Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Duo Abdi Seizen


__ADS_3

Kazuki menggendong seorang anak laki-laki di punggungnya menuju tempat perlindungan. Dan anak laki-laki itu adalah yang terakhir dari semua penduduk yang dia evakuasi.


"Maka sekarang waktunya bertempur!" cetus Hao Jin.


Kazuki, Qixuan, Hao Jin, dan Jingyi yang berubah ke wujud hewan spiritual terbang di atas para monster raksasa yang bergigi besar tubuh kekar dan mata merah darah, jangan lupakan senjata pemukul raksasa ditangan mereka. Benteng besar perbatasan ibukota bagian tengah setinggi 6 m rubuh diterjang para raksasa itu.


Kazuki terlebih dulu konsentrasi dengan energi spiritual pedang Naga Abadi, lalu meloncat dari tubuh Jingyi menghempaskan cahaya pembelah lebar ke salah satu raksasa.


"Desureza!"


Schingg!!


Dengan sekali tebasan mahluk besar di depannya ambruk terbelah menjadi dua.


'Namanya keren, kan!' batin Kazuki.


...'Cih,' decih Naga....


Raksasa lainnya mengejar Kazuki dan teman-temannya, mereka dapat menyemburkan cairan tubuh dari mulut mereka dan melemparkan bongkahan batu besar bertubi-tubi.


Brog


"Arghh!" pekik Hao Jin yang tak sengaja terhempas kan salah satu batu.


Kazuki menghampiri Qixuan dan Hao Jin yang terluka cukup parah.


"Ya, Qixuan lebih baik kamu bawa Hao Jin ke pasukan medis kekaisaran, aku dan prajurit lainnya sudah cukup mengalahkan mereka," Qixuan langsung mengiyakan saran Kazuki dan pergi dari area pertempuran.


Prajurit kekaisaran dan penjaga gerbang perbatasan yang kebanyakan Wanquan tingkat bumi abadi keatas langsung menyatukan kekuatan mereka sebelum para raksasa sempat menghantamkan batu ke istana kekaisaran.


BROOOG


CRAKK


Napas mereka semua tersengal-sengal namun kelegaan menyelimuti setelah mereka berhasil mengalahkan semua raksasa yang ada, tinggal para keroco hewan iblis yang muncul dari air yang belum dihabisi karena jumlah semakin banyak.


"Serahkan saja sisanya pada kami Tuan, anda spiritualis yang sangat kuat kuharap anda mau menjaga perbatasan ini," ucap ketua pasukan kavaleri sayap kanan.


Kazuki yang memakai masker tentu saja aman dari kecurigaan, pemuda itu mengangguk. Bagaimana pun pasti ancamannya belum habis mengingat hanya monster lemah yang muncul.


Kazuki pun berdiri di benteng tenggara ibukota yang masih kokoh, pemuda itu dihampiri oleh Kilin dan rombongan murid akademi kelas pendekar.


"Luar biasa kekuatan Saudara. Kuharap kami dapat membantu saudara pada serangan berikutnya. Saya dan teman-teman adalah bantuan dari akademi Wanquan," ujar Kilin menyanjung Kazuki.


Kazuki hanya melirik seniornya itu. Murid jenius konon dapat sadar akan kebenaran dengan cepat, menatapnya sama saja membongkar penyamaran.


"Hm, benarkah ada serangan kedua?" tanya Kazuki dengan suara yang dibuat cempreng.


"Eh, iya benar, Saudara. Pelindung udara ibukota yang di pasang dapat mendeteksi ancaman datang. Dan menurut informasi yang kami dapat, terdapat kurang lebih beberapa batalyon monster darat musuh berjalan dari hutan ibukota."


'Uh, itu jumlah yang sangat banyak, tapi ... batalyon? Maksudku para hewan spritual iblis tidak mungkin kepikiran untuk membentuk barisan saat menyerang,' batin Kazuki pada Naga Abadi.


...'Mungkin mereka adalah tentara bayaran. Bisa jadi, kan? Kalau ragu lihat saja pakai kekuatan matamu,' balas Naga Abadi, Kazuki mengangguk....

__ADS_1


Setelah menelusuri pedalaman hutan dengan pandangannya Kazuki terkejut dengan jumlah barisan pasukan berzirah besar berjalan menuju kearah ibukota.


Glup


'Itu sangat banyak Naga!'


Tiba-tiba...


BROOGGH


"Hahaha! Lawan kita anak kecil ini? Bos pasti bercanda!" remeh seorang pria besar yang mendarat kuat di tanah menyebabkan guncangan depan Kazuki dan lainnya.


"Musuh!" ujar Kilin langsung melakukan kuda-kuda.


"Oi oi apa kita tidak akan saling berkenalan lebih dahulu?" ujar pria itu santai.


"Tunggu, kita belum tahu apa kekuatannya-" cegah Kazuki yang tidak didengar murid-murid kelas pendekar itu.


Mereka maju menyerang pria besar itu secara terpisah. Kilin mengeluarkan hewan kontrak darahnya yang jumlahnya puluhan. Semuanya memojokkan si pria besar yang hanya tersenyum tak gentar sama sekali.


Kazuki mengamati pertempuran sebelum ikut maju menyerang dari atas dengan pedangnya.


Prang


Seorang wanita bertubuh besi yang dapat melenturkan besinya sesukanya menahan serangan Kazuki dan Wanquan lainnya. Dia menghempaskan mereka hingga terbentur ke benteng perbatasan.


Bragg


"Ukhuk-!


"Perkenalkan semuanya, nama I adalah Nibu!" Alis ninja muda itu naik.


"I...?"


"Mari kita bermain bedah tubuh, hihihi!"


Wanita itu mengendalikan jari-jarinya untuk menyerang perorangan sendiri tanpa susah. Kazuki cukup dibuat terdesak karena gerakan menusuk jari Nibu sangat cepat.


Craaat


"ARGGH!"


"HAHAHA!" tawa jahat dari wanita itu bersamaan dengan tumbangnya banyak Wanquan karena tertusuk besi Nibu yang berlumur racun pelumpuh.


Hingga tersisa Kazuki dan Kilin yang masih dapat menghindari serangan Nibu.


"Nibu! Apa yang kau lakukan, mereka mangsaku!" teriak si pria besar tak terima.


"Kau terlalu lama Lordeus, bahkan tanpa kedatangan tuan Seizen I sendiri bisa menghentikan pengguna pedang Naga Abadi. Heh~, tak sekuat yang Tuan katakan," ujar Nibu meremehkan Kazuki.


"Kalian, jadi kalian anak buah iblis itu ya?!" teriak Kazuki mencuri atensi Lordeus dan Nibu.


"Hm, kenapa dia."

__ADS_1


"Tidakkah kau melihatnya, Lordeus. Pedang di tangannya." Kazuki mencengkram erat pedang Naga Abadi di tangan kirinya.


Tangan kanannya melakukan segel jurus andalannya pada Lordeus, "Boido No Ugoki!"


Kehampaan menghilangkan sekeliling lingkaran Lordeus.


Braaak


Lordeus dengan seringai lebar keluar dari kubangan tanah yang besar hasil jurus kehampaan Kazuki.


"Mu-mustahil!"


"Cuih, boleh juga kekuatanmu. Tapi ingat baik-baik bocah, eksistensi ku lebih kuat dari tanah tak berguna ini!"


BRUGH


Lordeus terbang dan melesat kuat kearah Kazuki dan berhasil membuat pemuda itu terpental jauh menabrak benteng perbatasan hingga berlubang.


Di pusat ibukota ketua Kavaleri sayap kanan yang menunggangi kudanya terkejut jatuhnya Kazuki dihadapannya dengan tiba-tiba.


BRAK


"T-tuan, baik-baik saja-" Kazuki langsung melompat kembali ke pertempuran.


"Siapa sebenarnya musuhnya, hingga hempasannya sekuat itu?" lirihnya khawatir menatap benteng besar.


...'Bagaimana bisa kamu kalah, Kazuki. Gunakan kekuatan pedang setengahnya saja sudah cukup!' cerca sang Naga....


"Ck, tak semudah itu. Tubuhku belum siap melepaskan sebanyak itu!"


Kazuki terbang dengan kekuatan spiritual nya, dia memasukkan pedang Naga Abadi pada tubuhnya untuk meningkatkan kontrol spiritual pedang. Mengambil napas panjang, tubuh pemuda itu mulai di tutupi aura putih yang membungkus pakaiannya.


"Hushhh." Hembusan nafas tranformasi putih.


"Ck, cepat serang dia!" bentak Lordeus risau melihat perubahan pemuda itu. Nibu segera mengejar Kazuki.


Dengan licik Lordeus bergerak cepat di hadapan Kilin hendak menghabisi pria itu. Hampir saja tinju besar memukulnya Kazuki menghempaskan Lordeus.


Boggh


BRRAAGGG


"UKKHUK!"


"Lordeus!" pekik Nibu menghampirinya.


Kazuki dengan secepat kilat menyelamat Kilin. Sekarang dia berteleportasi di titik buta Lordeus dan menendangnya.


BUUGGHHH!!


Lordeus terpental jauh menghantam bebatuan hingga debu berterbangan menutupinya.


Nibu akan menusuk Kazuki namun pemuda itu dengan mudah menahan jari besi Nibu yang kini tak ada apa-apanya. Dia mematahkan besi itu dan melempar badan besi Nibu sangat jauh ke timur.

__ADS_1


Kembali fokusnya pada Lordeus, bibir pemuda itu sedikit terbuka melihat Lordeus yang masih saja bangkit dengan guratan senyumnya.


"Ini baru menyenangkan."


__ADS_2