
Reno terlihat menghela napas kasar sembari menuju mobilnya dengan Aditya yang berada di dalam. Berada di belakang kemudi dan sedang menatap Reno dengan mengerjap heran. Apa yang terjadi? bukankah Reno baru saja membahas tentang pekerjaan bersama Tuan Dariel Ewald Goddard.
Aditya kemudian mulai menyadari ada hal yang aneh di sini. Dariel meminta Reno menemuinya sendiri tanpa siapapun yang menemani bahkan Aditya yang asisten Reno.
"Ada apa? kenapa?" Aditya tak dapat menahan diri untuk tak bertanya pada lelaki yang memiliki raut wajah muram itu.
Reno menatap Aditya dengan sorot mata putus asa lalu berkata, "Gue kira Tuan Dariel nyuruh kesini karena mau ngomongin kerjaan."
"Terus?" desak Aditya sembari menatap lelaki itu. Reno mengusap kasar wajahnya.
"Ternyata ngomongin Asma dan Ali," sahut Reno yang menjeda ucapannya sesaat lalu kembali berucap. "Beliau minta gue jauhin mereka karena Asma mau dijodohin sama Putra angkatnya."
Aditya terkesima. Dariel memang memiliki putra angkat bernama Ken. Lelaki itu dipungutnya sejak kecil. Ken lah yang memang membantu Dariel mengurus perusahaan Goddard. Tapi tak pernah menyangka, bahwa Dariel akan menjodohkan Asma dengan Ken.
"Apa benar-benar gak kelihatan yaa Dit rasa gue sama Asma?" tanya Reno dengan sorot mata sendu. Ia menatap luar jendela yang terlihat gerimis. Seolah langit bahkan tahu bagaimana perasaannya sekarang juga tengah mendung.
"Gue bingung harus gimana ... Abi minta syarat yang banyak. Asma juga belum nerima. Sekarang ayah kandungnya juga terang-terangan menyatakan penolakannya." Suara Reno terdengar mulai serak. Ia berdehem pelan lalu kembali melanjutkan ucapan, "Kalau Abi sama Asma In shaa Allah pelan-pelan bisa ngebujuknya. Tapi calon mertua?"
Aditya hanya diam mendengarkan karena ia juga bingung memberi saran apa. Terlebih ia sejak awal tak mengerti pemikiran Reno yang menginginkan Asma. Apa sangat besar pesona yang diberikan wanita itu saat pertama kali bertemu? Hingga membuat Reno terjatuh dalam matanya yang begitu mempesona.
Aditya tak pernah melihat wajah Asma, tapi melihat mata birunya yang indah. Laki-laki itu mengakui bahwa jiwanya ikut tergugah.
Suara pintu yang terbuka membuat Aditya tersentak. Ia mengelus dada saat melihat Reno yang berlari ke arah Asma.
__ADS_1
Asma yang baru saja datang begitu terkesima melihat Reno berlari ke arahnya. Bukankah ia sudah cukup lama berada di panti asuhan bersama Camilla dan laki-laki itu apa benar-benar menunggunya? Wanita itu meminta Camilla agar membawa Ali ke dalam.
"Asma, aku mau ngomong bentar yaa?" pinta Reno dengan sorot mata memelas. Asma menghela napas.
"Please ...." ucap Reno lagi dengan menautkan alis.
Asma menganggukkan kepala kemudian berkata, "Ke sana."
Reno dan Asma melangkah menuju sebuah bangku di taman depan mansion. Beberapa pelayan dan seorang tukang kebun mengangguk hormat pada Asma.
Wanita itu cukup nyaman berada di sana karena area terbuka dan beberapa pelayan juga terlihat dari tempat ia duduk. Asma menunggu Reno membuka pembicaraan sembari menautkan kesepuluh jarinya.
"Aku gak ngerti sama sekali apa yang ngebuat kamu terus menghindar Asma ... katakan apa yang kurang dariku untukmu?" Reno menatap lurus ke depan. Dadanya berdegup kencang menunggu jawaban.
"Menyerahlah Mas," ucap Asma pelan. Lalu kembali melanjutkan ucapan, "Aku bakalan ngizinin kamu ketemu Ali. Kapanpun asal jangan mengambilnya dariku! sementara mengenai kita aku rasa udah gak ada lagi kata 'kita'." Asma tau bahwa hasil DNA sudah diterima Reno.
"Jadi, kamu emang udah nerima perjodohan itu?"
Asma terkesiap tapi wajahnya yang tertutup khimar tak membuat Reno dapat melihat raut keterkejutannya. Wanita itu juga menatap lurus ke depan hingga Reno tak bisa melihat bagaimana mata birunya membulat sempurna.
Reno menghela napas berat dengan tangan terkepal erat. Diamnya Asma membuat lelaki itu merasa bahwa wanita yang ia cintai memang sudah jatuh hati. Melihat bagaimana sudah berhari-hari Asma mungkin juga sudah bertemu dengan Ken dan mereka saling menyukai.
Segala yang bermunculan di otak Reno, membuat hatinya berdenyut nyeri. Lelaki itu memecah keheningan dengan berkata, "Apa memang kita gak berjodoh?"
__ADS_1
Pertanyaan konyol yang tak mampu di jawab siapapun. Tapi Reno terus melanjutkan ucapan karena ingin mengungkapkan banyak hal. Lelaki itu berucap dengan intonasi pelan, "Ana uhibbuki Asma."
Asma terdiam lalu menyahut pelan. "Gak ada Fillah-nya?" tanya wanita itu dengan terkekeh pelan.
"Gak, karena aku belum tau apa arti mencintai karena Allah," sahut Reno dengan terkekeh pelan. Lalu kembali melanjutkan ucapan, "Gak mau ngasih tau apa arti itu?" tanyanya.
"Aku juga gak ngerti apa arti mencintai karena Allah, Mas," sahut Asma sembari menatap Reno dari samping.
Reno yang merasa di tatap ikut menoleh hingga mata mereka bertemu dalam satu garis lurus. Reno terjatuh lagi pada kedalaman manik biru Asma yang seperti samudra. Lelaki itu berkata, "Mau gak cari sama-sama artinya?"
Bersambung
Semoga gak bosan yaa sama ceritanya hihi.
Jangan lupa likenya
Banyakin komentarnya
Tambahin votenya kalau ada
Terima kasih atas apresiasi
dari kalian semua❤
__ADS_1