Noda Di Balik Khimar

Noda Di Balik Khimar
CHAPTER 45


__ADS_3

Reno terus berdoa pada Sang Pencipta. Kali ini tak ada unsur memaksa. Ia hanya mengadu dan mengeluh tentang cintanya pada Asma. Jika memang wanita itu tercipta bukan untuknya, Reno meminta agar perasaannya dihapus tak bersisa. Tapi jika memang wanita itu jodohnya. Reno meminta agar segera disatukan bersamanya.


Sementara Reno tak ada kabar dan tak ke mansion lagi setelah Asma dan Camilla mengundangnya secara langsung. Asma berpikir bahwa Reno sudah menyerah padahal lelaki itu hanya sedang berserah diri pada Allah, meski hatinya masih terasa gundah.


Asma menatap Camilla yang tengah asik memainkan ponselnya. Wanita itu berkata, "Camilla ...."


Gadis itu menatap Asma dengan sorot mata bertanya lalu berkata, "Ada apa Kak Asma?"


"Jika aku meminta sesuatu padamu. Apa kau akan memberikannya?" Asma bertanya dengan sorot mata tak terbaca.


Camilla menganggukkan kepala kemudian berkata, "Tentu saja." Gadis itu kembali melanjutkan ucapannya, "Sejak lahir, aku diperlakukan begitu baik karena memiliki keluarga. Memikirkan bagaimana selama ini kau sendiri, aku sangat tak tega. Tapi kau hebat karena bisa mandiri dan aku sangat iri.Aku akan melakukan apapun yang kau minta Kak Asma."


Asma tersenyum mendengarnya kemudian berkata, "Menurutmu ... apa padre akan setuju jika aku ingin membatalkan pernikahan ini?"


Camilla nampak berpikir sejenak kemudian berkata, "Mungkin saja. Sebenarnya menurutku, padre hanya Ingin kau menikah agar Ali memiliki ayah. Maaf kak ...."


Asma menggelengkan kepala menatap adiknya lalu berkata, "Gak papa." Menjeda ucapannya sesaat, Asma kembali berucap, "Jadi, aku harus menikah meski mempelai laki-laki bukan Kent?"


Camilla menganggukkan kepala sembari mulai memainkan ponselnya lagi, hingga ucapan Asma membuat aktivitasnya terhenti.

__ADS_1


"Bagaimana jika aku menikah dengan Reno?" Asma menatap lekat Camilla.


Gadis itu menatap Asma dengan tatapan tak terbaca lalu berkata, "Tentu saja jika kalian ingin bersama. Perasaanku hanya sebatas rasa suka bukan cinta seperti kak Asma."


Asma terkesima menatap Camilla. Lalu bertanya, "Kau tau?" Mata itu membulat sempurna.


"Tentu saja. Aku cukup peka," sahut Camilla dengan terkekeh pelan kemudian kembali melanjutkan ucapan, "Sebaiknya, kak Asma cepat bicara pada padre kita. Aku khawatir dia menikahkanmu bukan hanya karena Ali. Tapi karena Padre ingin kau terus bersama kami."


Kedatangan seorang pelayan memutuskan pembicaraan mereka. Pelayan itu mengatakan bahwa Asma harus mencoba beberapa gaun pengantin desain khusus yang sudah tiba di mansion mereka. Beberapa orang masuk termasuk Dariel di ruang tersebut.


"Apa padre akan membantu kak Asma memilih? aku iri ...." ucap Camilla dengan manja bergelayut pada lengan ayahnya.


"Padre ...."


Dariel menatap Asma dengan menarik kedua sudut bibirnya hingga sempurna. Ia menangkup kedua sisi pipi putrinya lalu berkata, "Ada apa querida ...?"


"Aku ingin bicara," ucap Asma. Camilla kemudian meminta semua pelayan di sana agar meninggalkan kakak dengan ayahnya. Setelah Camilla pergi dari sana. Asma kembali berkata, "Padre ... aku tak ingin menikah dengan Kent."


Dariel menghela napas panjang kemudian berucap, "Mengapa? kau harus menikah Amelia. Kent memang terlihat tak menyenangkan tapi dia lelaki yang baik dan cocok untukmu."

__ADS_1


"Aku tak mencintainya ...." sahut Asma dengan menatap mata sang ayah. Lalu kembali berkata, "Bukankah padre merasakan sendiri bagaimana rasanya sebuah pernikahan tanpa adanya perasaan?"


Dariel terdiam cukup lama. Lalu memegang bahu Asma dan berkata, "Querida—"


"Aku mencintainya," potong Asma dengan mata berkaca-kaca. Lalu kembali melanjutkan ucapannya, "Ayah kandung putraku. Reno Dwija Sanjaya." Satu bulir bening jatuh di sudut mata Asma. Ia tak bisa menahan lagi tentang hal ini. Awalnya ia memang ingin pergi karena masa lalu yang terus menghantui. Tapi takdir seolah membuatnya terus berhenti di titik yang sama berulang kali.


Di hadapan seorang lelaki yang entah sejak kapan, namanya sudah terukir di hati. Di tambah dengan desakan sang ayah tentang menikah. Asma benar-benar tak bisa lagi berlari dari segala perasaan dan takdir yang mengikat diri.


Asma tersentak ketika ibu jari sang ayah mengusap pelan air mata di pipi. Dariel menatap lekat Asma lalu berkata, "Maafkan padre Amelia ... selama 24 tahun padre kehilanganmu. Kali ini, maaf sekali lagi. Padre ingin kau terus bersama kami. Dengan menikah dengan Kent kau mencapai dua hal. Ayah untuk Ali dan kita akan terus bersama setiap hari."


Keegoisan Dariel membuatnya buta tentang perasaan putrinya. Ia tak ingin siapapun mengambil Amelia dari hidupnya karena ia baru saja menemukan putrinya setelah sekian lama. Lelaki paruh baya itu kembali berkata, "Jangan bicarakan ini lagi Amelia. Segera coba gaun pernikahan yang kau suka."


Bersambung.


Jangan lupa likenya 😉


Banyakin komentarnya, spam juga gak papa😐 Tambahin votenya juga kalau ada 😌


Terima kasih atas apresiasi

__ADS_1


dari kalian semua❤


__ADS_2