
“Aku hanya akan memberikan satu kesempatan.” Arata melipat kedua tangannya didepan dada, mulai menatap Naoki dengan serius.
“Kau ingat saat kau mengatakan padaku bahwa kau menemukan hal menarik di motel?” Tanya Naoki memastikan otak Arata berfungsi atau tidak, Arata mulai berpikir keras mengingat ucapannya sendiri yang bahkan ia tidak tahu.
“Kapan? Aku tidak ingat.” Arata mengendikkan bahunya acuh.
“Cih, dasar. Kau tidak ingat saat kau mengatakan akan ada ulangan mendadak?” Naoki mulai sedikit mendesak Arata.
“Aku ingat. Aku hanya duduk di Bar nya saja, selebihnya aku tidak mencoba kamar yang disediakan. Sudah terjawab.” Jawab Arata sesingkat mungkin, membuat Naoki cemberut karena kesal dengan jawaban yang tidak memuaskan.
“Ck bukan itu. Aku bertanya tentang sesuatu yang menarik yang kau ucapkan.” Naoki masih bersikeras meminta Arata memberikan jawaban yang ia mau. Arata mendelik tajam kearah Naoki yang terus-terusan memaksanya mengingat sesuatu yang sudah lenyap dari ingatan.
“Berhentilah mendesak ku, dasar bocah! Ah aku ingat, aku ingin memberitahukan sesuatu padamu.” Arata mencoba mengalihkan pembicaraan dan tak disangka bahwa Naoki akan cepat tertarik, Ia tak dapat menahan seringainya.
“Ryuu sudah putus dengan Erika-senpai, semalam aku melihat Erika-senpai menangis di depan Bar dan bergumam tidak jelas tentang Ryuu dalam keadaan mabuk. Kurasa Erika-senpai sangat stres.” Ucapan Arata membuat Naoki terbelalak kaget mendengar sahabatnya mulai bertindak kejam lagi.
__ADS_1
“Apa katamu?! Yang benar? Kapan dia memutuskan Erika-senpai?” tanya Naoki yang langsung memegangi lengan kanan Arata dengan cukup kuat, Arata mengedipkan matanya berkali-kali melihat respon dari Naoki.
“Err.. aku tidak tahu kapan tapi yang jelas mereka sudah putus. Aku bertanya pada teman dekat Erika-senpai, Ryuuga sudah pasti tidak peduli dengan apapun.” Jawab Arata, Naoki melonggarkan cengkraman nya lalu memijit keningnya seperti seseorang yang sedang banyak pikiran.
“Lagipula banyak gadis yang menginginkan hal ini terjadi, bukan? kenapa kau terlihat kecewa?” Arata mengangkat sebelah alisnya menatap Naoki yang entah sudah ke-berapa kalinya menghela napas panjang.
“Bukan begitu…” Naoki menggeleng pelan.
“Lalu? Apa kau mengharapkan hubungan mereka berjalan lancar?” tebak Arata dengan asal.
“Hei, kau ini seperti ibunya saja sampai mengkhawatirkannya sejauh itu.” Arata meneguk habis soda nya lalu menggoyangkan botol kosong ditangannya itu.
“Aku hanya tidak suka dia dikelilingi wanita murahan seperti mereka, lagipula itu semakin membuat Ryuuga berada dalam masalah. Ya, kita memang selalu mengisi absen di ruang kedisiplinan tiap minggu tapi setidaknya itu bukanlah masalah serius seperti ini.” ucap Naoki sembari menghela napas panjang.
“Tenang saja. Dia tidak akan seperti itu selamanya, dia akan sadar.” Arata menepuk punggung Naoki sambil memberikan senyum tipis padanya.
__ADS_1
“Tapi kapan, eh?” tanya Naoki yang langsung dijawab oleh Arata.
“Setelah dia menemukan seseorang yang pas dengannya.” Naoki terdiam sejenak setelah mendengar jawaban yang dikatakan oleh Arata, Ia tidak menyangka bahwa orang se-cuek dia bisa berpikiran lurus seperti itu.
“Apa yang sedang kalian bicarakan?” Suara itu membuat keduanya tersentak kaget dan buru-buru menoleh ke belakang, menatap sosok Cassanova sekolah yang tadi mereka bicarakan, lelaki tinggi itu langsung melangkah mendekati mereka dan ikut duduk dengan kaki kanan yang ditumpangkan ke kaki sebelah kiri.
“Kenapa diam?” tatapan tajamnya membuat Naoki maupun Arata sulit menelan ludah, kegugupan tercetak jelas di wajah mereka dengan pemikiran yang sama ‘Apa dia mendengar semuanya?’, Naoki tertawa hambar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“A-ahahaha kau ini bicara apa? Kami sedang memikirkan topik pembicaraan kok.” Naoki memberikan cengiran lebar khasnya pada Ryuuga yang duduk tepat di depannya, Ryuuga mengangkat sebelah alisnya.
“Hn. nanti malam kalian datanglah ke rumah.” Kata Ryuuga, membuat kedua temannya bertanya-tanya.
“Untuk apa?” tanya Arata
“Menginap lah di rumah, hari ini ulang tahun Bibi Nanami.” Jawabnya singkat sontak Naoki kaget hingga berdiri dari kursinya, membuat Ryuuga dan Arata ikut terkejut.
__ADS_1
“Aku lupa!!!!!! Aku harus pergi mencari hadiah!” Naoki bergegas pergi meninggalkan keduanya yang melongo dibuatnya.