
“Hei, ada apa?” tanya Yui khawatir melihat perubahan ekpresi Sienna
“Gajinya memang besar, tempatnya juga ada disini… tapi…” Sienna masih memperhatikan iklan di handphone nya, membuat Yui bertanya-tanya tentang apa yang mengganggu pikiran teman cantiknya itu.
“Bukankah memang itu yang kau inginkan?” Yui ikut bergeser lalu ikut membaca iklan lowongan pekerjaan yang baru saja dia beritahu.
“Kau… tidak mau bekerja sebagai maid?” tanya Yui dengan suara lirih.
“Apapun itu akan ku lakukan, tapi.. AKU HARUS TINGGAL DI SANA SELAMA AKU BEKERJA MENJADI MAID?? INI GILA!!” Pekik Sienna membuat Yui terjungkal ke belakang karena terkejut mendengar suara pekikan dari Sienna.
“O-oii Sienna… Bukankah kau sedikit berlebihan?” Yui mengusap bagian celananya yang kotor karena jatuh di tanah, Sienna menatap Yui kesal.
“Berlebihan? Aku harus tinggal di sana, aku tidak punya waktu untuk diriku sendiri atau bahkan menghabiskan waktu bersama kalian, aku tidak punya waktu istirahat~” Sienna menggembungkan pipinya, pemandangan yang lucu sekaligus imut bagi Yui.
“Hahaha karena itulah mereka menawarkan gaji yang besar, bukan? Kenapa kau histeris seperti itu?” Yui tertawa mendengar penuturan dari Sienna.
“Hm, kau memang benar. Oh disini ada nama keluarga dan alamatnya, Namikaze…” gumamnya sambil menyipitkan mata membaca dengan perlahan.
“Apa katamu? Berikan padaku.” Yui merebut handphone ditangan Sienna lalu membaca nama marga yang tertera di iklan tersebut.
“Namikaze… seperti tidak asing- apa jangan-jangan ini adalah keluarga Namikaze itu?!!!” Yui berbicara sendiri membuat Sienna kebingungan,
‘ada apa dengan marga itu? Apa ada yang aneh?’ batinnya sembari melihat Yui.
__ADS_1
“Benar! Ini keluarga kaya raya, salah satu keluarga yang memiliki banyak cabang perusahaan diberbagai Negara!! Namikaze Corp. adalah salah satu perusahaan yang paling banyak diincar oleh banyak calon pegawai. Aku tidak menyangka kau akan bekerja di sana.” Yui memekik senang sedangkan Sienna hanya diam tak mengerti dengan ucapan Yui yang terdengar seperti rapper sejati.
“Kau bicara apa sih, Yui-chan?” tanya Sienna dengan wajah datar.
“Oh ya ampun… Sienna, aku tahu kau memang bodoh, tapi intinya kau akan bekerja ditempat orang terkenal~ aku tidak menyangka hal ini akan terjadi padamu~” Yui menggenggam kedua tangan Sienna, menatapnya dengan tatapan bangga hingga membuat Sienna merasa bahwa reaksi Yui sedikit berlebihan.
“Kau… butuh istirahat, ayo pulang.” Sienna menarik tangan Yui dan mengajaknya pergi dari depan toko baju yang pemiliknya mengamati mereka berdua sedari tadi. “Kau memalukan” cibir Sienna.
“E-eh tunggu dulu.” Yui menahan tangannya lalu mulai menunjukkan raut wajah seriusnya saat melihat kembali isi iklan tersebut.
“Aku seperti pernah mendengar sesuatu tentang keluarga ini..” gumamnya namun masih bisa didengar oleh Sienna.
“Dengar apa?” Sienna menautkan kedua alisnya bingung, dari tadi Yui mengatakan banyak hal yang tidak ia ketahui dan membuatnya semakin bingung. Yui langsung menatap Sienna dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Kali ini apa lagi?” Sienna merotasikan matanya.
“Banyak rumor mengatakan kalau maid yang bekerja di sana akan diperlakukan dengan sangat kejam bahkan sampai tidak betah bekerja di sana. Sudah banyak orang yang bekerja di sana tetapi banyak yang tidak tahan dengan tuannya, kau tahu? Bahkan hanya dalam waktu tiga hari saja, sudah dipastikan orang itu langsung keluar. Singkat sekali bukan? Bahkan mereka rela tidak mendapat bayaran agar bisa langsung keluar.” Jelas Yui panjang lebar
“Dengar, sebenarnya aku sangat tidak tertarik mendengar rumor yang belum tentu benar adanya. Mungkin saja itu hanya berita bohong yang diberikan oleh orang-orang yang tidak menyukai keluarga Namikaze? Kau tidak akan tahu itu.” Ujar Sienna dengan tenang dan tersenyum penuh arti yang membuat Yui diam seribu bahasa.
“Sebenarnya aku juga dengar dari salah satu mantan maid yang pernah bekerja disana, dia temanku. Kurasa rumor yang baru saja ku ceritakan padamu itu benar. Eh kecuali…”
“Kecuali apa?”
__ADS_1
“Atau jangan-jangan mereka tidak betah bekerja karena rumah itu berhantu?! Rumah itu sangat besar dan yang tinggal di sana hanya ada 15 maid saja dan tentu saja tuannya jarang ada di rumah. Kau tidak takut? Hiii~. Tapi karena banyak orang yang tidak mampu bekerja lama disana, itu sebabnya mereka membeei gaji yang super besar.” Yui bergidik ngeri membayangkan penampakan hantu yang ada di rumah keluarga Namikaze yang terbilang sangat besar.
“Kau ini ada-ada saja, lebih baik kau diam dan urusi saja pekerjaanmu. Aku mau pulang dulu, kau pulanglah.” Ujar Sienna sambil mendorong pelan lengan Yui yang sudah bersiap bicara lagi. Yui mendengus sebal karena merasa Sienna seperti sedang mengusirnya.
“Baiklah, aku paham Sienna-sama~” Yui langsung melenggang pergi tanpa menatap Sienna.
Sienna berbalik dan berjalan dengan lambat, menikmati suasana siang hari di perkotaan yang sangat ramai. Sienna tersenyum lembut disepanjang perjalanan, merasa sangat bahagia bisa tinggal di kota meskipun tujuannya pindah ke sana hanya untuk membiayai hidup keluarganya. Sienna merenung memikirkan ucapan Yui, walaupun dia tak begitu mengerti tetapi hal itu tidaklah mudah ia lupakan begitu saja. Entah bagaimana rumor itu terbentuk, Sienna merasa sedikit ragu dengan keputusannya untuk mendaftar sebagai maid di keluarga itu tapi ia tak punya pilihan lain selain bekerja di sana karena hanya Namikaze lah yang menawarkan gaji yang begitu besar, bahkan gaji itu bisa di sisakan untuk menabung. Sesaat Sienna merasa takut tapi ia mulai kembali berpikir, hasil kerjanya pun akan terbayarkan. Apapun itu, jika ia bersungguh-sungguh dan menggantungkan semua harapannya pada Tuhan maka tak ada yang mustahil. Sienna meneguhkan hatinya lalu membuka handphonenya dan mendaftarkan dirinya untuk menjadi maid di mansion milik keluarga ternama, Namikaze.
•
•
Siang hari yang membosankan bagi Naoki yang sedari tadi hanya memainkan pulpennya saja, menghabiskan waktu istirahatnya dengan diam. Tak lama kemudian Arata datang menghampirinya membawa dua kaleng soda dan melemparkannya satu pada Naoki.
“Kau kenapa?” tanya Arata sambil membuka kaleng soda miliknya.
“Aku tidak apa-apa, hanya sedang tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu.” Jawab Naoki dengan lesu
“Tumben sekali kau tidak mendatangi Ryuuga. Kau tidak sedang bertengkar, kan?” tanya Arata dengan nada menyelidiki.
“Tentu saja tidak, kau pikir aku anak kecil? Aku sedang ingin sendiri. Oh hei, aku baru ingat sesuatu dan aku harus menanyakannya padamu.” Naoki menatap Arata penuh penasaran, Arata mengangkat sebelah alisnya bingung.
“Aku hanya akan memberikan satu kesempatan.” Arata melipat kedua tangannya didepan dada, mulai menatap Naoki dengan serius.
__ADS_1