
"Permainan apa?" tanya Yui penasaran. Kalau dilihat lagi, Yui dan Naoki memiliki kesamaan. Orang yang periang dan menyukai banyak permainan, mereka seperti anak kecil yang tak memiliki masalah kehidupan.
"Kita ini kan pas sekali jumlahnya enam orang, bagaimana kalau kita menjalankan misi untuk melakukan sesuatu secara berpasangan."
"Kedengaran nya menarik!!" ucap Yui dengan penuh gairah untuk bermain. Sementara Sienna dan Aika langsung sweatdrop di tempat setelah mendengar persetujuan dari Yui.
"Aku tidak mau ikut dalam permainan bocah." ujar Arata sambil merotasikan kedua bola matanya bosan.
"Hn." Ryuuga mengangguk menyutujui ucapan Arata.
"Hee?? Kenapa?! Ini akan seru. Percayalah!!" Naoki berusaha membujuk kedua temannya yang terlihat enggan dengan ide bagus nya itu. Lalu Naoki berbisik pada Ryuuga. "Hei, jika kau mau ikut, aku akan memasangkan mu dengan Sienna-nee dan kau bisa membalas perlawanan nya." bisiknya dengan seringai jahil namun tetap di tolak mentah-mentah oleh Ryuuga.
"S-sepertinya tidak berjalan lancar ya.." ujar Aika dengan suara pelan
"Sou desu ne..." sahut Sienna alih-alih senang dengan keputusan kedua rekan Naoki yang menolak ajakannya.
"Kalian berdua ini menyebalkan. Ayolah kita mainkan permainan ini~. Akh baiklah, aku akan menuruti permintaan kalian berdua seharian penuh." ucap Naoki yang langsung memunculkan seringai di kedua bibir temannya itu.
"Baiklah. Kami terima." jawab Arata
Dan akhirnya mereka pun memainkan permainan yang diinginkan oleh Naoki. Saat ini mereka sedang memilih pasangan. Naoki berpasangan dengan Aika, Arata dengan Yui, dan sialnya Sienna malah kedapatan dengan Ryuuga. Musuh abadinya.
"Baiklah. Aku puas dengan hasilnya!" ucap Naoki dengan gembira
"Hahh terserah saja. Lalu sekarang apa?" tanya Arata langsung
"A-ano... Apa kau yakin aku bisa bersama nya?" bisik Sienna pada Naoki
"Eh? Pfft hahaha nee-san, kita tidak bisa menukar pasangan. Tenang saja, Ryuuga juga punya sisi baiknya walaupun hanya 0,5% saja." jawab Naoki sambil tertawa kecil melihat ekspresi Sienna yang menyiratkan kekhawatiran.
"Sou desu ka?" Sienna menghela napas berat. Ia sama sekali tidak tahu harus melakukan apa dengan bocah tinggi yang dingin seperti Ryuuga.
Setelah itu, Naoki segera berpikir untuk membuat tantangan untuk permainan yang baru ia ciptakan detik itu juga.
"Kita akan berkumpul disini lagi dengan membawa sesuatu yang memang bisa digunakan atau dipakai atau dimakan untuk menikmati kembang api. Jika salah satu pasangan ada yang datang terlambat, maka mereka harus siap menjalani hukuman." jelas Naoki
"Tidak sulit." ujar Arata dan Yui bersamaan, mereka saling bertatapan lalu saling membuang muka.
•
•
Mereka sudah berpencar dan menuju tujuan masing-masing. Kecuali pasangan Ryuuga dan Sienna yang masih luntang lantung memikirkan banyak hal.
'Aku tidak ingin mengajaknya bicara duluan.' pikir Sienna yang mementingkan gengsi nya.
Sementara itu, Aika harus berjalan dengan cepat agar mengimbangi langkah kaki Naoki yang cepat.
"Hei, Aika-nee.. Apa kau ingin mampir dulu kesini?" tunjuk Naoki ke arah tempat sebuah permainan.
"Eh?" Aika mengikuti telunjuk Naoki dan berpikir. 'Apa dia bilang mampir? Mana mungkin aku mau ke tempat permainan seperti ini' pikir Aika namun ia lekas tersenyum manis dan mengangguk, membuat Naoki tersenyum senang lalu mengabaikan keberadaan Aika karena terlalu senang dengan permainan di sana.
Sedangkan pasangan Arata dan Yui sedang berada dalam suasana mencekam karena paksaan seorang pria paruh baya yang menyuruh mereka mampir ke permainan dartboard di stand nya.
__ADS_1
"Ayo, pasangan anak muda yang sedang bergairah!! Kalian bisa bermain ini, ini sangat menyenangkan. Aku jamin kalian akan kembali mendapat suasana hati yang baik~!!" serunya sambil menggandeng tangan Arata
"O-oi, apa paman ini sedang mabuk?" bisik Yui di dekat Arata
"Sepertinya begitu.. Kenapa dia malah bersikap centil denganku?" tanya Arata dengan wajah tersenyum kikuk dan juga menampakkan ekspresi jijik secara bersamaan.
"Yabai.." gumam Arata dengan wajah malas nya.
*yabai: gawat
Pasangan yang lain sudah mulai melakukan beberapa aktivitas sementara Ryuuga dan Sienna masih berkeliling tak tentu arah.
"A-ano, Ryuuga-san? Sebenarnya apa yang akan kita beli?" tanya Sienna dengan nada canggung
"Apa kepalamu habis terbentur? Sikapmu berubah." ucapnya datar, tak memperhatikan perubahan ekspresi Sienna. Padahal Sienna sudah berusaha menurunkan ego nya dan mencoba untuk berdiskusi dengan musuhnya agar tidak berdebat namun ujung-ujungnya Ryuuga lah yang mencari masalah dengannya.
"Kita akan terlambat datang jika sampai sekarang belum juga menentukan apa yang akan kita beli." ujar Sienna yang berusaha sabar dengan sikap dingin Ryuuga.
"Aku tidak tahu." jawab Ryuuga dengan mudahnya, membuat rahang Sienna mengeras menahan umpatan yang terasa sudah berada di ujung lidah.
"Ano saa.. Bagaimana kalau kita membeli beberapa kembang api?" saran Sienna
"Hn." Ryuuga hanya menjawabnya dengan kata ambigu khas nya
"Hn itu artinya apa ya?" tanya Sienna dengan siku perempatan yang sudah tercetak jelas di dahi nya.
"Terserah." jawabnya singkat
Meskipun begitu, arah berjalan Ryuuga sudah menuju stand yang menjual berbagai macam kembang api. Sienna mengernyit heran dengan makhluk hidup di depannya itu, bagaimana prinsip hidup seperti apa yang di pegang nya.
"Whoa.. Banyak sekali~" ucap Sienna dengan kagum
"Cepat pilih." sahut Ryuuga
"Eh? Kenapa tidak kau saja?" tanya Sienna
"Aku tidak bisa memilih." jawab Ryuuga sambil menatap Sienna dengan tatapan dinginnya
"Souka? Bolehkah aku memilih sekarang?"
"Hn."
Sienna langsung memasang ekspresi wajah senangnya melihat-lihat berbagai macam jenis kembang api. Bagi Ryuuga yang melihat pemandangan langka seperti itu merasa bahwa Sienna seperti anak kecil. Hanya melihat benda sederhana seperti itu saja langsung antusias dan senang bukan main, seperti anak kecil yang sedang diminta untuk memilih mainan baru.
Selama ini, Ryuuga hanya melihat para gadis yang akan tertarik dengan barang mahal dari designer ternama, lebih suka di ajak pergi berbelanja barang mahal, ataupun ke tempat wisata. Lain hal nya dengan gadis di depannya itu, ia berpenampilan sangat sederhana, meskipun sederhana tetapi tetap terlihat cantik, dia pun terlihat memiliki pemikiran yang sederhana pula. Tanpa sadar, Ryuuga tersenyum sangat tipis bahkan sampai tak terlihat sambil memperhatikan Sienna yang sedang sibuk memilih kembang api.
Beberapa menit kemudian, Sienna sudah menggenggam tiga batang petasan berukuran sedang dengan motif yang cerah. Ryuuga memandang Sienna.
"Sudah selesai?" tanya nya
"Iya, sudah. Kita beli tiga saja, itu sudah lebih dari cukup." jawab Sienna dengan senyum ceria nya
__ADS_1
"Hn." Ryuuga langsung membayar tiga petasan itu dan mereka pun hendak kembali ke tempat awal mereka memulai permainan.
Saat mereka sudah menjauh beberapa langkah dari stand kembang api, tiba-tiba datanglah seorang gadis berkimono ungu muda. Gadis itu datang menghampiri mereka berdua dengan wajah garang.
"Ryuuga-kun! Apa maksudmu berkencan dengan orang lain?!" bentak gadis itu sambil menunjuk-nunjuk wajah Sienna.
Sienna awalnya sangat bingung, namun beberapa detik kemudian ia sadar dengan maksud ucapan gadis di hadapannya itu, sudah jelas kalau dia adalah kekasih Ryuuga.
"Ano.. Gomennasai–" ucapan Sienna langsung di potong oleh gadis itu
"Hei, kau! Siapa kau?! Berani sekali mendekati kekasih orang lain. Berapa harga dirimu, huh?!" hardik gadis itu sampai menarik perhatian para pengunjung festival.
"Emi! Sudah hentikan." sergah Ryuuga dengan wajah kesal, alisnya bertautan dan rahangnya sedikit mengeras.
"Ryuuga-kun, apa kau berselingkuh dariku? Bukankah sekarang aku satu-satunya kekasihmu? Iya kan? Kau tidak melakukannya kan?" gadis yang di panggil Emi itu pun bergelayut manja ditangan Ryuuga. Memasang ekspresi paniknya di wajah ayu nya.
Ryuuga tetap diam, sebenarnya ia mencoba meredam emosi nya agar tak sampai mempermalukan dirinya sendiri di depan umum. Belum lagi, dia anak dari pengusaha ternama. Dia memang jarang terekspos namun sudah bisa di pastikan beberapa di antara ratusan orang di sana ada yang mengenal dirinya. Sienna diam membeku, ucapan Emi benar-benar membuatnya terdiam.
"S-sou.. Ano, kalau begitu aku permisi dulu." Sienna membungkuk hormat, ia segera pergi dari tempat itu. Langkahnya diiringi dengan tatapan aneh dari para pengunjung lain yang mengiranya sebagai wanita murahan.
Sienna terus berlari menjauh dari tempat itu. Matanya sudah berkaca-kaca, ia merasa hatinya sakit setelah mendapat perkataan yang kurang mengenakkan untuk dirinya. Ia terus berlari tak tentu arah, menuju tempat yang sangat sepi. Berharap dia bisa menenangkan dirinya dengan baik di tempat itu.
"Kami-sama.. Kenapa aku merasa sakit hati..?" gumamnya menahan perih di hatinya.
Ia berjongkok sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sesak. Menangis dalam keheningan malam. Sangat lama.
Duuarrr!! Duaarr!!
Petasan sudah di nyalakan, seketika langit yang tadinya sangat gelap berubah menjadi sangat terang dan di penuhi warna-warni kembang api yang cantik. Tangisan Sienna terhenti, ia mendongak menatap langit yang sudah dihiasi berbagai warna cantik.
"Kirei..." gumam Sienna dengan penuh kekaguman pada indahnya langit malam itu.
"Mau sampai kapan kau disini?" tanya seseorang yang suaranya sudah dapat dikenali oleh Sienna. Ia menoleh ke belakang untuk sekedar memastikan pendengaran nya. Ryuuga sudah berdiri di belakangnya sambil memandangi dirinya.
"Pergilah." ucap Sienna dengan dingin lalu fokus dengan motif petasan yang sedang menghiasi langit malam itu.
"Apa maksudmu? Teman-temanmu sudah menunggu. Ayo kembali." ajak Ryuuga dengan nada ketus.
Sienna langsung tersadar dan langsung berdiri tegap. Ia menepuk dahinya pelan.
"Duh, aku lupa.." ucap Sienna lalu berbalik dan menarik tangan Ryuuga untuk segera berjalan.
Tidak lama kemudian, Mereka berdua pun sudah sampai di tempat awal. Sienna sudah bisa melihat Aika dan Yui yang sudah mencemaskan nya. Setelah mereka sampai, Yui dan Aika langsung menghampiri Sienna dan memeluknya dengan erat.
"Baka! Kau kemana saja?!" tanya Yui
"Gomen gomen..." jawab Sienna dengan pelan
"Mou Sienna-chan.. Kau membuatku khawatir!" Aika sudah terisak menahan tangis
"Ahaha daijoubu.." ujar Sienna mencoba menenangkan kedua sahabatnya.
__ADS_1
Setelah itu, Sienna dan Ryuuga menjalani hukuman mereka dengan baik. Malam itu adalah malam yang menyenangkan dan menyakitkan bagi Sienna.