Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
Bonus chapter 2


__ADS_3

"Asma!"


Reno berjalan cepat sembari menelusuri seluruh rumah Sanjaya. Mencari istrinya. Asma Aqilatunnisa.


Menuju ke kamar mereka. Lelaki itu langsung melihat kamar mandi yang tertutup. Satu ketukan sembari memanggil nama Asma.


Reno kemudian membuka pintu itu saat tau bahwa tak dikunci. Kedua alisnya langsung tertaut tak suka saat melihat apa yang dilakukan Asma.


Mengambil benda berbentuk stik di tangan Asma. Terlihat Asma terpaku menatap satu garis di benda itu dengan mata berkaca-kaca. Reno lalu menatap sang istri dengan sorot mata penuh cinta.


"Udah yaa, jangan kayak gini," ucap Reno sembari membawa Asma ke dekapan. Wanita itu diam dengan isakan pelan.


"Kita udah punya Ali. Syukuri aja ya," imbuh Reno lagi


Asma mengurai pelukan lalu keluar kamar mandi. Duduk di sofa kamarnya, Asma berkata, "Tapi Mas mau satu lagi 'kan?"


Di awal pernikahan, Reno selalu berkata ingin anak perempuan. Lelaki itu tak menyangka, bahwa setelah beberapa tahun pernikahan. Keinginannya menjadi beban untuk Asma.


"Kalau Allah gak menghendaki. Mas gak papa," ucap Reno sembari bersimpuh di hadapan istrinya. Menyingkirkan surai rambut yang menutupi pipi Asma.


Wajah Asma terlihat pucat. Hidung merah dan manik biru yang terus mengeluarkan air mata.


"Maaf ...." ucap Asma pelan sembari menunduk dalam. Wanita itu merasa sangat putus asa. Beberapa kali mencoba. Berusaha dan terus berdoa. Tapi mengapa ia belum hamil juga?


Asma juga sudah ke dokter. Dokter mengatakan rahimnya baik-baik saja. Tak ada yang salah. Hanya Allah yang masih belum memberi. Tapi sebagai wanita, Asma cenderung selalu khawatir.


Ia takut jika dirinya tak bisa memenuhi keinginan sang suami, Reno akan menikah lagi.


"Seharusnya Mas gak menikahi aku yang cuma pelacu-"

__ADS_1


"Asma!" sela Reno dengan nada bentakan. Berdiri dan menatap tajam sang istri.


Memijit pelipisnya. Reno sangat pusing mengapa Asma sangat sensitif beberapa hari ini. Apalagi mengenai kehamilan. Sudah banyak test pack yang Asma pakai dan saat terlihat hasilnya. Ia akan terpuruk seperti ini. Tapi kali ini lebih parah dari biasanya.


Dulu, Asma hanya terlihat sedih lalu berusaha dan berdoa lagi. Tapi sekarang? ia menyalahkan diri sendiri.


"Mungkin karena dulu aku sering minum obat KB."Asma berucap dengan tangisan yang kian mengeras.


"Mungkin ini azab Allah karena masa lalu ku." Wanita itu berucap lagi dengan wajah frustasi. Air mata terus bercucuran.


Reno menghela napas kasar. Lalu duduk di sofa. Memeluk Asma dan mengecup puncuk kepalanya.


"Tolong Asma," ucap Reno pelan.


"Sampai kapan kamu gak maafin diri kamu sendiri?"


"Kenapa kamu kayak gini?"


Asma diam dan hanya terdengar tangisannya yang semakin pelan. Menandakan ia mulai tenang.


Namun tak berlangsung lama, Reno merasa Asma hilang kesadaran. Benar saja. Wanita itu pingsan dalam dekapan.


***


"Pada kehamilan trimester pertama. Tolong perbanyak istirahat dan jangan sampai stress yaa."


Reno mengerjap kaget. Menatap dokter dengan sorot mata tanya.


"Istri anda sedang hamil. Usia janin baru 4 minggu. Mungkin anda belum tau. Bahwa wanita hamil sangat sensitif jadi tolong jangan sampai stress seperti ini!" Dokter mengingatkan dengan serius.

__ADS_1


"Saya hamil?" Asma ikut terkesiap.


"Tapi saya baru saja menggunakan test pack dan hasilnya negative."


Dokter terdiam sejenak. Lalu berkata sembari tersenyum, "Ada beberapa hal yang menjadi pemicu hasil test pack menjadi kurang akurat. Beberapa nya bisa kadaluarsa dan bisa pula anda gak memperhatikan dengan benar. Karena garis kedua kadang agak buram."


Dokter keluar dari kamar tempat Asma di rawat. Untung saja bayi dan Asma tak apa-apa. Reno begitu panik tadi. Karena Asma tak sadarkan diri.


Reno menatap Asma. Wanita itu tersenyum dengan kekehan pelan.


"Mungkin kadaluarsa."


Reno tertawa lalu mengecup pipi Asma. Beralih ke bibir yang selalu telihat menggoda di matanya.


"Asma Ya ampun ..." Reno memasang raut wajah meledek. Benar-benar konyol pikirnya. Bagaimana bisa Asma membeli test pack kadaluarsa?


"Aku gak tau kalau test pack ada masa kadaluarsa.Tapi emang belinya udah lama Mas. Langsung banyak waktu awal pernikahan."


Reno terperangah. Sudah bertahun-tahun jelas kadaluarsa.


"Astaghfirullah ...." Reno tertawa lagi sembari menggelengkan kepala lalu Menatap Asma dengan sorot mata bahagia.


Senyuman Asma dan sorot mata manik birunya menunjukkan wanita itu teramat bahagia.


"Mas, kalau nanti bayinya-"


"Asma ...." Reno menatap Asma dengan raut wajah serius. Lalu berkata, "Perempuan atau laki-laki. Sama aja. Dia buah hati kita."


***

__ADS_1


Likenya wahai emak emak πŸ˜‚


Bonchap lagi kalau banyak yang minta. Banyakin komentarnya yaa 😁


__ADS_2