Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Pertempuran Yin-Yang


__ADS_3

Kazuki tidak terpancing emosi hanya karena sikap seperti itu. Dia berpikir sejenak mengenai efektivitas dari ucapan Empress Xiang. Jika dia pergi meninggalkan kekaisaran Yan sekarang, sempat saja karena dia bisa teleportasi jarak jauh walaupun memakan waktu dan energi cukup besar. Tapi, jika ternyata Seizen tidak mengikutinya bagaimana?


"Tidak Empress Xiang."


"Apa maksudmu membantahku?" tanya sang Empress berbalik menatap datar wajah Kazuki. Saling adu sorot mata.


"Ekhem, begini sebelum Saya jabarkan, Saya harap Empress Xiang yang bijaksana ini dapat berjanji terlebih dahulu untuk tidak membocorkan informasi ini kepada siapapun," lontarnya.


"Seberapa pentingkah informasi ini. Menyangkut pemerintah kurasa tidak," tolak Empress Xiang.


"Hal ini menyangkut keselamatan masyarakat. Sesosok iblis dari masa lalu bangkit mengincar kehancuran dunia...kata nenek moyang, ya," lirih Kazuki di akhir kalimat karena ragu.


"Iblis manusia ini bernama Seizen."


"Apa yang kamu coba sampaikan? Seizen adalah mahluk penyebab kehancuran dunia di masa lalu. Tetapi, itu hanyalah legenda turun temurun."


"Yah, tapi ini bukanlah legenda...."


..."Seizen akan datang mengambil kunci dinding spiritual berbentuk Yin tadi untuk menghancurkan dindingnya dan membuat kekacauan di seluruh dunia," sahut sang Naga Abadi diangguki Kazuki....


"Empress Xiang, alasan saya dan sang Naga Abadi meminta anda memperketat keamanan ibukota juga karena penyerangan pasukan iblis saat ini." Empress Xiang mulai berpikir.


..."Para iblis yang menyerang itu adalah sebagian dari rencana Seizen untuk merebut kunci dinding spiritual. Mahluk jahat yang gila, dia menyadari Kazuki adalah ninja yang naif, sehingga menyerang kekaisaran asing ini seperti menyerang rumah Kazuki sendiri. Kami tidak bisa meninggalkan tempat ini karena akulah pemeran utamanya dalam peperangan nanti Empress Xiang. Anda pasti mengerti," terang sang Naga panjang lebar membuat Kazuki kagum, mahluk besar yang ada didalam tubuhnya saat ini sangat pandai memenangkan situasi....


"Kapan waktu penyerangannya?" Mereka berdua tersenyum lebar.


Tok tok tok


"Akh, gawat. Saya harus segera pergi! Anda harus berjanji Empress Xiang" pamit Kazuki sambil tersenyum dan segera menghilang.


srek


Empress Xiang membukakan pintunya sendiri. Terlihat tabib istana dan putri Qiaofeng disampingnya.


"Yang mulia Empress Xiang, anda sedang bersama tuan putri Yi seorang?" tanya sang tabib dengan hormat saat sang Empress mempersilakannya memeriksa putri Yi, pria tua itu mendengar sekilas sang Empress berbincang dengan seorang pria tadi.

__ADS_1


"Iya, periksa keadaan putri Yi segera," perintah sang Empress mengalihkan pembicaraan.


Putri Qiaofeng yang melihat adiknya akhirnya bangun menangis haru di dekat kepala ranjang. Sudah beberapa hari suhu tubuh adiknya sangat tidak wajar membuatnya stress, susah tidur nyenyak dan hari ini dengan sebuah keajaiban dia melihat sang adik tersenyum, terlihat dari mata cantiknya yang menyipit. Pasti Dewa mendengar doanya pikir sang Putri.


"Luar biasa! Apa keajaiban Dewa yang telah menyembuhkan tuan putri Yi?! Semua titik Meridian nya normal, aliran Ki nya normal dan suhu tubuhnya tidak lagi tinggi. Sebenarnya jika Yang ini boleh tahu, siapa yang telah menyembuhkan tuan putri Yi, yang mulia Empress Xiang? Saya pasti akan sangat kagum dengan kemahirannya, suatu kehormatan dapat bertemu dengannya," Empress Xiang sepihak dengan ujaran sang tabib, bahwa yang telah menyembuhkan putri Yi pastilah punya kemampuan di atas rata-rata Wanquan lainnya. Tapi dirinya tidak akan menceritakan kejadian yang akan berefek fatal kepada kebijakan istana dalam.


"Sebenarnya setelah Empress ini kemari, keadaan putri Yi sudah membaik. Entah apa yang terjadi, yang pasti Dewa selalu memberkati putri Yi," ujar Empress Xiang bijaksana, menyembunyikan kenyataan.


'Tidak ada yang perlu tahu selain diriku. Keadaan Kekaisaran sedang dalam genting, yang terpenting adalah keselamatan rakyat,' batin Empress Xiang. Putri Yi hanya menatap sayu sang ibu yang tidak jujur entah karena alasan apa.


"Baiklah, saya puas dengan jawabannya, Empress Xiang. Untuk pengobatan tambahan sepertinya tidak dibutuhkan, hanya saja untuk tuan putri Yi Yang ini sarankan agar beristirahat sejenak beberapa hari," putri Yi mengangguk kecil.


Tak lama tabib dan rombongannya pergi dari sana. Empress Xiang segera mengintruksikan perintah kepada putri sulungnya yang tetap menunggu sang adik, putri Yan Qiaofeng untuk mengumpulkan pertahanan, mereformasi siaga akhir di ibukota khususnya, perintah itu ditujukan kepada para Jenderal. Putri Qiaofeng selaku ketua pasukan medis Kekaisaran segera melaksanakan perintah Empress nya.


Ibukota Yan yang telah tersebar beberapa pasukan pertahanan Wanquan ke berbagai provinsi ditarik kembali ke ibukota untuk mengantisipasi kedatangan musuh besar yang akan menyerang.


Pertahanan di tiap tempat ibukota di tingkatkan. Para penduduk pun segera diarahkan memasuki tempat berlindung dibawah gunung di balik Istana Kekaisaran yang besar. Tempat berlindung yang cukup tahan bencana alam.


Harap-harap takut yang dia khawatirkan terjadi. Empress Xiang mengamati lekat langit biru sore yang mulai berwarna gelap, hingga gelap gulita menyelimuti langit ibukota.


Kazuki dan rekan-rekannya sudah mempersiapkan strategi melawan Seizen yang entah sekuat apa. Mereka berpisah sesuai peran masing-masing. Kazuki berdiri tegak di atap istana kekaisaran Yan, menyilangkan tangan di dada dengan sorot mata tajam walaupun hujan jatuh mengguyurnya.


'Seizen, walaupun kamu adalah kakakku, namun sekarang dirimu sendiri yang menghilangkan hubungan darah itu, walaupun kamu satu-satunya keluarga yang kutemui, aku akan tetap mengalahkan mu' batin Kazuki.


Zaaa Zaaa


'Hujannya sangat lebat....'


Duarr


...'Merindukan orang tuamu bocah?' ujar sang Naga....


"Kamu tahu sendiri, kan."


...'Hm, dulu aku ingat, Matrilineal dari ayah ibumu adalah keturunan Yan, keluarga terpandang. Mungkin setelah beberapa zaman bisa menjadi Kekaisaran Yan, mungkin kakekmu dari ibumu adalah leluhur kekaisaran Yan ini Kazuki,' ujar Sang Naga dalam batin Kazuki membuat pemuda itu tertawa ringan....

__ADS_1


"Iya, iya bisa jadi, hahaha."


Cling!


"Ada apa ini, perasaan ku mengatakan sesuatu berbahaya yang sangat banyak jumlahnya tiba-tiba saja muncul!"


...'Sayangnya hal itu bukan hanya sekedar perasaan,' sang Naga memperlihatkan pada Kazuki dari tempat nan jauh beberapa pasukan hewan iblis , monster muncul dari genangan air yang menggenang dimana-mana....


"Gawat! Beberapa penduduk masih ada yang belum masuk ke tempat berlindung!" pekik Kazuki pemuda itu langsung berteleportasi ke depan seorang ibu dan anak perempuan yang hampir tertebas senjata tajam hewan iblis tingkat menengah. Kazuki menggunakan pedang Naga Abadi menghempaskan mahluk itu, namun kekuatan spiritual nya tak terkontrol hingga menghancurkan satu bangunan.


"Thank you very much, Young Boy!" ucap sang ibu namun tak terdengar Kazuki.


Kazuki tetap bertarung, hanya memanfaatkan 10% kekuatan pedang untuk melawan hewan iblis yang sedikit lebih besar dari badannya.


Crak


"Kazuki!" panggil Hao Jin dan Qixuan yang melambai menghampirinya. Dua orang itu bernapas tersengal-sengal.


"Gawat!" teriak mereka berdua.


"Iya-iya aku dengar! Ada apa?!" hujan deras mengganggu pendengaran mereka.


"Di perbatasan puluhan monster raksasa datang menyerang!"


"U-ukuran mereka?!" tanya Kazuki gugup.


"Besar, setinggi 7 meter!"


"Baiklah cepat, prioritas kita saat ini mengevakuasi penduduk yang tersisa. Pertempuran baru setelahnya, oke!" usul Kazuki disetujui mereka.


Tiga spiritualis itu segera berpencar mencari penduduk. Qixuan bersama dengan Jingyi karena Kazuki sudah cukup saat ini dengan Naga Abadi.


"Hahaha! Lihat wajah ketakutan mereka!! Pers*tan dengan nyawa orang lain. Selalu ada tumbal untuk sebuah kebebasan. Lordeus, Nibu! Jangan berikan dia kesempatan bernapas, Aku akan datang setelah persiapanku selesai." Perintah Seizen pada dua anak buah terkuat dibelakangnya. Matanya memandang bola peramal.


"Baik, Tuan Seizen!"

__ADS_1


Suara yang sangat dalam dan penuh kejahatan tertawa, "Aku akan membuat akhir dirimu seperti dua orang yang tak pernah kou temui, Adikku. Lalu satu keluarga akan menghabiskan penderitaan demi kebebasan bersama, HAHAHA!"


__ADS_2