
"Mas!"
Reno mengerjapkan mata. Terasa kecupan dari bibir basah sang istri, Lelaki itu menarik kedua sudut bibirnya hingga sempurna.
Membuka mata dan melirik jam dinding di sana. Sudah dini hari. Ia menatap Asma.
"Kenapa?"
Sorot mata Asma terlihat ragu. Reno menautkan alisnya.
"Mau nasi goreng." Asma berucap pelan. Reno terperangah.
Sebelumnya, Umi memang sudah memberitahu bahwa wanita hamil biasanya akan mengalami sesuatu yang wajar. Di sebut mengidam. Kadang menginginkan makanan. Kadang juga menginginkan hal lainnya. Tapi Reno tak menyangka, bahwa Asma meminta nasi goreng saat dini hari seperti ini.
"Nanti yaa, besok aja. gak ada orang yang jual nasi goreng jam segini." Sahutan Reno membuat sorot mata Asma menjadi berkaca-kaca.
Asma tak berkata apa-apa. Hanya diam saja. Reno jadi merasa bersalah melihat istrinya. Meraih tubuh sang istri dan memeluknya. Reno berkata, "Besok yaa. Janji deh dibeliin banyak. Kamu mau berapa. Aku beliin sayang."
Asma menyentakkan tangan Reno yang memeluknya. Sedikit menjauhkan tubuh dari sang suami. Reno menghela napas kasar.
__ADS_1
Asma selalu seperti ini jika marah. Diam. Tak seperti wanita lain yang mengomel atau marah-marah. Tapi percayalah. Wanita yang marah dengan diam justru semakin membuat seorang lelaki frustasi.
Karena biasanya. Mereka menghiraukan keberadaan suaminya. Tak ingin bicara atau sekedar menyapa. Tapi Asma tetap memasak dan menyiapkan bajunya.
Tak ingin Asma marah, Reno kemudian bangun dari rebahnya. Duduk sembari bersandar di tepi ranjang. Menguap sebentar lalu berujar. "Mau Mas bikinan gak?"
Detik itu juga, Asma menoleh cepat dengan mata berbinar. Padahal pipinya sudah basah karena air mata. Reno menatap pipi yang terlihat berisi itu.
"Cium dulu!" Reno meraih tubuh Asma.
"Belum dibikinan kok udah minta upah?" Asma menaikkan satu alisnya.
"Biarin!" satu kecupan di pipi kanan lalu pipi Kiri. Keduanya beranjak ke dapur.
Usai selesai. Reno mengerjap kaget saat melihat Asma justru sudah tertidur dengan menyembunyikan wajahnya di antara dua tangannya. Di atas meja.
"Sabar." Reno menghela napas. Kemudian perlahan mengangkat tubuh mungil sang istri.
"Nasi goreng nya!" Asma langsung membuka mata.
__ADS_1
"Mau nasi goreng apa tidur?" Reno bertanya masih dengan posisi mengangkat tubuh Asma ala bridal style.
"Dua-duanya."
Reno mendengus kesal. Lalu mendudukkan Asma di meja pantri. Wanita itu memejamkan mata dan membuka mulutnya.
Sang suami menyuapi dengan sepenuh hati sembari menatap bibir Asma yang selalu terlihat seksi. Membayangkan apakah jika bayi mereka perempuan akan secantik Asma?
Satu suap, dua suap, begitu seterusnya. Asma mengunyah sembari memejamkan mata. Reno menggeleng pelan sembari mengerjap heran.
"Kenyang." Asma berucap tanpa membuka mata. Mengangkat tangan dan melingkarkan di leher suaminya.
"Sekarang Mas yang laper." Reno berucap pelan tepat di telinga Asma. Otak Asma langsung paham dan merespon dengan membuka mata. Pun manik birunya yang membulat sempurna.
Reno menyatukan bibir mereka sebelum Asma melayangkan protesnya. Lidah yang saling bertaut dan bertukar saliva. Asma kehabisan napas dan mendorong pelan dada suaminya.
"Jangan di sini. Ntar Ali ngeliat gimana!" bisik Asma. dengan nada kesal. Reno kembali menyatukan bibir mereka. Kemudian berjalan ke kamar mereka tanpa melepaskan tautan bibir Asma. Menggendong sang istri dengan penuh semangat.
Jika saat mengidam biasanya sang suami yang akan kewalahan. Berbeda dalam hubungan Reno dan Asma. Lelaki itu selalu Ingin melahap sang istri. Dan berakhir dengan Asma yang kelelahan setelah mengerang panjang di bawah Reno Dwija Sanjaya.
__ADS_1
***
Lanjut bonchap?