Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 46


__ADS_3

"Umi ...." lirih Asma dengan mata membulat sempurna. Manik birunya kembali memperhatikan dua lelaki paruh baya dan satu wanita yang tengah duduk di sofa.


"Asma!" Umi menarik kedua sudut bibirnya hingga sempurna. Kedua wanita tersebut kemudian saling memeluk mesra. Dariel yang masih duduk di sofa memperhatikan hal itu dengan mata yang tak berkedip menyaksikan secara seksama.


"Ngapain di sini?" tanya Asma dengan mengerjap heran. Menatap Abi yang juga tengah tersenyum dengan sorot mata teduh. Lalu beralih kembali pada Umi.


"Melamarmu," bisik Umi yang membuat Asma tersentak. Wanita itu menatap sang ayah yang juga menatapnya dengan tajam. Sorot mata tegas itu menusuk dalam relung hati Asma.


"Kalau ayah Asma ngomong macam-macam, jangan dimasukin ke hati yaa Mi," bisik Asma kemudian menatap sang ayah.


"Amelia ... masuklah ke dalam!" Dariel menatap Asma yang tengah tertunduk takut. Kemudian wanita itu mengucapkan salam pada Abi dan Umi. Berlalu dari sana. Meninggalkan ketiga orang tua yang ia tak tau berbicara apa.


Namun, Asma berusaha mencuri dengar pembicaraan mereka hingga suara sang ayah memasuki indera pendengaran Asma.


"Maafkan Saya, Amelia sudah memiliki calon suami yang saya pilihkan untuknya. Mereka akan menikah besok malam. Saya juga dengan senang hati mengundang Anda beserta seluruh keluarga Sanjaya."


Suara Dariel yang dengan tegas menolak lamaran yang bahkan dari Abi dan Umi membuat Asma pergi dari tempatnya.


***

__ADS_1


Reno yang baru saja selesai sholat tahajud tengah terdiam lama masih di atas sajadah. Hari ini adalah hari pernikahan Asma. Lelaki itu sudah tak tau harus bagaimana.


Mengusap kasar wajahnya sembari beranjak dari duduk di atas sajadah. Reno merebahkan tubuhnya yang cukup lelah di atas ranjang sembari menatap ponsel di atas nakas. Perlahan, tangan kekar itu terangkat mengambil benda tersebut dan nama Asma menjadi nomor yang ia panggil di jam seperti sekarang ini.


Reno berniat hanya akan menelpon sekali jika tak ada jawaban sama sekali. Namun ternyata panggilannya dijawab dengan cepat. Hening. Reno dan orang yang diseberang sana hanya terdiam setelah panggilan tersambung.


"Assalamualaikum Mas ...." Asma memecah keheningan. Suaranya yang sengau menandakan suasana hati Asma sama seperti Reno yang memiliki sorot mata sendu.


"Wa'alaikumsalam."


Hening lagi ....


"Maaf ganggu kamu di jam segini. Aku cuma mau tau kabar Ali." Reno menghela napas. Mengatur segala perasaan yang mulai mengendalikan diri.


"Alhamdulilah Baik ...." Asma terdiam cukup lama di seberang sana.


"Beberapa jam lagi, kamu akan jadi istri orang lain 'kan Asma?" Tak ada jawaban karena Reno memang tak butuh itu. Ia kembali melanjutkan. "Aku juga mau cerita kenapa sampai tertarik sama kamu hanya dalam satu malam. Hal ini bahkan baru aku ketahui tadi."


"Jangan cerita," ucap Asma di seberang sana. Terdengar helaan napas berat yang membuat Reno mengepalkan tangannya dengan erat.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Reno dengan mata berkaca-kaca. Tak sanggup mendengar jawaban Asma. Laki-laki itu mengalihkan pembicaraan dengan kembali berkata, "Apa Ali akan memanggilnya ayah?"


"Beristirahatlah Mas."


"Maaf ... aku gak bisa datang ke pernikahan kamu. Aku kira bisa berpura-pura punya hati batu tapi ternyata sama sekali gak mampu."


Asma mengucapkan salam lalu mematikan sambungan dengan cepat. Wanita itu membekap mulutnya dengan erat. Menahan tangis yang membuat dadanya sesak. Jantungnya seolah akan meledak. Himpitan rasa sakit akan takdir yang selalu membuatnya tak berdaya. Berulang kali, jatuh lagi dalam lubang yang sama dengan rasa sakit yang berbeda. Sakit yang bahkan mampu mengguncang jiwa.


Wanita itu memejamkan mata diiringi bulir bening jatuh di sudut matanya. Menatap ke langit kamar seolah berusaha menemukan kekuatan. Memeluk lutut lagi di atas sajadah dalam tubuh masih berbalut mukena. Asma dan Reno sama. Berusaha berserah diringi doa yang katanya mampur merubah dunia. Hal itu memang benar dan nyata, tapi bagaimana jika doa mereka berdua tak di dengar Sang Pencipta karena hal ini sudah kehendak-Nya?


Bersambung


Dikit dulu biar greget gitu😂


Jangan lupa likenya


Banyakin komentarnya, spam juga gak papa :) Tambahin votenya juga kalau ada 😌


Terima kasih atas apresiasi

__ADS_1


dari kalian semua❤


__ADS_2