
Holla! apa kabar? Zaraa kembali setelah beberapa hari. Happy reading ^_
***
Asma menarik kopernya dibantu supir taksi. Wanita itu lalu menggendong Ali. Sesaat menatap rumah yang baru ia beli, tapi sekarang harus pindah lagi. Kali ini, Asma memastikan Reno tak akan bisa menemukannya lagi.
Wanita itu kemudian masuk ke dalam taksi. Karena Ali yang sedikit rewel membuatnya hampir terlambat. Asma meminta sang pengemudi agar bergegas ke bandara.
"Bunda! huaa!" Ali menangis di pelukan Asma. Wanita itu bingung dan tak mengerti dengan putranya. Beberapa kali memeriksa apakah tengah kesakitan karena menangis sejak semalam tapi ternyata tubuhnya baik-baik saja.
"Jangan nangis dong sayang, bunda bingung," lirih wanita bercadar itu sembari mengusap kepala putranya. Ali terdiam masih dengan pipinya yang gembul penuh air mata.
"Pak, cepet yaa. Nanti saya ketinggalan," pinta Asma pelan dan sopan. Lalu kembali menatap Ali yang sudah tak menangis lagi di pangkuan. Wanita itu mengamati sang putra. Mengkhawatirkannya tentu saja. Ali menangis tanpa sebab membuat Asma benar-benar bingung. Sebentar ia diam lalu kemudian menangis lagi.
Asma tersadar saat taksi yang ia tumpangi benar-benar berada dalam kecepatan tinggi. Dahinya berkerut dalam lalu menatap sang supir taksi.
"Hati-hati Pak, utamakan keselamatan juga daripada kecepatan," ucap Asma pelan. Terdengar gerutuan dari suara lelaki di belakang kemudi. Asma jadi sedikit tak enak dan juga takut karena taksi yang ia tumpangi masih berada dalam kecepatan yang sangat tinggi.
Wanita itu menjadi gelisah sembari mengeratkan pelukan pada putranya. Hingga dari arah berlawanan sebuah sedan hitam dengan kecepatan tinggi menabrak taksi yang ditumpangi Asma.
Asma tercengang dan cepat melindungi Ali dengan tubuhnya. Wanita itu tak merasakan apa-apa lagi. Karena sudah tak sadarkan diri.
***
__ADS_1
Reno mengangkat kedua sudut bibirnya hingga sempurna saat lelaki yang ia tunggu memasuki ruang kerjanya. Lelaki itu mengulurkan tangan sembari berkata, "Saya tak menyangka bahwa Anda sendiri yang langsung menemui saya," ucap Reno ramah sembari menatap lelaki seumuran ayahnya.
Lelaki bernama Dariel Ewald Goddard. Seorang pengusaha dengan properti yang terkenal diberbagai negara. Termasuk Indonesia. Reno cukup bingung karena ia mengira bahwa putra dari tuan Dariel yang akan bertemu dengannya tapi ternyata lelaki hebat ini yang ia temui.
Mata biru lelaki itu mengingatkan Reno pada Asma. Beberapa hari ia tak mengunjungi wanita itu karena persyaratan dari Abi agar dapat memenangkan tender bernilai ratusan juta dan dapat bekerja sama dengan perusahaan Goddard. Persyaratan utama harus bisa menghapus segala data mengenai masa lalu Asma. Tentang prostitusi, jadi saat ada yang membicarakan hal itu nanti, tak akan ada bukti.
"Kebetulan saya sudah lama di Indonesia jadi tak salahnya membantu putra saya dengan menemui anda," sahut Dariel sembari tersenyum ramah.
"Jadi yang saya dengar benar." gumam Reno sembari meminta laki-laki itu duduk di sofa begitu pun dengan dirinya.
Saat lelaki yang bersama Dariel ikut duduk begitu pun dengan asisten Reno yakni Aditya. Dariel kembali berkata, "Ya, ada satu alasan yang membuat saya bertahan di sini."
"Bisakah kita mencari tempat yang lebih nyaman?" tanyanya pelan dan ramah. Reno menautkan alisnya dan menatap Aditya. Asistennya itu nampak tak nyaman karena tatapan bosnya.
Mereka kemudian bersiap menuju sebuah restoran yang sedikit jauh dari kantor Reno. Ia juga sudah memberitahu Dariel dan lelaki itu tak keberatan menempuh jarak yang lumayan. Mobil Dariel mengikuti mobil Reno dan di tengah perjalanan sebuah nomor dari orang suruhannya untuk mengawasi Asma menelpon dirinya.
Mata Reno membulat sempurna saat mendengar penuturan orang suruhannya. Lelaki itu menelpon Dariel dan berucap minta maaf karena harus membatalkan rencana mereka.
"Cepetan Dit!" ucap Reno dengan nada tinggi. Tubuhnya bergetar saat mengetahui Asma kecelakaan beberapa menit lalu dan tempat kecelakaan tak jauh dari tempat Reno sekarang. Memang rumah Asma satu kota dan cukup dekat dengan kantor Reno. Wanita keras kepala itu memang tak tau mengenai hal itu.
Saat sampai di tujuan. Mata Reno memerah menahan amarah. Orang-orang di sekitar, meskipun sangat sedikit tak berusaha membantu korban. Malah asik memvideo dan mereka juga menahan Reno agar tak ke sana. Tapi lelaki itu keras kepala.
"Ren! tahan dulu. Kita harus nunggu kepolisian dan ambulance," ucap Adit sembari menahan tangan Reno. Lelaki itu menyentakkannya dengan kasar.
__ADS_1
Berlari ke mobil taksi yang terdapat Asma dan Ali di dalam. Mobil itu mulai berasap. Keadaan kap mobil depan penyok. Reno berusaha membuka pintu mobil tapi terkunci.
"Aditya! bantu gue!" teriak Reno dengan mata berkaca-kaca. Tidak, ia tak akan membiarkan Asma terluka.
Alih-alih membantu, Adit justru menarik tangan Reno. Lalu berkata, "Lo gak lihat apa! nih bentar lagi mobilnya meledak!" bentak Aditya dengan geram. Namun Reno hiraukan, ia masih berusaha membuka pintu mobil sembari berteriak memanggil nama Asma.
Bersambung
Yang nanya apa maksud 'data' kata abi, Zaraa jawab dulu siapa tau ada yang bingung. Dalam prostitusi online ataupun kagak biasanya ada data gitu yang tercatat di mucikari atau website online. Nah yang diminta abi itu. Reno harus menghapus seluruh data tersebut agar nanti Asma kedepannya gak bakalan diolok. Semacam menghancurkan bukti tertulis kalau Asma pernah jadi wanita kayak gitu. (Paham-pahamin aja!)
Yang nanya kenapa orang-orang gak bantuin Reno. Karna emang ada kok yang kek gitu. Gak bantuin orang kecelakaan malah asik video😑
Padahal kagak ada yang nanya thorr😭
Btw, Karena novel Zaraa yang satunya udah tamat. Nih bakalan rutin up tiap hari kalau banyak yang komentar 😌
Banyakin komentarnya, spam juga gak papa. Jangan lupa likenya yaa dan kencengin votenya dong buat Zaraa😗
Terima kasih atas apresiasi
dari kalian semua ❤
Masuk gc Zaraa kalau pengen tau kapan up atau enggaknya yaaa ....
__ADS_1