
Persiapan sudah selesai. Dengan Kazuki yang memakai baju zirahnya dan caping dari toko Jung, jangan lupakan masker ala ninja Ishikawa. Sementara Qixuan masih berpenampilan sama, hanya saja beberapa bajunya terkoyak setelah pertarungan sebelumnya alhasil dia dipinjami oleh Jingyi.
"Butuh berapa lama untuk bisa sampai ke lembah itu?" tanya Kazuki berkomunikasi dengan Jingyi yang berada di dalam tubuhnya.
"Jika kamu mau aku bisa mengantarmu dan sampai dalam waktu 3 jam," tawar Jingyi.
"Kumohon."
Jingyi keluar dari raga Kazuki kemudian beralih ke wujud burung merah raksasa. Kazuki dan Qixuan segera menaiki mahluk itu terbang diatas bentangan hutan provinsi Tang yang luas.
Angin berhembus kencang namun si burung merah tepat terbang stabil menembus awan.
"Ck, kenapa harus mendung segala sih.... Qixuan anginnya semakin kencang, berpegangan lah padaku!" ujar Kazuki. Karena tak kunjung bereaksi Kazuki menarik pelan tangan gadis itu agar melingkar pada pinggang berzirahnya.
"Ck, bulunya kan bisa untukku berpegangan! Jangan modus, ya!" Kazuki bingung mendengar ucapan itu.
Perjalanan 3 jam terlewati dan lembah Jade sudah terlihat dari jauh.
"Yaa, kau pasti bercanda...."
Naga panjang sebesar bukit tertidur diantara pegunungan tinggi mengelilingi sebuah pedang putih yang terlihat bersinar dari atas. Kazuki dan Qixuan memperhatikan beberapa orang yang berusaha mengendap-endap mengambil pedang dengan cara memanjat tubuh sang naga. Tubuh besar dan sisik keras. Terlihat seperti tak memiliki celah untuk dikalahkan. Kazuki mengeluarkan pedang spiritual nya dan melompat dari tubuh si burung merah. Qixuan masih mengawasi dari ketinggian ketika Kazuki mendarat tepat di atas kepala sang naga.
'Mana bisa kau mengalahkan yang sebesar itu...,' batin Qixuan ngeri.
__ADS_1
"Hush...cup cup..."
'Beruntung para petualangnya hanya sedikit, hehehe!' batin Kazuki.
Dengkuran kuat sang naga dan bau gas keluarannya membuat Kazuki ingin muntah. Beruntung maskernya cukup tebal. Perlahan dia meloncati badan si naga dan dengan cepat sampai di titik tengah lingkaran tubuh naga. Kazuki menatap pedang Naga Abadi yang bersinar putih cerah seakan cahayanya akan menembus mata. Saat pemuda itu hendak menyentuh gagang pedang dengan kegirangan suara para petualang lain meneriakinya. Tidak hanya satu dua tapi lima orang berteriak sekaligus. Tentunya naga suci itu tidak tuli untuk mendengar suara keras tersebut. Sang Naga Abadi terbangun dari tidurnya dan meraung marah melihat keroco-keroco kecil di atas tubuhnya. Sang naga menghempaskan tubuhnya membuat para petualang berhamburan terpental namun Kazuki tetap kokoh menapak alas kakinya di atas ujung pedang Naga Abadi yang menancap pada batu. Naga bersisik gelap itu menyemburkan elemen api dari mulutnya pada Kazuki membuatnya harus berteleportasi untuk menghindari serangan. Sayangnya pedang Naga Abadinya tidak bisa tercabut dari batu putih sebesar karung beras begitu saja. Sang Naga meliuk-liukkan badan mengikuti pergerakan para keroco kemudian menyemburkan elemen api dan air bersamaan dari mulut besarnya.
DROORRR
"Kazuki tusuk permata di keningnya!" Sayangnya Kazuki tidak mendengarkan teriakan Qixuan dan malah petualang lain yang menggunakan spiritual tingkat langit 1 nya menyerang permata sang naga.
Crang
Satu goresan ringan tidak akan menghancurkan batu mulia itu dengan mudah. Malah membuat sang naga semakin beringas. Angin p*ting beliung bertiup searah jarum jam menghempaskan bebatuan ke udara. Kazuki yang ikut terhempas tak ayal terkena batu-batuan yang mengoyak zirahnya. Di saat putaran angin sedang kencangnya mulut sang naga sudah siap menyemburkan api yang akan langsung menghanguskan mereka semua. Ninja itu tak diam begitu saja. Dengan jurus kloningnya Kazuki menteleportasikan petualang lain keluar dari api beliung. Kemudian jurus andalannya keluar.
...Boido no Ugoki...
"Wahai naga! Berikanlah aku pedang ini ... karena bencana yang ditakuti nenek moyang sudah bangkit! Dinding spiritual akan dihancurkan! Hei naga kamu bisa bicara tidak?!" Sang Naga tidak merespon dan malah mendekati siluman hewan spiritual merah yang tengah terbang mengelilinginya.
"Awas!! Ya! Kazuki! Serang permata di keningnya!!" teriak Qixuan yang dikejar sang Naga, kali ini suaranya menggema di lembah itu dan berhasil didengar Kazuki.
Segera pemuda itu dengan cakra yang semakin sedikit berteleportasi ke atas kepala sang naga. Dia mendarat di depan mata kiri naga yang memelototinya, Kazuki berlutut sambil berpegangan karena Naga besar itu menggoyang-goyangkan kepalanya hendak menjatuhkan Kazuki. Tak berhasil menjatuhkan namun berhasil membuat perutnya terkocok dan sedikit muntah.
Mengeluarkan pedangnya lagi dari cincin dimensi dan dengan teknik pedang Klan Kaga ditambah kekuatan spiritualnya, kekuatan hewan spiritual kontrak nya Kazuki berhasil menusuk permata itu hingga terbelah menjadi dua. Naga bereaksi suara pekikan nyaring terakhir kemudian sang naga tumbang.
__ADS_1
Segeralah para petualang berebutan mengambil sang pedang Naga Abadi yang tumbang, namun tetap saja benda sakti itu tidak bisa terlepas dari batu. Kazuki yang kehabisan cakra dengan nafas berat berjalan sempoyongan mendekati pedang Naga Abadi. Satu persatu para petualang mencoba menarik si pedang karena hanya yang layak yang dapat mengambilnya tapi kelima orang itu yang salah satunya kultivator spiritualis tingkat bumi abadi tetap tidak bisa mengambil pedang itu.
"Kamu prajurit dari mana.. hh... Kamu yang mengalahkan sang naga. Tapi, jika pedangnya tercabut-" kultivator spiritualis bumi abadi itu menjatuhkan rahangnya ketika Kazuki dengan mudah mencabut mulus pedang dari sarangnya.
Kazuki mengayun-ayunkan pedang itu namun tidak terdapat sesuatu yang spesial. Seperti ucapan pengurus akademi Jing. Terasa lebih sampah di banding pedang miliknya sendiri.
"Hei-hei ... berikan pedang itu, aku akan memberikanmu apa saja. Uang sebanyak yang kamu mau! Berikan padaku." Kazuki yang merasa sia-sia menyerahkan pedangnya tapi seketika pedang itu jatuh menimpa tangan si petualang yang meminta seakan beratnya beratus-ratus kilo. Petualang itu berteriak kesakitan merasakan tangannya yang seperti panas luar biasa dan berat.
"AAAaa....PANASS!! CEPAT AMBIL PEDANG INI!!" Teriaknya.
Kultivator spiritualis bumi abadi maju mengambi gagang pedang Naga Abadi yang sayangnya pedang sakti itu tidak bergerak barang sedikit pun dari tempatnya.
"JANGAN BERCANDA KOU BODOH!! Hei KOU! Cepat ambil PEDANG INI!!" Kazuki tersenyum licik melihat petualang itu kesakitan.
"Kamu bilang akan memberikanku uang yang banyak sebagai ganti mengambil pedang itu. Walau pedangnya balik, uangnya tidak, setuju?"
"IYA IYA BAIKLAH, CEPAT ANGKAAAAT AAA!!"
"Ck, berisik!" Kazuki mengambil pedang itu namun anehnya.
'Loh, kenapa tidak bisa kuangkat?' batinnya seketika berkeringat dingin.
Tiba-tiba permukaan tanah di area itu retak, hingga membuat mereka terguncang dan hampir terjatuh ke lubang hitam di bawah tanah. Tanah biasa yang tadinya mereka injak menjadi lubang besar raksasa yang menarik objek diatasnya. Qixuan dan Jingyi yang sedari tadi mengawasi dari udara mengikat mereka dan pedang Naga Abadi dengan tali spiritual Qixuan. Hingga kini mereka tergantung di atas lubang yang menyedot mereka dengan kuat.
__ADS_1
"Kazuki!! Dasar bodoh!" teriak Qixuan menahan beban pedang Naga Abadi yang sangat berat luar biasa.
"Huh?!!"