Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 37


__ADS_3

Asma terkesiap ketika menatap apa yang ada di depan matanya. Wanita yang baru saja keluar dari rumah sakit itu tengah menatap mansion milik ayahnya.


"Ayo querida," ajak sang ayah sembari mengambil Ali dari gendongan putrinya. Asma tersentak dan menatap sang ayah.


"Padre tinggal sendirian?" tanya Asma dengan sorot mata kekhawatiran. Ia takut jika bertemu keluarga ayahnya dan mereka tak menerima dirinya. Ia harus bagaimana nantinya?


"Tidak, ada banyak pelayan di dalam," sahut Dariel lalu mulai melangkah. Asma tertegun sesaat ketika banyak pelayan yang menyambutnya. Wanita itu menghalangi seorang pelayan muda yang ingin membawakan tasnya.


Dariel menatap Asma lalu berkata, "Berikan saja." Asma melepaskan tas itu saat mendengar nada Dariel seperti perintah.


Dariel merangkul sang putri dengan tangan kanan sembari tangan kiri menggendong Ali. Lelaki itu membawa Asma ke meja makan untuk makan siang.


"Apa ini tak berlebihan jika hanya kita yang makan?" tanya Asma dengan nada pelan sembari menatap makanan yang begitu banyak tertata di meja makan


"Tak apa Asma, makanlah sepuasnya." Dariel menatap Asma lalu duduk di salah satu kursi meja makan yang ada di sana.


"Biar Ali denganku saja, Padre," ucap Asma lalu mengambil Ali dari tangan Ayahnya. Sang ayah hanya diam dan mulai makan siang. Asma menyuapi Ali yang lahap makan. Wanita itu menatap sang putra dengan penuh kasih sayang.


"Sebentar lagi, adikmu datang." Dariel berucap setelah menelan makannya sembari menatap Asma. Wanita itu menatapnya dengan alis yang bertaut.


"Adik? berapa adikku?" tanya Asma antusias. Lelaki itu terkesiap sesaat lalu kembali berucap.

__ADS_1


"Hanya satu querida. Ia begitu kekanakkan karena aku memanjakannya," sahut Dariel dengan terkekeh pelan lalu kembali melanjutkan ucapan. "Saat kehilanganmu. Aku begitu takut kehilangannya juga."


Asma terdiam dan menatap lekat sang ayah ketika manik mata biru itu terlihat menyorotkan luka dan penyesalan yang tiada tara. Hingga ayahnya kembali berkata, "Maaf, aku tak bisa menjagamu saat itu."


Dariel menghela napas panjang. Seandainya Asma bersama dengan dirinya sejak dulu maka wanita itu akan diperlakukan layaknya ratu. Bukan hanya seorang putri tapi memang seorang ratu. Ia akan melimpahi Asma dengan cinta dan juga harta.


"Padre ... bukankah kau mengatakan akan lebih baik lupakan yang sudah berlalu?" Asma menatap sang ayah dengan mata teduhnya.


Dariel menganggukkan kepala lalu berkata, "Makanlah querida, di sini semua pelayan adalah wanita kau bisa melepaskan penutup wajahmu untuk makan siang."


Asma menggelengkan kepala lalu berkata, "Aku gak lapar Padre." Wanita itu terkekeh pelan saat sudah menggunakan bahasa informal. Dariel selalu berucap dengan kata baku. Membuatnya tanpa sadar ikut berbicara seperti itu. "Namanya khimar," lanjutnya dengan nada menggerutu. Meralat ucapan ayah yang menyebut penutup wajah.


"Padre!"


Seorang wanita cantik dengan rambut pirang bergelombang berlari ke arah Dariel. Mengecup singkat pipi itu lalu berucap dengan nada menggerutu. "Kau tak sayang lagi denganku karena sudah menemukan putri sulungmu Padre?"


"Omong kosong apa itu! kalian berdua sama putriku!" sahut Dariel tegas. Menatap putri bungsu dari istri keduanya. Camilla Ewald Goddard.


"Ah yaa, di mana kakakku itu?" tanya Camilla sembari matanya berusaha mencari sosok yang ia tak pernah tau.


"Kau kakakku?" tanya Camilla dengan sorot mata tak terbaca menatap Asma. Ia berjalan perlahan menuju wanita itu. Asma berdiri, meletakkan Ali pada kursi di sana. Hingga sekarang kedua wanita muda tersebut saling berhadapan. Manik mata biru milik Camilla menatap dalam manik biru milik Asma. Keduanya saling menatap dengan satu garis lurus serta sorot mata tak terbaca.

__ADS_1


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Camilla lagi dengan menautkan kedua alisnya.


"Asma ...." Asma Mengulurkan tangan dan di sambut oleh Camilla justru dengan pelukan.


"Selamat datang," ucapnya pelan di telinga Asma lalu kembali melanjutkan ucapannya, "Di Neraka."


Bersambung


Sedikit dulu yaa ^_


Aku tuh kurang semangat nulis ini karena likenya aja dikit bangeet 😭


Jangan lupa likenya


Banyakin komentarnya


Tambahin votenya kalau ada 😌


Terima kasih atas apresiasi


dari kalian semua ❀

__ADS_1


__ADS_2