Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 30


__ADS_3

Tekan like dulu yaa ^^


"Dalam setiap doaku, aku selalu menyebut namamu, entah untuk mendoakan kebaikanmu, atau sedikit memaksa Allah untuk kita bersatu."


~ Reno Dwija Sanjaya ~


***


Tak terasa sudah seminggu Asma melewati kehidupannya yang mulai berwarna bersama Ali.


"Mimi!"


Suara dari Ali yang berupa teriakan itu membuat Asma yang di dapur segera berlari ke ruangan tengah. Panik seketika menyerangnya. Karena merasa bahwa membiarkan Ali bermain sendiri di ruang tengah dan sekarang tak menemukan putranya.


Asma segera melangkah keluar rumah dan matanya membulat sempurna. Di sana, Ali tengah di gendong seseorang yang sangat amat ia kenal.


"Mbak Ina, kok gak bilang mau ke sini?" tanya Asma dengan senyuman merekah. Ia lalu menyalami wanita itu. Mbak Ina tersenyum ramah.


"Cuma mampir bentar, kangen Ali," sahut Ina sembari melangkah ke teras rumah. Lalu duduk di kursi rotan sederhana yang ada di sana.


"Ternyata Ali masih hapal yaa sama suara motor Umi?" tanyanya pada makhluk mungil yang ada di pangkuannya sendiri. Bocah itu hanya tersenyum sembari mengeluarkan kalimat yang entah berarti apa.


"Pantesan tadi Asma tinggalin di ruang tengah. Kok bisa langsung keluar sini." Asma berucap sembari menatap Ali.


"Kamu seharusnya jangan ceroboh yaa Dek, Pintu itu harus di tutup rapat," nasehat Ina dengan menatap dalam mata Asma.


"Oh iya, masakan aku!" wanita itu berlari masuk ke rumah. Ina hanya menggelengkan kepala. Entah mengapa, ia merasa sangat khawatir saat membiarkan Ali tinggal dengan Asma yang ceroboh.


Ali lalu turun dari pangkuan Ina dan menarik tangan wanita yang ia biasa panggil Mimi yang merupakan singkatan Umi. Menarik agar masuk ke dalam. Saat masuk, beliau memperhatikan Asma yang tengah memasak di dapur. Ia tersenyum getir.


"Ini Mbak, cuma sedikit aja adanya," kekeh Asma sembari meletakkan toples beberapa camilan dan minuman.


"Gak papa, kayak sama siapa aja," sahut Ina lalu menatap Ali yang duduk di lantai dan tengah bermain sendirian.


"Ali rewel gak?" tanya Ina.


"Gak juga Mbak, tapi kadang usil banget. Khimar aku biasanya di umpetin sama nih monster kecil." Asma tertawa di akhir kalimatnya begitu pula dengan Ina.


"Emang gitu. Kadang ada beberapa anak yang usil tapi belum tentu nakal lho. Tergantung gimana kita didiknya sama pergaulannya."

__ADS_1


Asma manggut-manggut saja. Lalu tatapannya berubah serius. Matanya berkaca-kaca menatap Ina.


"Maaf yaa Mbak," ucapnya pelan dengan wajah menunduk dalam. Ina mengesap minuman lalu meletakkan gelas itu. Ia menghela napas panjang. Asma memang beberapa kali meminta maaf karena tak enak hati. Saat bayi ia memberikan Ali pada Ina tapi sekarang mengambilnya begitu saja. Meskipun sebenarnya Ina keberatan, namun yang ia pikirkan. Toh ia bisa saja tetap menjadi Umi Ali meskipun Asma mengambil makhluk tampan dan menggemaskan itu.


Lagipula, sikap sang suami yang tak menerima Ali adalah alasan utama ia menyetujui keputusan Asma. Namun ia tak memberitahukan hal itu karena tak ingin menyakiti hati Asma.


"Gak papa Asma, jangan bahas ini lagi deh," sahut Ina sembari menggenggam tangan Asma.


"Pasti Ali ngerepotin Mbak yaa waktu bayi? sekarang aja Asma cukup kewalahan ngurusin balita seusianya." Asma berucap sembari menatap Ali.


"Oh jadi ngerasa Ali ngerepotin, ya udah Ali sama Mbak aja yaa?"


Mata Asma membulat sempurna.


"Jangan!" ucapnya spontan. Ina terkekeh pelan.


"Katanya kewalahan," cibir Ina sembari menggelengkan kepala.


"Tapi sayang," sahut Asma dengan mata berbinar menatap Ali.


"Sayang banget, aku sampai takut kalau Ali ninggalin aku Mbak." Ina menggenggam tangan Asma.


Ting tong!


Ting tong!


"Siapa?" tanya Ina. Asma menggelengkan kepala. Ia baru seminggu di rumah ini. Apa sudah ada tetangga yang mengenalnya. Tak ingin banyak berpraduga.


"Bentar yaa Mbak." Asma berdiri, memakai khimar serta hijabnya lalu berjalan menuju pintu. Seorang lelaki memunggunginya. Perasaan Asma tak enak. Lelaki ini seperti sangat familiar.


"Assalamualaikum." adalah ucapan pertama setelah lelaki itu berbalik dan menatap Asma. Wanita itu menatapnya dengan mata membulat sempurna. Sesaat ia tertegun.


"Mas Reno?"


Asma lalu menutup pintu, tak ingin Reno mengetahui keberadaan Ali. Ia langsung menatap Reno dengan sengit.


"Ada apa?" tanya Asma dengan ketus. Reno terdiam. Ia bingung harus mulai berbicara dari mana.


"Kalau gak ada yang penting. Tolong Mas. Jangan ganggu aku lagi," ucap Asma dengan nada memelas. Ia berbalik dan sebuah cengkraman di lengan membuat Asma tercengang.

__ADS_1


"Lepasin!" bentak Asma dengan mata membesar.


"Gak, dengerin dulu."


"Lepas Mas, gak enak dilihat orang!" bentak Asma lagi sembari meronta. Cengkraman tangan Reno di lengannya sangat kuat.


"Dengerin dulu yaa?" Asma tak menjawab pertanyaan Reno. Ia terus meronta lalu meringis.


Dengan kemarahan yang besar Asma menarik tangan Reno yang masih mencengkram lengannya ke arah mobil yang ia tebak mobil Reno. Cengkraman itu dilepas. Karena Reno pikir Asma mau bicara.


"Asma."


Wanita itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Tolong Mas, ini pertemuan terakhir kita." Asma melangkah ke rumah namun Reno menghalangi jalannya.


"Mas, minggir!"


"Di setiap Doa Asma."


Asma terdiam dan spontan menatap Reno.


"Dalam setiap doaku, aku selalu menyebut namamu, entah untuk mendoakan kebaikanmu, atau sedikit memaksa Allah untuk kita bersatu."


Asma membeku. Ia menundukkan kepala. Nampak berpikir sejenak kemudian menatap Reno dengan tekad yang kuat.


"Asma?" tegur Reno saat wanita itu hanya diam padahal tadi seperti ingin mengatakan sesuatu. Merasa Asma menatap ke arah belakangnya dengan membeku. Ia membalikkan tubuh. Matanya terkunci pada sepasang manik mata biru seperti Asma. Mata itu mengerjap polos.


Bersambung


Kasih likenya yaa jangan lupa ^^


Bukan maksud Zaraa lama up, tapi emang lagii sibuk di novel lain.


Kalau mau cepat di up. Silahkan komentar yaa. Karena hal itu menunjukkan emang banyak yang nunggu kelanjutannya.


Komentar mencapai angka 40, Meski cuma komentar up atau next aja. Zaraa segera ketik tulisannya meskipun belum posting di novel lainnya yang udah kontrak.


Tapi gak maksa yaa terserah kalian aja ^^

__ADS_1


__ADS_2