
"Mas ...." Asma meringis saat kontraksi yang ia rasa semakin menjadi.
"Sabar Yaa. Kamu pasti kuat. Bertahan sayang ...." sahut Reno sembari menghela napas panjang. Benar-benar khawatir pada sang istri yang sebentar lagi akan melahirkan.
"Dulu waktu ngelahirin Ali kek gini ya? maaf yaa. Waktu itu Mas gak ada," ucap Reno dengan mata berkaca-kaca. Tak pernah membayangkan bagaimana kehamilan Asma saat itu.
"Enggak. Dulu waktu hamil Ali gak secapek ini." Asma menyahut saat kontraksinya berhenti. Tak lama. Ia kembali merasakan kontraksi yang rasa sakitnya semakin menjadi.
Keringat bercucuran di dahi. Reno mengerti, berarti benar kata orang. Bahwa perempuan yang hamil tanpa pernikahan akan kehilangan nikmat sebagai wanita yang hamil.
Nikmat dalam artian pahala besar. Nikmat seorang ibu yang kadang tak bisa tidur karena kelelahan. Sakit pinggang, dan hal lainnya. Termasuk saat melahirkan.
Itu sebabnya, ada banyak wanita yang hamil diluar nikah tiba-tiba melahirkan dengan cepat. Itu semua terjadi karena Allah mengambil nikmatnya sebagai seorang ibu. Wanita yang hamil tanpa pernikahan juga tak merasa kelelahan seperti wanita hamil pada umumnya.
"Aaargh!"
Teriakan Asma membuat Reno panik. Namun tak lama, dokter memeriksa Asma. Katanya, sudah waktunya bayi mereka lahir ke dunia.
Dokter mengarahkan Asma untuk mengejan. Wanita itu kemudian menggenggam tangan Reno.
"Ya Allah ... Aaargh! hah ... hah ...." Asma berusaha mengatur napasnya.
"Ayo bu lagi. Lebih kuat lagi!" Dokter berucap dengan penuh semangat.
"Ayo sayang!" ucap Reno lembut sembari mengecup beberapa kali kepala Asma. Wanita itu menarik napas lalu mengejan sekuat tenaga.
Reno mengucap ayat kursi lalu melantunkan doa dengan bisikan pelan di telinga Asma, "Rabbanaa laa tuaakhiznaa in nasiina aw akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil alaina ishran kamaa hamaltahu ‘alal-ladziina min qablinaa, rabbanaa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih. Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa warhamnaa anta maulanaa fanshurnaa ‘alal-qaumil kaafirin."
Asma kembali mengejan. Lagi dan lagi. Hingga Asma merasa sesuatu lolos dari bagian intinya. Wanita itu terengah sembari memejamkan mata. Terdengar tangisan merdu dari buah hati kedua Reno dan Asma.
__ADS_1
"Alhamdulillah!" seru Reno dengan mata berkaca-kaca. Menatap bayi merah yang penuh darah. Ia lalu menatap Asma. Bergidik ngeri menatap darah di tubuh bayinya.
Bayi itu lalu dibersihkan. Sementara Reno menatap Asma yang memejamkan mata.
"Sayang ...." ucapnya dengan isakan tertahan. Asma tersenyum sembari membuka mata. Menatap mata hitam Reno Dwija Sanjaya.
"Makasih banyak Asma. Terima kasih sudah mau menjadi ibu dari anak-anakku," ucap Reno penuh rasa haru. Ia begitu bahagia.
Asma tak menjawab karena tak punya tenaga. Ia hanya mengangkat sedikit bibirnya. Tersenyum samar. Kembali mengingat, bahwa sebelumnya ia tak selelah ini saat melahirkan Ali.
"Asma ...." Asma membuka mata dan menatap bayi yang sudah ada di tangan suaminya.
Bayi yang begitu cantik dan memiliki mata hitam pekat seperti ayahnya.
"Cantik banget putri ayah," ucap Reno sembari mengecup pipi kecil itu. Hidungnya yang mancung seperti Asma membuat ia benar-benar terlihat layaknya malaikat kecil
"Umi mau lihat dong!" rengek Umi yang baru datang. Ia menatap bayi di tangan Reno. Lalu putranya itu memberikan sang cucu.
Reno kemudian mengambil hijab Asma. Membalutkan pada kepala istrinya. Hingga Ustad Dhika masuk ke dalam.
"Lucunya. Namanya siapa Mas?" tanya Dhika dengan gemas. Menguyel-uyel pipi bayi itu
"Arumi Nasha Razeta."
"Subhanallah ...." ucap Dhika.
"Keknya masih ada yang kurang gitu ya Mi. Kalau putra satunya belum nyumbang cucu," goda Reno sembari melirik adiknya.
Dhika berpura-pura tak mendengar. Namun ternyata Abi yang menyahut cepat, "Iya, berasa kurang."
__ADS_1
"Abi ... Ya Allah ...." keluh Dhika. "Iya bentar lagi Dhika nikah. Insha Allah."
Semuanya mengaminkan niat baik putra bungsu dalam keluarga itu.
***
Hai! apa kabar kalian? Zaraa ada kabar nih buat yang nanya kisah Ustad Dhika.
Alhamdulillah. Dua sekuel novel dari kisah ini udah terbit. iya! dua duanya. Tapi ... di apk berbeda.
Pertama, kisah Camilla dan Kent. Berlatar di Los Angeles, California. Suasana barat dengan kehidupan bebas. Yaa hot gitulah🤣 Terbit di apk ini juga.
langsung cuss klik profil Zaraa
Kedua, Kisah Ida dan Ustad Dhika. Berlatar Indonesia dengan suasana pesantren. Akan ada banyak nilai moral dan sosial. Btw, kalau kisah Camilla hot. Kisah Ida bakalan manis manis gitu. Bikin baper kayaknya Haha.
Itu kisahnya di apk K-B-M App. Sedikit info. Apknya ini menawarkan mengunci bab novel kalau sudah mencapai bab 8 kalau gak salah. Tapi ... Zaraa bakal ngasih kesempatan buat kalian pembaca setia biar baca gratis kisah Ida dan Ustad Dhika!
Caranya? download apk itu sekarang Terus follow + subscribe novel Zaraa. Nah selama novel ini on going. Zaraa gak akan gembok semua babnya. Tapi kalau sudah tiga hari, novel ini tamat. Zaraa akan gembok.
Nah, jadi bener2 ada kesempatan buat kalian baca gratis. Syaratnya baca dari sekarang! jangan nanti-nanti!
Semoga kalian suka yaa 🤗
Sampai jumpa 🥺 ini part terakhir kisah Asma. Sekedar info biar gak bingung. Kehidupan Camilla dan Ida di dua novel itu setelah bertahun-tahun kisah Asma yaa. Jadi waktunya itu terpaut jauh gitu.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan dari kalian semua🥰