
Di daerah pedalaman hutan tepatnya di area air terjun yang terdapat di lembah huanglong, daerah yang tak jauh dari ibukota Yan. Kazuki dan murid-murid akademinya berlatih dengan pembimbing masing-masing untuk menyempurnakan aliran ki. Di mana pembimbing dari Kelas Bermasalahnya kali ini adalah pengurus akademi, Jing.
Di mulai mengharmonisasikan titik-titik Meridian di setiap tubuh muridnya dengan melakukan pembersihan satu persatu. Kini Kazuki yang bermasalah, beberapa titik Meridian nya tidak mengalir stabil bahkan terkadang hilang kontrol. Pengendalian elemen yang sedikit dikuasainya dulu samar-samar menghilang. Di sebabkan percampuran aliran yang menyebabkan pemikiran ganda. Otak mengirimkan sinyal ke saraf bahwa pergerakan tidak biasa yang akhir-akhir terjadi adalah karena perbedaan ilmu kanuragan.
Ki dan cakra adalah sesuatu yang sama namun alam bawah sadar Kazuki mengatakan sebaliknya. Tubuhnya pun memberontak karena menolak percampuran pondasi.
Tangannya bergetar hebat membuat Kazuki sedikit panik. Dia menanyakan tentang kesimpulan yang didapatkannya saat praktik bersama guru Tian kepada pembimbing Jing.
"Hm, memangnya pondasi apalagi yang kamu pelajari selain ini?"
"Pondasi segel tangan," ungkapnya jujur. Tidak ingin membuang waktu dengan mendramakan peran Kazuki menceritakan aliran yang dia pelajari sebelumnya dari guru misterius nya.
"Wah, semudah itu, bisa kamu tunjukkan pada pembimbing ini?" tanya pengurus Jing. Kazuki pun mengangguk dan dengan santai mempraktikkan jurus kloning. Semua orang terpukau melihat kebolehannya itu. Lalu seorang pria dari kelas Pendekar yang tak jauh dari sana mendatangi Kazuki.
"Luar biasa sekali yang di perlihatkan Yang ini. Anda kalau tidak salah peserta sayembara bunga istana, bukan? Perkenalkan nama saya Kilin, dari kelas pendekar, maaf jika mengganggu. Bisakah saya mengetahui teknik apa itu?" Pria berjubah putih bersih, tinggi dan tampan memperkenalkan dirinya. Dia adalah spiritual tingkat langit 1. Termasuk kalangan murid terbaik di akademi Wanquan, kultivasi dan spritual.
Kazuki sedikit menimang-nimang tekniknya karena bisa saja teknik dari dunianya itu merusak pondasi spiritual seseorang seperti kasus dirinya sendiri. Akhirnya dia terpaksa berbohong dengan mengatakan kalau teknik itu adalah teknik turunan yang hanya bisa diajarkan oleh pembuat jurusnya.
"Teknik atau jurus ini bernama kloningan tubuh. Menguras banyak ki. Dan juga, jurus ini haruslah di ajarkan langsung oleh si pembuat jurus agar dapat menguasainya."
"Jadi seperti itu, sepertinya guru dari Yang ini sangat bijaksana. Siapakah namanya?"
"Na-nama?! Dia tidak ingin namanya diketahui orang asing. Karena ... dia hanya ingin mengambil murid, bukan menerima, hehehe. Dia guru yang berkeliling dunia. Jadi mencarinya sangat sulit." Lagi-lagi Kazuki sedikit berbohong dengan cengengesan.
"Kilin," panggil seseorang.
"Tuan pengurus Jing." Kilin memberikan hormat kepada gurunya itu.
"Bagaimana latihan spiritual mu?" tanya pengurus Jing menatap lamat-lamat pemuda berusia 22 tahun di hadapannya.
"Sangat lancar dan baik Tuan pengurus Jing. Saya sudah naik dua tingkat dari spiritual bumi tingkat 4 sekarang spritual langit tingkat 1." Pengurus Jing terlihat bangga mendengar perkembangan drastis tersebut.
"Peningkatan yang luar biasa. Tetap pertahankan dan tujuanmu pasti akan tercapai." Nasihatnya pada pemuda itu yang diangguki sopan.
"Kalau begitu pengurus Jing saya kembali ke pembimbing saya terlebih dahulu." Hormatnya kemudian pergi.
'Sepertinya kelas pendekar berisi spiritualis tingkat tinggi. Apa jika tingkatku setinggi itu akan dipindahkan kelas? Ngomong-ngomong gadis bernama Lie Qixuan bukannya dia spiritualis bumi tingkat 4. Kenapa dia di kelas bermasalah?' batin Kazuki bertanya-tanya.
'Akh, terlalu banyak yang ku pertanyakan jadi pusing sendiri. Sebaiknya aku harus bisa fokus pada perkembangan kultivasi dan spritual ku sendiri.' tekadnya.
Kazuki mulai berfokus pada pembentukan pondasi ki nya. Kemarin ketika memeriksa tingkat kultivasi nya dia sudah tingkat Pondasi Ki. Namun pondasi spritual nya nol, sehingga dia harus mulai dari awal. Guru Tian berkata bahwa tiap-tiap akademi yang berada di kekaisaran Yan selalu di wajibkan mengajarkan spiritualisme sedangkan untuk kultivasi tidak. Karena itu aliran kultivasi selalu mencangkup spritual, sedangkan aliran spritual sendiri tidak perlu mencangkup kultivasi. Semuanya atas instruksi Kaisar. Karena pertahanan kekaisaran hanya membutuhkan kekuatan, bukan keabadian katanya.
__ADS_1
"Huffft ... huhhh ...."
"Sepertinya aku harus mengikuti aliran suatu kultivasi..." ujarnya.
\=\=\=\=\=\=
Sore harinya Kazuki berkeliling ke pasar tempat pedagang dan pembeli berinteraksi. Dengan menggunakan liang perak yang diberikan oleh Perdana Menteri Longwei, Kazuki membeli beberapa peralatan spiritual. Seperti membeli pedang spritual tingkat bawah seharga 10 liang perunggu.
100 liang perunggu \= 1 liang perak.
100 liang perak \= 1 liang emas.
"Jangan membeli yang itu," ujar seseorang mengagetkan Kazuki. Ternyata itu adalah Qixuan yang juga habis berbelanja.
"Kenapa jangan yang ini? Ini terlihat keren, walau sepertinya kekuatan spritual nya kecil," ujar Kazuki mengayunkan pedang sepanjang 60 cm itu.
"Beli yang ini. Yang ini punya batu spritual yang masih baku. Jika kamu beruntung bisa saja tingkatnya lebih tinggi atau sama dengan yang kamu pegang," ucap Qixuan. Kedua remaja itu terlihat dekat.
"Benarkah, kenapa kamu berkata demikian?"
"Karena dua harga benda ini sama bukannya tanpa alasan. Aku mengenal baik kakek penjual senjata ini, dia berbisnis dengan penempa yang berbakat," ucapnya sambil melihat si penjual yang melayani pembeli lain.
"Tapi aku tidak tahu cara mengolah batu spiritual ini," jujur Kazuki dengan nyengir bodoh.
ku."
"Cih, jangan sombong. Aku akan melampaui mu suatu hari nanti, karena aku adalah yang--"
"Hm?"
"Adalah yang paling berbakat diantara kita!"
"Mimpi...."
"Hei! Jangan pergi!" teriak Kazuki hendak menyusul Qixuan. Namun deheman si penjual menyadarkannya.
"Maaf kek, nih 10 perunggu kan?" si kakek mengangguk.
"Tidak sekalian pemuda, kamu terlihat cocok dengan cincin dimensi ini. Tidak mahal hanya 1 perak dan sepertinya serasi denganmu."
'Cincin dimensi, setahuku gunanya untuk menyimpan sesuatu sekehendak kita namun mempunyai kapasitas terbatas. Mungkin akan cukup berguna nantinya untukku,' batin Kazuki.
__ADS_1
"Ya sudah kek, saya beli tapi bisakah harganya di turunkan jadi 80 perunggu?" pintanya dengan wajah memelas.
"1 perak atau tidak sama sekali," ujar si kakek tak terbantahkan.
Lah
"Baiklah-baiklah... nih, mana cincinnya."
Si kakek menyerahkan cincin dengan kristal keunguan kepada Kazuki. Pemuda itu pun langsung mencoba menyimpan pedang yang baru di belinya dan berhasil. Terlihat kegirangan karena penggunaannya lebih ringkas daripada gulungan ninja.
"Terima kasih kek, sampai jumpa!"
"Iya.. hahaha kan enak jadi untung banyak begini!" tawa licik si penjual.
\=\=\=\=\=\=
Kazuki mendatangi akademi yang masih buka. Tempat itu menjadi rumah bagi para guru. Dan dia menemui guru Tian untuk membantunya mengenai senjata spiritual yang baru di belinya.
"Sensei bagaimana caraku mengaktifkan batu spiritual ini?"
"Hm, sini lihat." Kazuki menyerahkan senjatanya.
"Wah, kualitas batunya cukup bagus. Kita gunakan tungku pelebur buatan guru Lee," ucap guru Tian mengamati pedangnya.
"Loh harus dilelehkan, ya?" tanyanya. Guru Tian menggeleng.
"Fungsi tungku itu sangat banyak. Sudah jangan banyak tanya kita ke sana dulu mumpung saya masih senggang."
Mereka berdua pun pergi ke ruang penelitian milik guru Lee. Beruntung dia masih berada di sana.
"Ada apa guru Tian?" tanya guru Lee saat mereka berdua masuk.
"Ini Kazuki meminta bantuan tungku milikmu, untuk mengaktifkan energi spiritual senjatanya."
"Ha, boleh saja. Pedang ya, kamu mau ikut aliran seni pedang?" tanya guru Lee pada Kazuki.
"Entahlah sensei. Saya tidak begitu paham mengenai itu," ucapnya dan memang kenyataan. Setelah berpindah dunia sampai saat ini pengetahuannya tentang kultivasi, spiritual dan sekte-sekte, aliran segala macam masihlah minim. Ditambah si ninja ini malas membaca buku. Entah bisa meningkat drastis seperti harapan Perdana Menteri atau tidak.
"Hm, kamu ini seakan tidak pernah diajari sesuatu sejak kecil. Bukannya keluarga Han itu terkenal dan bangsawan kaya raya ya, jadi bagaimana bisa?" Merasa terpojok dan tak ada pilihan lain Kazuki pun mengatakan dengan jujur jika dia hanya anak angkat Perdana Menteri.
"Apa??"
__ADS_1
"Kenapa sensei terkejut, bukannya Perdana Menteri tidak mempunyai seorang putra?"
"Lah, iya."