Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 28


__ADS_3

TEKAN LIKE DULU SEBELUM BACA PLIS!


❤ Happy reading ❤


***


"Asma ...."


Asma tak bergeming. Ia masih duduk di lantai dengan punggung bersandar pada dinding. Masih memakai khimar yang sudah basah akan air mata. Syifa tau, sebanyak apapun orang menghinanya, Asma akan terus diam. Bukan karena tak bisa melawan, tapi Asma hanya tak ingin.


Syifa menghela napas. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia meremass pinggir gamisnya. Kemudian duduk di hadapan Asma. Menatap lekat warna biru yang meredup itu. Tak ada binarnya lagi. Bertekad bahwa ia harus mengatakan sebenarnya. Meski tau, hal ini mungkin semakin membuat Asma terpuruk. Tapi ia tak sanggup untuk menyimpan kesalahan ini lebih lama.


"Asma maafkan aku, video itu ...." Mata Asma yang kosong berubah menatap lekat mata biru gelap milik Syifa.


"Video itu, pelakunya ...." Asma masih menunggu dengan wajah datar. Sedangkan Syifa terlihat pucat pasi.


"Pelakunya ... Aku."


***


Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhi-l-hamd


Allâhu akbar Allâhu akbar Allâhu akbar lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhi-l-hamd


Takbir menggema begitu syahdu. Semua umat Islam merayakan hari kemenangan dengan suka cita. Tapi tahun ini, tidak bagi Ida.


Ida menatap pantulan dirinya di cermin dengan lekat. Hatinya bagai tersayat benda tajam yang tak kasat mata. Bibir Ida bergetar menahan tangis.


Masih ia ingat hari itu, saat selesai menenangkan ayahnya. Ia keluar rumah Abi dan melihat Syifa tengah duduk di teras. Karena pintu rumah Abi yang tertutup. Syifa mengatakan ia enggan untuk mengetuk pintu. Takut mengganggu.


Kedatangannya, untuk memberitahu Ida dan yang lainnya sebenarnya. Hari saat ia kembali ke kamar kostnya. Tiba-tiba saja ada tiga lelaki yang memaksanya untuk menyebarkan sebuah video yang berasal dari perangkat lunak dengan lokasi kota yang sama.

__ADS_1


Mata Syifa berkaca-kaca ketika melihat bahwa itu adalah video porno dan wanita di dalamnya adalah Asma. Ia tak tau, orang-orang itu, darimana tau bahwa ia adalah hacker.


Syifa menolak untuk menyebarkannya. Tapi ketiga lelaki itu mengancamnya. Jika mereka mengancam keselamatan dirinya mungkin ia akan pasrah. Tapi, ia mengancam membunuh seorang wanita janda muda yang merupakan temannya. Wanita itu tinggal tepat di sebelahnya. Wanita itu memiliki dua anak yang masih berusia 5 dan 8 tahun. Sangat kecil jika harus kembali kehilangan orang tuanya yang tersisa.


Tak ada pilihan lain, Syifa menurut. Setelah selesai. Segala peralatannya di hancurkan oleh mereka. Ia tak bisa lagi menolong Asma. Segala peralatan itu bukanlah barang yang murah. Ia mengumpulkannya selama bertahun-tahun.


Ida dan yang lain tak menyalahkan Syifa. Ida hanya pergi ke asrama saat Reno mengatakan ingin berbicara empat mata bersama Syifa. Ketukan pintu sekali. Lalu ucapan salam di sertai terbukanya pintu asrama.


Dahi Ida berkerut dalam tak menemukan Asma. Segala barang Asma sirna begitu saja. Tak ada lagi sahabatnya. Bahu Ida merosot lemah di ikuti isakan pelan.


"Ay!" Ida tersentak lalu menatap lewat kaca, Damar masuk dan mendekat pada putrinya yang berdiri di depan cermin.


"Anak Papa yang cantik, kok nangis di hari idul fitri?" ucap Damar sembari membalikkan tubuh putrinya untuk menatapnya. Lalu menggunakan ibu jarinya untuk mengusap bulir bening di pipi Ida.


"Kangen Mama yaa?" Ida diam. Lalu membalas tatapan lembut ayahnya.


"Mama dan ... Asma," sahutnya pelan.


"Pa," ucap Ida pelan dengan sorot mata memelas.


"Ay mau ngomong sesuatu," imbuhnya. Ida menarik napas. Ia harus mengatakannya.


"Sebenarnya kenapa Papa sangat gak suka sama Asma? Kalau seandainya ... Ay yang ada di posisi Asma. Apa Papa akan sangat membenci Ay?" Ida menelan saliva. Apa ia sanggup saat ayahnya menatap dirinya dengan raut wajah menjijikan dan merendahkan seperti menatap Asma?


"Maksud Ay apa Nak?" mata dengan sorot mata tegas itu menatap putrinya dengan lekat. Garis-garis wajah yang menunjukkan ketampanan meski tak tersapu usia itu terlihat menegang.


"Emm ... Maksud Ay gak sama persis. Tapi kalau Ay yang ...."


"Ngomong apa sih Ay. Udah ah, ayo sholat ied dulu," potong Damar sembari tersenyum hangat.


Damar berucap tegas dan menarik tangan putrinya. Matanya berkaca-kaca. Ia tau apa yang akan dikatakan Ida. Karena ia sudah tau semuanya. Perubahan Ida yang drastis karena hijrahnya membuat Damar penasaran. Hingga ia menemukan fakta yang jujur, sempat terlintas di benaknya. Ia tau putrinya pernah menjadi baby sugar.

__ADS_1


Hal yang lebih menyayat hatinya. Hal itu di lakukan putri semata wayangnya karena kurang kasih sayang. Bukan karena uang. Damar memutuskan untuk diam tapi berubah dengan lebih memperhatikan Ida. Meski ia sangat kecewa tapi lelaki yang sudah mulai menua itu tau. Sepenuhnya. Ini bukan hanya kesalahan Ida. Terlebih saat ia mengetahui tentang Asma. Ia berpikir segala perilaku Ida hingga terjatuh ke lubang mengerikan seperti itu karena berteman dengan wanita yang bernama Asma Aqilatunnisa.


Ah, andai semua orang tua seperti Damar. Yang tau, bahwa seseorang melakukan segala hal yang kadang tak ingin ia lakukan. Segala keadaan dan perasaan yang membuat beberapa orang terlihat menyedihkan bahkan menjijikan. Lalu memilih memaafkan dan memperbaiki kesalahan.


Bersambung


Gue nangis nulis ini :(


Bener kan itu? Kita manusia gak pernah berpikir. Kenapa sih mereka ngelakuin hal kek gitu?


Yang kita tau hanya menghujat


Menghina


Merendahkan


Tanpa berpikir dua kali, apakah yang terlihat memang kenyataan yang sebenarnya.


Kita hidup di dunia yang sementara. Kadang, orang terlihat sering tertawa dan bercanda ria bisa saja menyimpan banyak luka.


Selamat idul fitri ^^


Mohon maaf lahir batin 🙏


Sucikan hati dengan berprasangka baik dan mengurangi iri hati dan dengki 😬


Eh, Zaraa ngomong apa sih, gaje amat :v


Intinya mohon maaf yaa kalau Zaraa ada salah :) terimakasih juga untuk like, komen, dan vote kalian❤


Emuachh😽

__ADS_1


__ADS_2