
"Abi ...."
Abi menatap sekilas istrinya Lily lalu mengalihkan tatapannya lagi.
"Abi keterlaluan ya Mi?" tanya Abi dengan suara gemetar menatap kosong ke sembarang arah.
"Gak Bi, sebagai orang tua kita pantas menghukumnya dan tentu saja dengan porsi yang sewajarnya," sahut Umi Lily tenang. Ia meraih tangan kekar sang suami. Tau, bahwa Abi tengah memikirkan sesuatu yang menganggu pikirannya tentang Reno. Hampir mirip dengan diri Abi saat muda dulu.
Dimas sebelumnya adalah pemuda yang biasa saja. Ia percaya Tuhan tapi tak beribadah terhadap-Nya. Menjalankan kehidupan seperti anak muda pada umumnya. Hingga wanita ketururan Turki bernama Anita, hamil anaknya. Putranya. Reno Dwija Sanjaya.
Mereka segera menikah saat tau Anita hamil. Saat itu terjadi, nama Sanjaya hanyalah nama biasa. Dimas dan orang tuanya adalah keluarga yang memiliki ekonomi biasa saja. Terbiasa hidup sederhana. Awalnya baik-baik saja. Tapi Anita yang nampaknya tak biasa hidup sederhana mulai berani melawan Dimas dan mengatakan dia hanya lelaki miskin. Hingga hari itu, ia menggugat cerai suaminya dan meninggalkan putranya.
Dimas muda pernah jatuh dalam lubang terdalam. Kemiskinan bagi Anita adalah kesederhanaan baginya. Tapi mulai menyadari bahwa harta adalah bagian kehidupan di dunia yang seharusnya di miliki. Dimas terus berkerja keras. Namun selalu gagal lagi dan lagi. Hingga ia menyadari satu hal. Usaha harus di iringi dengan doa.
Dimas jarang sholat ketika masih remaja dan benar-benar di tinggalkannya ketika sudah dewasa hingga usia kepala tiga. Lelaki itu mulai kembali berusaha dan berdoa. Saat itu ia hanya memiliki Reno. Bocah lelaki itu bahkan sering tak terlalu ia perhatikan karena sibuknya pekerjaan.
Hari yang Dimas tunggu tiba. Ia memiliki satu cabang usaha yang membuatnya sedikit demi sedikit menambah pundi-pundi hartanya. Tapi ia lupa lagi bahwa setelah usaha dan doa. Ada jutaan anak yatim di luar sana kelaparan sementara dirinya memiliki hak mereka.
Bukan lupa tapi dirinya sengaja. Dimas tau dalam setiap rupiah hartanya ada hak-hak orang lain di dalamnya. Ia harus sedekah dan memberikan keringanan penderitaan orang-orang tak mampu di luar sana. Tapi ia tak peduli. Dimas yang saat itu masih gagah merasa harta yang di milikinya adalah miliknya sendiri dan keluarganya. Mengapa harus bersedekah pada orang lain padahal dirinya sendiri sangat sulit mencari rupiah?
Hingga Allah kembali menamparnya dengan membuat bangkrut usaha Dimas dalan sekejap mata. Ada begitu banyak keringat dan air mata di usaha itu tapi Dimas tak memperdulikan air mata orang lain. Tak diam saja. Dimas geram dan marah pada Sang Pencipta. Tapi kejadian itu membuatnya berubah menjadi lebih baik dan ia tau. Semarah apapun dirinya pada Sang Maha Kuasa. Dimas tetap membutuhkan-Nya.
Dimas menyusun kembali rencana. Usaha dan doa lalu setelah berhasil, tak melupakan kewajibannya. Sedekah beberapa rupiah. Dan hadist yang menyebutkan memberi justru semakin membuatnya kaya adalah benar adanya. Dimas tak mengerti dengan apa yang terjadi. Hanya dalam hitungan bulan saja ia sukses lagi dalam satu cabang usaha. Tak lama setelah itu, ia membangun usaha lainnya. Seorang diri ditemani Sang Robbi, Dimas berhasil membuat nama Sanjaya di segani. Membangun sebuah pesantrean untuk amal jariyah saat ia mati.
Tapi tak pernah menduga, bahwa Allah membuatnya kembali mengingat sisi kelamnya lewat putranya sendiri. Dimas malu dengan semua orang bahwa ternyata Reno sama dengan dirinya dulu. Berzina. Itu sebabnya Dimas menghukum putranya. Ia tak ingin Reno sepertinya saat dulu mengira itu hal yang biasa. Di zaman sekarang itu seolah seperti bukan aib lagi dan sesuatu yang di anggap biasa saja. Padahal Mereka berzina.
__ADS_1
"Abi ...." ucap Umi Lily sembari mengeratkan genggaman di tangan kekar sang suami. Mata Abi Dimas bahkan sudah berlinang air mata.
"Aku malu Mi ...." sahut Abi sembari memeluk sang istri.
"Aku merasa gagal mendidik putra kita ...." ucap Abi di sela isakannya.
"Bagaimana nanti Allah menghukumnya seperti aku sebelumnya?" gumamnya lagi. Iya, Abi Dimas tak memikirkan bagaimana pertanggungjawabannya nanti di hadapan Sang Pencipta. Abi tak memikirkan dirinya. Ketakutan jika Reno mengalami hukuman dari Allah lebih mendominasi hatinya saat ini.
Umi mengeratkan pelukannya pada sang suami. "Allah Maha Pengampun Bi ...."
***
Makan malam sekarang terasa begitu hening. Dhika masih mengajar di pesantren jadi yang ada di meja makan hanya Abi, Umi dan Reno.
Reno makan dengan diam. Wajah itu bahkan dipenuhi lebam-lebam. Ia tak pernah menyangka bahwa Abinya bisa mengetahui hal itu setelah sekian lama. Tapi kemudian menyadari. Bahwa Abinya memang lelaki cerdas dan peka.
Abi meminta orang untuk menyelidiki tentang Asma Aqilatunnisa. Wanita bermata biru yang tak pernah ia duga adalah wanita panggilan sebelumnya.
Saat telah selesai makan malam, Reno menahan Abi untuk kembali ke kamar. Memasang wajah memelas dan mengatakan.
"Maaf Bi ...." ucapnya lagi dan lagi.
"Minta ampun sama Allah bukan sama Abi," sahut Abi datar. Reno berdecih pelan.
"Udah lama kali Bi, udah sholat taubat juga," sahut Reno dengan nada menggerutu.
__ADS_1
"Jadi menyesal gak?"
"Gak."
"Abi!" teriak Umi Lily ketika tangan itu hampir melayang lagi ke pipi putra sulungnya sendiri. Umi tak habis pikir dengan pikiran Reno yang dengan santainya menyahut begitu.
"Dengar 'kan Mi? anak siapa sih Kamu Reno Ya Allah ...." keluh Abi dengan memijat pelipisnya.
"Anak Abi sama Umi," sahut Reno lagi. Umi melotot padanya. Reno menelan saliva lalu kembali berkata. "Aku gak nyesel karena udah ketemu Asma tapi nyesel juga sih ketemunya di keadaan begitu," ucap Reno lagi dengan suara gemetar.
"Aku nyesel Bi dan memang kadang takut kalau Allah menghukum Abi atau Umi tapi gak nyesal sama sekali perihal bertemu Asma, dia wanita yang beda," ucap Reno dengan menghembuskan napas lega.
"Ngapain kamu bahas Asma?" tanya Umi lembut. Reno tersenyum bahagia. Tenyata Umi memang selalu peka.
"Aku mau nikahin Asma ...."
Bersambung
Gimana respon Abi sama Umi? hayo tebak😂
Btw, aku gak nyangka banget cepet banget komentarnya langsung banyak. Makasih yaa terharu banget lho ternyata banyak yang bener-bener suka. Di tunggu komentarnya dengan nominal yang sama yaaa dan likenya juga jangan lupa ^^
Ini Mas Reno sebelum wajahnya di pukul Abi, wkwk
__ADS_1
Zaraa juga mau promo. Yang males baca novel bisa mampir ke lapak Zaraa. Kumpulan cerpen karya sendiri. Silahkan cek profil yaa dan follow juga kalau mau, hehe****