-satunya.


"Ada apa dengan, Kazuki?"


"HA?! Ka-kakak membuatku kaget! Kazuki, siapa?! Aku tidak membawa siapapun!" Keringat dingin Hao Jin bercucuran, jelas Wanquan 26 tahun itu tidak pandai berbohong.

__ADS_1


"Tenanglah, aku tahu apa yang terjadi," ujar Zhou Yu mengejutkan mereka berdua. Zhou Yu menatap tubuh muridnya yang terbaring seperti terbakar.


"Seharusnya dia kemari dengan sebilah pedang." Baru saja berujar demikian pedang Naga Abadi keluar dari tubuh Kazuki, membuat mereka terpukau.


"Pedang ajaib, dan Tuan pedang ajaib," gumam Qixuan menatap wajah pucat Kazuki.


"Apa dia akan baik-baik saja, guru Jing? Aku merasa sesuatu telah terjadi padanya padahal kami baru berpisah tidak lama," tutur Qixuan khawatir. Dia memegang telapak tangan kiri Kazuki yang terasa sangat dingin menusuk kulit. Pedang Naga Abadi diletakkan Zhou Yu di atas nakas.


"Kalian tidak tahu kan, tentang penangkapannya tadi siang. Aku cukup terkejut dia bisa terbebas dari penjaga Wanquan tingkat tinggi secepat ini. Kekuatan pedang Naga Abadi memang luar biasa."


"Apa maksud guru Jing Kazuki ditangkap tadi? Benarkah, aku tidak mendengar berita apapun," ucap Qixuan.


Zhou Yu mengangguk, memeriksa aliran spritual Kazuki untuk mengetahui kondisinya. Matanya menajam, jantungnya berdegup kencang melihat kondisi tubuh Kazuki yang memprihatinkan. Jiwa Kazuki tergocang karena ketidakseimbangan kekuatan jiwa dan pondasi spiritual nya. Zhou Yu menyimpulkan Kazuki sedang melakukan perang batin di alam bawah sadarnya.


'Tapi ... apa penyebab tercampurnya pondasi Ki nya dengan spiritual hitam? Jelas sekali berasal dari spiritual hitam tingkat tinggi hingga mampu menyamai pondasi yang dibentuk pedang Naga Abadi.


"Kalian berdua jaga Kazuki. Aku akan mengambil pil penyeimbang pondasi," pesan Zhou Yu sebelum pergi dari sana.


Qixuan dan Hao Jin saling pandang dengan ketegangan. Situasi sulit tengah dirasakan Kazuki dan mereka tidak mengetahui apa-apa sama sekali. Seakan sebuah cerita semuanya telah dirancang dengan baik sedemikian rupa, tinggal menuliskan semua yang dilakukan hingga tamat.


"Seakan kita semua hanya boneka dibawah kendali."


"Jangan berbicara sesuatu yang mengerikan seperti itu. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan pria muda ini sebagai pemerannya. Dia melalui banyak hal-hal yang berat."


"Dari mana kamu tahu?"

__ADS_1


"Jingyi, hewan jelmaan spiritual Kazuki menceritakannya kepada ku. Entah di mana dia sekarang."


"Huh, kita harus melakukan sesuatu untuk membantunya. Dia punya tujuan mulia mengalahkan iblis Seizen."


"Hm..."


Brak brak brak


"Suara apa itu?" tanya Qixuan.


"Entahlah, berjaga di sini. Aku akan melihat keadaan," ujar Hao Jin pergi ke memeriksa halaman rumahnya tempat suara berasal.


Dia bersembunyi di balik belokan, melihat kedatangan beberapa prajurit Kekaisaran Yan di halaman kediamannya. Kakaknya menyambut para prajurit itu, ternyata mereka datang dengan tujuan mencari buron yang lepas. Siapa lagi kalau bukan Kazuki. Tapi Hao Jin sudah tahu bahwa itu semua hanya jebakan. Kazuki hanya kambing hitam dari perbuatan seseorang.


"Adik dari tuan Jing Zhou Yu, Jing Hao Jin juga di curigai sebagai pemberontak yang membantu buron Ishikawa Kazuki lepas. Mereka dicurigai telah menjalin kerjasama setelah buron Kazuki pergi berpetualang ke lembah Jade."


"Adikku, hm entah saya belum pernah menemuinya lagi setelah dia melakukan petualangan ke lembah Jade," tutur Zhou Yu berbohong dengan lancar.


"Baiklah kalau begitu, jika tuan Jing Zhou Yu melihat pelaku, segera laporkan kepada para prajurit yang berkeliling berjaga di sekitar," imbuh prajurit itu kemudian pergi dari kediaman ini.


"Huh, kakak bisa dipercaya."


Hao Jin menceritakan kejadian barusan pada Qixuan. Ternyata benar ucapan pengurus Jing jika Kazuki telah ditangkap sebelumnya oleh kekaisaran. Syukurlah dia dapat terbebas dari penjara bawah tanah pertahanan kekaisaran yang konon katanya mengerikan.


Zhou Yu kembali ke kamar Hao Jin setelah mengambil pil penyeimbang pondasi. Dia meminumkan pil itu kepada Kazuki perlahan. Sambil menunggu pilnya bereaksi Zhou Yu menggunakan teknik medisnya mengobati luka lecet, goresan dan masih banyak lagi luka bakar di sekujur badan Kazuki. Pemuda itu pasti benar-benar tersiksa di penjara bawah tanah markas pertahanan pikir Zhou Yu.

__ADS_1


Tak begitu lama pilnya bereaksi, tapi Kazuki masih belum juga sadar. Detaknya jantungnya normal, pernapasannya normal. Tapi jiwanya tergoncang di alam bawah sadar sana. Spiritual hitam milik kakaknya berusaha menguasai tubuh Kazuki.


__ADS_2