
Reno yang baru saja keluar dari kamar mandi terkesima melihat Asma tengah mengaji. Suaranya yang begitu merdu mampu membuat sang suami membeku. Sesaat, lelaki itu hanya menatap Asma dengan mata tak berkedip. Kecantikan Asma khas wanita Eropa dengan mata biru membuat lelaki itu mengerjap tak percaya.
Masih tak menyangka bahwa sekarang mereka sudah suami istri. Wanita yang begitu ia cintai sudah berada di hadapannya kini. Sudah ia gapai dan hanya miliknya seorang diri.
"Mas?"
Reno tersenyum saat melihat Asma selesai tadarus. Lelaki itu kemudian mendekat dan membantu Asma meletakkan Al-Quran ke tempatnya. Ia lalu duduk di hadapan Asma.
"Ali sama Umi," ucap Asma pelan.
Reno terkekeh pelan kemudian mengatakan, "Umi emang pengertian."
Asma mengerjap gugup dengan kedua pipi merona. Wanita yang masih memakai mukena itu kemudian berkata, "Mas ... abi sebenarnya ngomong apa sampai bisa meruntuhkan ego padre?"
"Gak tau juga," sahut Reno dengan menatap sang istri dengan tatapan mendamba sementara Asma ber-oh ria. Ia begitu penasaran sebenarnya namun akhirnya memilih mengalihkan pembicaraan. Melontarkan pertanyaan yang juga membuat ia penasaran.
"Mas ... kenapa?"
Reno mengerjap bingung menatap Asma, ia lantas bertanya, "Apanya yang kenapa?"
"Kenapa mau sama aku yang punya masa lalu kotor seperti itu?" tanya Asma dengan mata berkaca-kaca.
Reno berdecak kesal sembari menggelengkan kepala. Lalu berkata, "Apa kamu lupa? aku juga pernah berzina."
"Tapi Mas, Aku—" Ucapan Asma terpotong tatkala Reno mendaratkan telunjuknya di bibir kemerahan Asma.
"Udah dong sayang ...." bujuk Reno sembari membawa Asma dalam dekapan.
Asma melepaskan pelukan lalu menatap Reno masih dengan mata yang berkaca-kaca. "Maaf Mas, aku gak jaga kehormatanku buat kamu." Satu bulir bening yang membasahi netra menyatakan penyesalan Asma yang luar biasa.
Saat tangisnya kembali merebak, Reno hanya diam dengan terus mengeratkan pelukan. Sementara Asma nampak terus bergerak seolah tak nyaman.
"Gak papa, udah yaa ...." ucap Reno sembari mengecup puncak kepala Asma. Lalu melanjutkan ucapannya. "Mau denger sebuah kisah gak?"
__ADS_1
Asma menganggukkan kepala lalu menatap Reno dengan mata yang masih basah akan air mata.
"Putar 180 derajat dulu duduknya."
Asma menurut meski bingung. Ia memutar tubuhnya hingga sekarang justru membelakangi sang suami.
"Mundur lagi," titah Reno lembut.
Asma memundurkan tubuhnya hingga bagian belakangnya menyentuh kaki Reno yang duduk bersila.
"Mundur lagi."
Asma menautkan alisnya. Menoleh sebentar pada Reno yang dibelakangnya. Lelaki itu berdecak kesal lalu menarik Asma ke pangkuan.
"Susah banget sih minta duduk di pangkuan aja," gerutu Reno pelan. Asma yang baru saja habis tersentak menjadi terdiam.
Reno menghirup dalam aroma tubuh Asma yang begitu memanjakan inderanya. Ia melepas mukena istrinya lalu memejamkan mata sembari tersenyum bahagia. Saat manik hitam itu terbuka, Reno memulai kisahnya, " Alkisah seorang laki-laki bernama Martsad al-Ghanawi diutus secara rahasia oleh Nabi Muhammad ke kota Mekah untuk menyelamatkan beberapa orang muslim yang tertawan di sana."
Asma mulai menyimak sementara Reno mengeratkan pelukannya dengan posesif ke pinggang istrinya lalu melanjutkan, "Saat berada di Mekah, Martsad berjumpa dengan bekas teman wanitanya pada masa jahiliah bernama ‘Anaq yang berprofesi sebagai pelacurr
“Kalau begitu, nikahilah aku,” pinta ‘Anaq.
“Tidak, sebelum aku menanyakan hal ini kepada Rasulullah,” tegas Marstad.
Sepulangnya ke Madinah, Martsad bertanya kepada Rasulullah.
“Bolehkah saya mengawini ‘Anaq, ya Rasulullah?”
Rasulullah berdiam diri sebentar lalu membacakan wahyu yang baru saja diterimanya, “Laki-laki pezina tidak mengawini melainkan perempuan pezina atau wanita musyrik, dan perempuan pezina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki pezina atau musyrik. Dan diharamkan yang demikian atas orang-orang mukmin.” (Q.S. An-Nur 24: 3).
Lalu beliau berkata kepada Marstad, “Jangan mengawininya!” (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Asma terkesima dengan mata berkaca-kaca. Kemudian berkata, "Apa itu artinya kita melanggar larangan Allah Mas?"
__ADS_1
"Memangnya kamu masih berzina?" tanya Reno dengan tatapan tak terbaca.
"Enggak! demi apapun. Aku melakukan terakhir kali denganmu!" Mendengar ucapan sendiri Asma jadi meringis. Saat orang lain di luar sana mengatakan bahwa sang suami yang pertama menyentuh mereka. Asma merasa hina karena sang suami yang terakhir menyentuhnya.
"Yaa beda lagi hukumnya kalau udah jadi Mantan pezina."
Suara Reno membuyarkan lamunan Asma. Reno menjatuhkan kepalanya di pundak Asma kemudian kembali melanjutkan, "Bertolak dari ayat ini, disimpulkan bahwa haram hukumnya laki-laki baik-baik menikahi wanita pezina, demikian juga haram hukumnya perempuan baik-baik menikah dengan laki-laki pezina."
"Aku mencarimu Asma. Tapi Allah menyembunyikanmu hanya dengan satu kain tipis dengan nama niqab atau cadar. Saat itu aku menyadari. Allah sedang berusaha memantaskan diri kita masing-masing hingga dipertemukan dalam sebuah ikatan pernikahan."
Asma terenyuh mendengarnya kemudian bertanya, "Apa aku salah Mas menyembunyikan dosa dibalik khimarku?"
"Itu hanya noda," sahut Reno cepat mengingat ucapan Huwaida Ayduha. Lalu kembali berkata, "Sebenarnya kamu punya banyak cara untuk menyembunyikan dosa masa lalu. Bukan hanya menutupnya lewat khimar. Misal seperti pindah ke luar negeri atau pindah ke kota yang satu orang pun tak tau siapa 'Aqila'."
Reno mengecup sekilas pipi Asma lalu kembali berkata, "Tapi kamu memilih khimar. Bukan karena untuk menutup noda atau dosa. Tapi hati kecil kamu sendiri yang menginginkan hal ini."
Asma terkesima mendengarnya hingga suara Reno kembali terdengar lembut di pendengaran Asma. "Memakai cadar itu sunah. Saat banyak wanita diluar sana memamerkan dirinya yang memakai cadar melalui sosial media, Seorang Asma Aqilatunnisa bahkan selalu berusaha menyembunyikan dirinya. Dan aku bangga kamu jadi istriku."
Asma tak dapat menahan bulir bening karena rasa haru yang luar biasa. Ia masih tak percaya bahwa ada lelaki seperti Reno yang memiliki pemikiran cukup terbuka.
"Ada satu kisah lagi," ucap Reno sembari memejamkan mata lalu kembali berkata, "Tapi aku menginginkanmu saat ini."
Reno mengecup tengkuk Asma yang membuat wanita itu mengerti apa maksud sang suami.
Bersambung
Visual Asma. Maaf kalau gak sesuai bayangan kalian. Hehe
Mas Reno ❤😍
__ADS_1
Banyakin komentarnya, nanti malam up lagi kalau banyak yang komentar yaa ❤❤