Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 44


__ADS_3

"Mas Reno."


Reno menatap Camilla dengan mengerjap tak percaya. Gadis itu tersenyum manis sembari melangkah ke arahnya. Ia kemudian berkata, "Kamu di sini Camilla ...."


"Iya Mas, aku membawakan makan siang untukmu." Camilla menyodorkan sebuah bungkusan sembari menatap Reno. Sementara lelaki itu membulatkan matanya menatap wanita di belakang Camilla.


"Ah iya, aku memang mengajak kak Asma tadi," ucap Camilla dengan tatapan tak terbaca. Reno tersadar kemudian mengambil bungkusan di tangan Camilla. Laki-laki itu mempersilakan Asma dan Camilla duduk di sofa ruang kerjanya.


"Gak perlu, kami bentar aja di sini," ucap Asma ketika Reno meminta Aditya menyuguhkan minuman untuk mereka.


"Ayo Camilla, Mas Reno sepertinya sedang sibuk," ucap Asma datar dengan menundukkan wajahnya.


"Benarkah Mas?" tanya Camilla yang dibalas Reno anggukan kepala agak canggung.


"Kalau begitu baiklah, Kami hanya ingin secara langsung mengundang Mas. Pernikahan Kent dan Kak Asma akan di adakan tiga hari lagi." Camilla berujar dengan senyuman manis. Sementara Asma terdiam seribu bahasa.


Reno mengangguk dengan tatapan tak terbaca, "Aku akan datang," ucapnya.


***


Reno melangkah ke dalam rumah keluarga Sanjaya saat beberapa saat lalu mendapat telpon dari Uminya. Lelaki itu sudah menduga pasti Abi sudah mengetahui mengenai Ali.


"Assalamualaikum ...."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam ...."


Reno mengecup punggung tangan Abi lalu Umi kemudian duduk di sofa ruang tamu dengan sorot mata sendu. Ia kembali mengingat tentang pernikahan Asma yang membuatnya merasakan sesak di dada.


Tangannya lekas melonggarkan dasi kemudian melepas jas di tubuhnya. Reno menggulung lengan kemejanya hingga siku lalu berkata, "Abi pasti mau ngomong tentang Ali 'kan?"


"Siapa Ali?" tanya Umi dengan menyipitkan mata. Abi yang duduk di sebelah Umi menatap sang istri.


"Putra Reno dan Asma."


Umi mengerjap tak percaya. Kemudian berkata, "Kok Abi gak bilang apa-apa?"


Abi tak menyahut tapi menatap tajam sang putra. Melihat Reno yang nampak kacau, lelaki paruh baya itu menghela napas panjang.


"Abi sendiri 'kan minta syarat banyak," sahut Reno sembari berdecak kesal.


"Reno ... kamu tau sendiri maksud Abi meminta syarat itu hanya untuk menghukummu. Bukan berarti kami tak menyetujui Asma menjadi menantu," ucap Umi lembut.


"Tapi sekarang percuma. Abi pasti juga udah tau 'kan Asma putri sulung tuan Dariel?"


Abi mengangguk. Lelaki itu memiliki banyak informasi meski hanya duduk santai sembari menopang dagunya. Tuan besar yang orang-orang tau hanya berada di pesantren nyatanya memiliki banyak mata di kota.


"Tuan Dariel udah menjodohkan Asma."

__ADS_1


Abi dan Umi membulatkan matanya. Sudah Reno duga Abi tak mengetahui hal itu. Mata lelaki muda itu kembali menyorot sendu dan Umi mengerti apa arti mata itu. Wanita paruh baya itu kemudian berpindah posisi di sebelah Reno. Ia mengusap punggung tangan Reno dan membawa ke pangkuannya.


"Reno harus gimana Mi ....?" ucap Reno dengan sorot mata putus asa. Lalu kembali berkata, "Tangan ini bahkan gak bisa bawa Asma dan Ali ke sini." Reno menatap tangannya yang digenggam umi.


"Mau dengar sesuatu?" tanya Umi lembut kemudian kembali melanjutkan, "Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang bisa menambah usia kecuali kebajikan. Sungguh, seorang benar-benar terhalang dari rezkinya karena dosa yang ia kerjakan."


Abi yang mengerti arah pembicaraan sang istri ikut menimpali. "Ad-Daa' wad Dawaa'. Ibnu Qoyyim Al-jauziyyah Rahimahullah." Abi tersenyum dengan sorot mata teduh. Umi menatap sang suami juga dengan senyuman. Sementara Reno terlihat bingung. Hingga Umi kembali berkata.


"Tangan ini memang gak mampu merubah hati Asma atau manusia lainnya. Tapi dengan doa kamu bahkan mampu merubah dunia."


Reno menatap Umi dengan mata berkaca-kaca. Sekarang ia mengerti, lelaki itu menatap Abi. Benar apa yang dikatakan kedua orang tuanya. Ia masih memiliki doa. Kekuatan doa yang bahkan mampu merubah dunia.


Bersambung


Dikit dulu yaa, besok lagi. Sorry telat up karena agak gak enak badan hari ini ^_^


Jangan lupa likenya


Banyakin komentarnya. Spam juga gak papa. Dan tambahin votenya kalau ada 😌


Terima kasih atas apresiasi


dari kalian semua ❀

__ADS_1


__ADS_2