Ninja Pengelana Dunia Kultivasi

Ninja Pengelana Dunia Kultivasi
Pengkhianatan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Kazuki semakin mendekati kediaman yang ditemukannya seseorang bersuhu tinggi. Tepatnya di kediaman putri Yi. Namun betapa cerobohnya dia sampai tertangkap teknik spiritual udara.


Yang menangkapnya dengan kekuatan itu adalah Putri Qiaofeng, kakak Putri Yi. Kazuki mencoba memberontak untuk segera melarikan diri. Namun ternyata di sana sudah berkumpul para Jenderal kekaisaran yang bersembunyi menunggu nya datang. Seakan masuk kedalam perangkap Kazuki tak berdaya dibawa oleh para prajurit tingkat tinggi istana menuju penjara bawah tanah. Padahal kalau dia mau, dengan pedang Naga Abadi dia bisa terbebas dengan mudah. Ditambah kekuatan teleportasi nya, namun dengan memberontak seakan menegaskan kalau dia memang pembunuh kaisar. Jadi cara terbaik menyampaikan kepada orang-orang adalah dengan lisan menurutnya. Pedang Naga Abadinya pun di bawa oleh prajurit untuk diamankan di istana Kekaisaran Yan.


"Ck, kenapa kalian tidak percaya?!"


"Kenapa kami harus mempercayai pembunuh seperti mu?!"


Kazuki berpikir terlalu dangkal, dia seakan sangat yakin jika tidak memberontak orang-orang akan mendengarkannya, padahal kemungkinannya hanya 50:50.


Saat ini dia di penjara bawah tanah markas pertahanan kekaisaran, dengan dililit rantai yang digembok menggunakan kunci khusus. Tubuhnya bergelayut lemas karena rantai yang di pasangkan dapat melemahkan tekanan energi spiritual yang dikeluarkan.


Para penjaga Kazuki keluar dari ruangan. Sayup-sayup terdengar langkah kaki mendekati selnya saat pria itu hampir tertidur.


"Bagaimana kabarmu?" tanya orang itu. Kazuki membuka matanya dan tersenyum lebar melihat ayah angkatnya datang, Perdana Menteri Longwei, dia tersenyum misterius pada Kazuki.


"Ayah angkat, syukurlah anda kesini. Bisakah Ayah membebaskan ku? Aku tidak bersalah Ayah, mereka salah tangkap. Aku tidak membunuh sang Kaisar, tapi orang lain. Dan saat ini Ayah tahu.... uh Ayah?" panggil Kazuki karena Perdana Menteri Longwei terlihat aneh dengan tersenyum menatapnya lurus.


"Kou menjadi tersangka, kou di tangkap tiba-tiba, menurutmu itu karena apa?" tanya Longwei. Kazuki mengerutkan keningnya, dirinya tidak mengerti maksud ayah angkatnya itu.


"Maksud ayah?"


"Kazuki ... Kazuki, kamu ini masih tergolong bocah polos rupanya. Apa kamu tahu penyebabmu ditangkap tanpa sebab?" tanya Longwei tersenyum sinis.

__ADS_1


"Tentu saja karena seorang penguasa menggunakan kekuasaannya, hahaha!" Matanya melotot menatap perih Perdana Menteri.


'Jadi, yang melakukan semua fitnah dan penangkapan ini adalah ayah. Itulah mengapa para Jenderal seakan sudah tahu!' batin Kazuki tak terima.


"Ouh, jangan menatapku seperti itu, nak. Kamu hanya akan di kurung sebentar, kemudian dihukum penggal besok pagi, hahaha!" Rahang pria muda mengeras, menahan kekesalan, dan lagi suara tawa licik yang menggema keras.


Di dalam hati Kazuki kini sudah hilang kepercayaan nya pada siapapun. Dihatinya tertanam pemikiran jika siapapun tidak ada yang dapat dipercaya. Tidak lagi ingin diperdaya dan mempercayai. Apalagi setelah pria di hadapannya ini mengkhianatinya.


"Kenapa kau melakukan ini, TUAN LONGWEI!" bentak Kazuki.


Brak


Longwei menendang jeruji besi, "Jangan membentak ku, jaga mulutmu. Memangnya kenapa kalau aku melakukan ini? Itu semua karena ideologi tuan Seizen sangat luar biasa. Beliau ingin menciptakan dunia penuh kebebasan tanpa campur tangan orang yang sudah mati. Aku menyetujui pendapatnya bahwa dunia pada dasarnya haruslah bersatu, karena untuk apa di ciptakan dalam satu bumi tapi di larang untuk berinteraksi satu sama lain.


Ditambah kenyataan baru, jika Longwei sudah hidup sejak lama sekali.


"Kalian tidak akan mencapai itu semua, tidak karena terlalu bertentangan dengan aturan nenek-"


"JANGAN SEBUT PENJAHAT ITU!!" bentak Longwei marah. Nampaknya bangsawan itu sangat membenci nenek moyang yang telah menghindarkan dua benua dari peperangan.


"Mereka semua orang-orang bodoh yang hidup di zaman konyol! Tidakkah mereka tahu, jika manusia dapat berpikir dan setiap segala sesuatu yang mengalami perubahan, pasti terjadi evolusi mengikuti lingkungan. Berbeda dengan mereka, yang lambat, kami akan berevolusi dengan cepat hingga menciptakan kestabilan dunia dengan Tuan Seizen sebagai penguasa nya!" tekadnya begitu kuat hingga Kazuki sendiri terpaksa percaya pria tua di hadapannya ini berkata jujur.


"Kalau begitu, Kaisar?"

__ADS_1


"Adikku yang malang, entah siapa yang membunuhnya tapi pasti dia akan menjadi musuh ketiga mu di sini, selain Aku dan Tuan Seizen tentu saja. Tapi itu pun jika kau masih hidup esok." Senyuman mengerikan di ukirnya.


Pria tua itu mengeluarkan benda bulat seperti permen berwarna coklat, aura spiritual hitam terasa pekat menyeruak indra penciuman Kazuki. Longwei memaksa pemuda di depannya menelan permen itu. Tentu saja Kazuki menolak, bebagai cara menghindari tangan Longwei yang hampir meraih wajahnya hingga.


Hap


"Kena kau, hihihi!" tawa jahat memaksa Kazuki buka mulut dan menelan permennya.


Glug


"Aku pergi dulu putraku, terima kasih banyak atas kepolosan mu yang mudah diperdaya. Ku pastikan pemenggalan mu besok berjalan lancar, nak." Longwei pergi dari sana meninggalkan Kazuki yang mulai bereaksi terhadap permen misterius tadi.


Tubuhnya terpelanting kanan kiri, melayang di udara hingga tubuhnya tergores sana sini rantai besi. Mata Kazuki membuntang dengan tatapan kosong. Matanya yang semula berwarna hazel mulai berubah menjadi merah darah. Aura spiritual hitam keluar dari mulutnya memaksa spiritual murninya agar terlepas.


Di dalam istana kekaisaran, pedang Naga Abadi yang di bawa oleh Jenderal Zuan bereaksi. Seakan mengetahui keadaan buruk tuannya pedang tersebut melayang di udara membuat para penjaga kesusahan mengamankannya. Pedang Naga Abadi menerobos seluruh pintu kekaisaran hingga lolos keluar kemudian melesat terbang ke markas pertahanan kekaisaran yang tidak jauh di timur laut istana.


"AAAAAAKKKHH!!" teriak Kazuki kesurupan. Serasa iblis menguasai kesadarannya. Rantai-rantai yang membelenggunya meleleh, langit-langit penjaranya hancur. Kazuki terus bergerak keatas, melayang menubruk penghalang dengan mudah. Penjaga penjara, para Wanquan menghalangi Kazuki sekuat tenaga, banyak pasukan di kerahkan oleh Jenderal Wu yang kebetulan berada di tempat, untuk menghentikan pemuda itu.


Hampir seluruh tubuh Kazuki terselimuti tanda hitam iblis. Kekuatan yang mirip dengan milik iblis Seizen. Tepat sebelum tubuhnya terpenuhi kegelapan dan meledak seperti Putra Menteri keuangan, pedang Naga Abadi datang menyalurkan kekuatannya kepada Kazuki.


"Aaaakh!" Tubuhnya serasa terbelah menjadi dua, sisi kirinya sangat berat dan sisi kanannya sangat ringan. Tubuhnya tidak mampu beradaptasi pada dua kekuatan yang menyatu ini. Komposisi keduanya yang terlalu besar mulai merusak pondasi Ki Kazuki dan membentuk pondasi baru yang berdiri sendiri. Beruntung bantuan dorongan dari alam roh pedang Naga Abadi membantu tubuhnya bertahan.


Kazuki terjatuh pingsan di atas gerobak jerami.

__ADS_1


__ADS_2