Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 36


__ADS_3

Holla! kasih likenya dulu yaa sebelum baca


Happy reading ^_^


***


"Padre, aku bisa sendiri," ucap Asma lembut untuk menghentikan suapan pertama dari sang ayah. Ia sudah sadar dua hari yang lalu dan tengah menjalankan perawatan untuk pemulihan. Perban terlihat mengelilingi kepalanya karena yang terluka adalah bagian belakang kepala. Ia juga sudah tau mengenai Padre (ayah). Saat tau hal itu, entah bagaimana menggambarkan perasaannya. Sebagai seorang anak sebatang kara jelas ia merindukan keluarga kandungnya. Tak pernah menyangka, bahwa sang ayah mencarinya puluhan tahun di Indonesia.


"Aku tau kau tak terbiasa bermanja," sahut Dariel lembut lalu kembali berkata, "Tapi setidaknya biarkan aku menyuapimu. Aku ayahmu, querida."


"Tapi Padre, aku-" Ucapan Asma terpotong ketika melihat sang ayah tengah tertunduk dalam. Ia jadi terdiam. Hingga Dariel mengangkat kepala.


Menatap lekat Asma dengan mata birunya yang berkaca-kaca. Lalu berkata, "Aku tau kau tak mempercayaiku, querida." (sayang). Dariel tau bahwa Asma pernah memiliki kenangan yang buruk dengan ayah angkatnya. Membuat dirinya yang sekarang trauma dan takut bahkan dengan ayah kandungnya.


"Maaf, aku takut ...." ucap Asma pelan dengan isakan tertahan.


Ketukan di pintu mengalihkan perhatian keduanya. Ketika Dariel berseru siapa, dan di jawab dengan seorang lelaki yang dikenal Asma. Wanita itu sigap memasang hijab untuk melilit kepalanya lalu Dariel mempersilakan dua lelaki itu masuk.


Reno masuk dengan menggendong Ali. Asma tak terkejut lagi. Ia sudah lelah berlari dan takdir selalu membuatnya berhenti di tempat semula lagi. Wanita itu tak khawatir Reno mengetahui Ali adalah putranya karena yakin bahwa ayahnya akan membantu dia jika lelaki itu ingin mengambil Ali dari sisinya.

__ADS_1


"Bunda!" teriak Ali riang lalu diturunkan Reno ke ranjang Asma. Bocah mungil dan menggemaskan itu menghambur ke pelukan Asma.


"Anak bunda udah makan?" tanya Asma yang dibalas Ali dengan anggukan kepala sembari menarik kedua sudut bibirnya hingga tersenyum sempurna.


"Ali sudah makan denganku tadi." Sahutan dari Reno tak membuat Asma menatapnya. Wanita itu menatap lekat sang putra.


"Ali, nanti jangan lagi makan sama orang yang asing yaa," ucap Asma sembari mengusap puncuk kepala sang putra. Bocah itu hanya diam. Entah mengerti atau tidak.


Dengan sorot mata, Dariel meminta pengertian pada Reno untuk pergi. Asma belum pulih dan akan lebih baik menuruti kemauannya dulu. Reno mengangguk hormat pada Dariel lalu mengucap salam dan pergi dari sana dengan sorot mata kecewa. Entah sampai kapan Asma akan menerimanya.


Dariel mengalihkan tatapan pada Ali yang tengah bermanja pada Asma. Bocah itu meletakkan kepalanya di pangkuan Asma. Membuat Dariel berkata, "Apa tak apa begitu? biar Ali Padre gendong saja."


"Yang terluka kepalaku Padre." Asma menjeda ucapannya sesaat lalu kembali berucap, "Aku baik-baik saja."


"Padre," potong Asma dengan nada kesal. Dariel terkekeh lalu kembali memberikan sesuap bubur yang telah dibuatkan oleh kokinya di mansion.


"Aku tau mengenai kalian," ucap Dariel santai sembari terus menyuapi Asma yang lahap memakan buburnya. Melirik Ali yang nampak nya mulai terlelap di pangkuan putrinya.


"Berapa banyak yang Padre tau tentangku?" tanya Asma dengan nada kesal.

__ADS_1


"Segalanya," sahut Dariel dengan terkekeh pelan lalu kembali melanjutkan ucapan. "Lihatlah ini!" Dariel menyodorkan ponselnya dengan sebuah video kecelakaan yang menjadi tranding topik kedua di Indonesia. Hal itu terjadi karena menampilkan wajah Reno yang khawatir dan bergetar memeluk Asma. Hanya beberapa detik tapi mampu membuat semua orang penasaran siapa wanita bercadar yang didekap seorang Reno Dwija Sanjaya.


Asma terkesiap melihatnya lalu dahi itu berkerut dalam. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Dariel menatap lekat wanita itu lalu berucap. "Hanya isi hatimu yang Padre tak ketahui."


Asma menatap Dariel dan sang ayah melanjutkan ucapannya dengan berkata, "Semua orang memiliki masa lalu querida ... Berdamailah dengan segala yang terjadi apalagi dengan masa lalu. Padre bersumpah akan terus melindungimu."


Bersambung


Padre: ayah


querida : sayang


Sedikit dulu yaa, ini shubuh ngetiknya karena hari ini ada acara keluarga 😐


Jangan lupa likenya 😑


Banyakin komentarnya yaa😭


Tambahin juga vote nya kalau ada karena itu penyemangat Zaraa😌

__ADS_1


Terimakasih atas apresiasi


dari kalian semua ❤


__ADS_2