
"Maaf ...." ucap Asma pelan.
Camilla menggelengkan kepala. Lalu berkata, "Bukan salah Kak Asma. Perasaan memang tak bisa di paksakan?"
Asma hanya diam. Bingung merespon apa. Camilla bercerita banyak tentang keluarga mereka. Tentang pernikahan kedua orang tuanya karena keinginan kedua keluarga lalu perceraian ayah dan ibunya karena sang ayah begitu dingin pada istrinya. Dariel juga menyimpan banyak barang yang berkaitan dengan istri pertamanya. Aira.
Membuat ibu Camilla sudah tak tahan lagi. Wanita itu sudah mencoba memperbaiki hubungan tapi bahkan saat Camilla dilahirkan. Lelaki itu masih dingin padanya tapi tetap menjaga Camilla dan memberikan banyak kasih sayang dan juga cinta.
Hal itu membuat Asma tak enak karena ibunya secara tak langsung membuat ayah Dariel tak bisa membuka hati untuk ibu Camilla. Namun, benar apa yang di katakan Camilla, hal itu bukan kesalahannya. Asma hanya berucap maaf atas tanda prihatin.
"Ayah Ali di mana?" tanya Camilla yang membuat Asma tersentak. Manik biru Asma yang hanya terlihat sebab khimar menutup wajahnya, cukup membuat Camilla mengerti bahwa wanita itu terkejut atau mungkin tak ingin memberitahu
Camilla berdehem pelan lalu berucap dengan nada penyesalan. "Maaf ...." Sikapnya yang suka berterus terang dan langsung mengucapkan apa yang ada di pikiran membuat Camilla kadang kesal sendiri pada dirinya. Harusnya ia bisa memikirkan dulu apa ucapan atau pertanyaan yang ia lontarkan pantas atau akan membuat seseorang tak nyaman.
"Ali hanya memiliki ibu," sahut Asma.
"Tidak, dia punya bibi, kakek dan banyak sepupu di Spanyol dan juga London," ucap Camilla sembari menatap Ali yang masih di pangkuan Asma.
Asma menarik kedua sudut bibirnya hingga sempurna lalu berkata, "Terima kasih karena sudah menerimaku Camilla."
***
__ADS_1
Berhari-hari hidup bersama saudari dan ayahnya membuat Asma benar-benar merasakan apa itu keluarga. Sikap Camilla yang ceria sedikit menular padanya. Lalu sikap Dariel yang begitu hangat dan lembut pada kedua putrinya membuat hati Asma bersorak bahagia.
Asma tak pernah berpikir akan ada hari seperti ini. Sebelumnya, ia tak pernah berharap apapun tentang sebuah kebahagiaan yang tengah ia rasakan. Perasaan membuncah di dada dan perasaan itu membuat senyuman selalu terlihat di bibir Asma.
"Camilla, kau ingin ikut?" tanya Asma memastikan. Hari ini ia memutuskan untuk mengunjungi panti asuhan tempat ia dibesarkan. Wanita itu juga mengajak Syifa dan Ida. Sekarang ia siap berangkat.
"Tentu saja," sahut Camilla sembari menatap Asma sekilas lalu kembali memoleskan make up.
"Kau sudah cantik," ucap Asma yang berdiri di belakang Camilla.
Gadis itu menatap kakaknya dari pantulan cermin riasnya lalu berkata, "Tentu saja. Aku lebih cantik darimu."
Reno menatap Asma lalu mengalihkan tatapannya pada Ali yang ada di gendongan Asma. Ia berkata, "Apa kabar putra kita?"
Camilla yang di sebelah Asma mengerjapkan mata. Sejenak ia terpesona dengan ketampanan lelaki yang ternyata ayah keponakannya. Hingga suara pelayan memecahkan keheningan mereka.
"Tuan Besar sudah menungga anda," ucap pelayan tersebut yang dibalas Reno dengan anggukan kepala.
Ia menatap Asma lalu berkata, "Setelah pekerjaan selesai. Aku akan menemui kalian."
Reno mencuri kecupan singkat di puncuk kepala Ali yang membuat bocah itu tersenyum. Setelah kepergian Reno yang masuk ke dalam, Camilla dan Asma segera masuk mobil yang membawa mereka ke tujuan.
__ADS_1
Camilla menatap Asma saat di perjalanan lalu berkata setelah berdehem pelan, "Kak Asma mencintainya?" Ia tau, apa yang terjadi pada Reno dan Asma dari ayahnya. Juga jelas tau bahwa sebelumnya tak ada pernikahan di antara mereka.
"Gak," sahut Asma singkat sembari membuang muka. Nada kesal darinya membuat Camilla menautkan alisnya.
"Memangnya kenapa?" tanya Asma.
"Aku hanya ingin memastikan Kak," sahut Camilla diringi rona merah di pipi. Asma menatap lekat gadis itu.
"Dia tampan dan aku suka pria Asia."
Bersambung
Aku up lagi yaa, hihi
Jangan lupa likenya
Banyakin komentarnya. Spam juga gak papa. Dan tambahin votenya kalau ada π
Terima kasih atas apresiasi
dari kalian semua β€
__ADS_1