
Dariel yang berada di ruang kerja tersentak ketika suara ketukan pintu menembus pendengarannya.
Lelaki itu kemudian bertanya siapa dan di jawab orang yang diluar sana. Suara Asma yang sudah dihafal lelaki itu membuatnya berkata, "Masuklah!"
Asma masuk sembari tersenyum teduh. Wanita itu memakai gamis hijau dan hijab dengan warna senada. Awalnya, Dariel pikir pakaian seperti itu tergolong murah dibandingkan pakaian yang terbuka di luaran sana tapi ternyata pakaian yang dipakai Asma ternyata sama mahalnya. Gamis yang polos dan lebar serta hijab lebar itu memiliki harga yang tinggi. Dariel tentu saja banyak membelikan Asma pakaian seperti itu.
"Padre ...." Suara Asma yang terdengar lembut membuat lelaki itu berdiri. Ia merangkul sang putri sulung kemudian membawanya duduk di sofa di ruangan tersebut.
"Apa aku menganggumu Padre?" tanya Asma dengan dahi berkerut dalam. Dariel menatap wajah Asma dengan dalam. Wanita itu memang sedang melepas khimarnya.
"Tidak tentu saja, katakan ada apa querida?" Dariel berucap dengan lembut serta sorot mata penuh kasih sayang.
Asma menghela napas kasar kemudian berucap, "Apa padre akan menjodohkanku?"
Dariel terkesiap mendengar pertanyaan itu. Melihat respon sang ayah, Asma kembali berkata, "Jadi benar yaa ... tapi kenapa?"
"Nak, apa kau benar-benar ingin sendiri? bukankah pernikahan adalah penyempurna agama?" Dariel berucap dengan lembut sembari menatap Asma dengan sorot mata tak terbaca. Lelaki itu tak mengerti dengan jalan pikiran putri sulungnya. Camilla cenderung selalu berterus terang tapi Asma sangat berbeda.
Berhari-hari hidup bersama. Lelaki itu sudah melihat bahwa Asma termasuk anak yang tertutup. Entah apa yang dipikirkan wanita itu. Ia tak pernah mampu untuk tau.
__ADS_1
"Dan apa kau pikir Ali akan baik-baik saja tanpa kehadiran seorang ayah?"
"Padre ...." Asma menundukkan wajahnya lalu kembali berkata, "Aku gak mau nikah."
"Tidak, kau harus menikah. Dalam waktu beberapa hari lagi."
Asma spontan mengangkat kepalanya kemudian bertanya dengan mata membulat sempurna, "Apa?!!"
"Ya, pernikahan akan dilaksanakan di sini. Ken sedang dalam perjalanan kemari."
"Kenapa?" tanya Asma dengan mata berkaca-kaca lalu kembali berkata, "Apa padre tak merasa bersalah dengan memaksaku begini? aku sudah besar dan juga mandiri! harusnya padre membiarkanku mengambil keputusan —"
"Sendiri?" potong Dariel dengan menghela napas kasar. Lelaki itu membawa Asma ke pelukan dan mengusap pelan punggung putrinya. Ia kembali berkata, "Kau sudah memiliki keluarga Asma, seseorang yang memiliki keluarga tak bisa memutuskan hal yang besar dengan keputusan sendiri. Percayalah, Padre hanya ingin kau bahagia querida ...."
***
Asma menuju kamar Ali yang terletak di sebelah kamarnya. Wanita itu menautkan kedua alis saat tak melihat sang putra. Ia tau bahwa Ali sedang tidur tadi. Lalu sekarang di mana.?
Wanita itu keluar kamar dengan kepanikan yang melanda. Bertanya pada pelayan dan pelayan itu berkata bahwa Ali di bawa Camilla. Asma menghela napas lega.
__ADS_1
Wanita itu menuju ruang tamu tempat Camilla dan Ali berada. Matanya membulat sempurna saat melihat Reno di sana. Langkahnya terhenti, dan Reno, Camilla serta Ali nampaknya belum menyadari kehadirannya.
Asma memegang dadanya yang berdenyut nyeri saat melihat Camilla begitu dekat dengan Reno. Ali berada di pangkuan ayahnya sementara Camilla di sebelah mereka.
Asma menghela napas kasar dengan terus menatap mereka. Sejak kapan Camilla dan Reno begitu dekat dan akrab seperti itu. Keduanya nampak berbincang sementara Ali bermain.
"Kak Asma ...." Camilla menarik kedua sudut bibirnya hingga sempurna kemudian kembali berkata, "Maaf Kak. Tadi Mas Reno mau ketemu Ali jadi kubawa kesini."
Asma terdiam saat mendengar Camilla memanggil Reno dengan kata 'mas' yang entah mengapa terdengar begitu mesra.
"Asma ...." Suara Reno menyadarkan wanita itu. Ia membalikkan tubuh dan berlari menuju kamarnya. Selain ia lupa belum memakai khimarnya, wanita itu juga merasakan sesak di dada yang tak ia ketahui penyebabnya apa.
Bersambung
Jangan lupa likenya
Banyakin komentarnya
Tambahin votenya kalau ada
__ADS_1
Terima kasih atas apresiasi
dari kalian semua❤