Nona Maid

Nona Maid
Pindahan


__ADS_3

 


Seminggu setelah acara festival itu di adakan, Sienna kembali memberanikan diri untuk berbicara dengan Izumi. Mereka berjanji akan bertemu di cafe dekat kampus Izumi.


"Yo, Sienna!!" seru Izumi dengan gembira


"Sudah selesai?" tanya Sienna


"Sudah, sekarang kita makan dulu ya~? Aku lapar sekali."


"Baiklah."


              Sienna bersyukur. Kali ini dia datang di saat yang tepat. Kondisi Izumi sedang baik, begitu pula suasana hatinya, mungkin kali ini dia benar-benar akan mengatakannya pada bos nya ini. Mereka masuk ke dalam Cafe yang ukurannya hampir sama besar dengan milik Izumi, mereka duduk di salah satu tempat duduk yang dekat dengan jendela Cafe tersebut.


"Jadi, untuk apa kau sampai jauh-jauh menemui ku? Apa Aika dan Yui tidak kewalahan tanpa mu di sana?" tanya Izumi sambil memandangi wajah bule sahabatnya itu. Kantung mata nya sudah sedikit terlihat, mimik wajahnya pun tak se-cerah saat dirinya pertama kali datang ke Tokyo. Izumi jadi yakin kalau Sienna mempunyai masalah yang cukup berat untuknya.


"Kita makan saja dulu, aku juga lapar karena sejak pagi aku belum makan." tolak Sienna dengan guratan senyum lemah di wajahnya


"Souka? Apa kau takut terlambat datang ke sini?" tanya Izumi lagi


"Ehm.. Bisa dibilang begitu, aku juga sedang tidak ingin memasak di rumah." jawab Sienna sekena nya


"Kau kurang tidur ya? Apa kau harus lembur di Cafe? Apa yang terjadi padamu?" tanya Izumi yang sudah tidak tahan dengan pemandangan di hadapannya itu, wajah cantik sahabatnya sudah sedikit memudar, entah apa yang terjadi padanya. Namun, sebelum Sienna sempat menjawab, pesanan mereka pun sampai.


"Kita makan dulu ya, aku akan ceritakan apa tujuanku datang kemari." jawab Sienna lalu ia mulai menyantap makanannya sambil sesekali mengobrol dengan Izumi.


      Setelah mereka menyelesaikan acara makan itu, Izumi langsung menanyakan kembali pertanyaannya yang belum sempat Sienna jawab.


"Sekarang kau harus menjelaskannya." ucap Izumi


"Maafkan aku tapi.. Izumi, aku ingin keluar dari pekerjaan yang kau berikan padaku, maafkan aku, sungguh maafkan aku.." Sienna memegang kedua tangan Izumi dengan erat, raut keputusasaan nya nampak jelas.


"Kenapa kau ingin berhenti dari Cafe? Apa kau punya masalah dengan karyawan lain?" tanya Izumi, ia sedikit terkejut dengan ucapan Sienna


"Bukan, bukan begitu.. Aku.." Sienna sebenarnya tidak ingin mengatakan lebih jauh tentang alasannya memilih berhenti dari pekerjaan yang diberikan Izumi, tetapi Izumi tidaklah bodoh. Sebentar lagi ia pasti akan mengetahui alasan terbesarnya karena Izumi pun sudah tahu betul tentang keadaan keluarga nya.


"Ada apa?" Izumi mencoba memutar otaknya, ia tidak mengerti mengapa Sienna seperti tak ingin mengatakan apapun.


"Kau tahu? Aku sebenarnya sangat nyaman bekerja di cafe milikmu, tapi..."


"Apa itu karena keluargamu? Apa yang terjadi?" tanya Izumi yang sekarang sudah ikut khawatir pada dirinya dan keluarga nya


"Biaya hidup keluarga ku semakin meningkat, ibuku sedang di rawat di rumah sakit." jawab Sienna dengan wajah sedih, sedangkan Izumi langsung mematung. Pantas saja Sienna seperti orang yang sangat stress, jujur saja dia sangat iba melihat Sienna yang sudah harus menjadi orang yang paling kuat diantara anggota keluarganya dan harus  menjadi tulang punggung keluarga nya sejak lulus sekolah.


"Aku bisa membantumu, tenang saja Sienna. Aku pasti akan membantumu." Izumi mengeratkan genggaman tangannya pada Sienna. Sienna langsung menggeleng kuat.

__ADS_1


"Tidak, tidak! Aku tidak ingin terus-terusan merepotkan mu. Aku yang akan berusaha sendiri."


"Souka..." Izumi memasang wajah sedih, ia menunduk "Aku merasa sangat tidak berguna." gumamnya


"Tidak, justru kau sangat membantuku. Kau menjemput ku, memberiku tempat tinggal, memberiku pekerjaan, kau sudah melakukan banyak hal untuk ku dan aku berhutang budi padamu." ujar Sienna dengan senyum tulus di wajah ayu nya. Sejujurnya, hatinya masih bimbang namun ia tak bisa membuang banyak waktu hanya untuk kebimbangan yang melanda dirinya.


"Wakatta yo, Sienna.." Izumi menatap Sienna lalu tersenyum "Apa kau sudah mendapat pekerjaan baru?" tanya Izumi


"Sudah dan aku akan tinggal di sana, jadi aku akan mengembalikan apartemen milikmu, aku janji akan sering menemui mu, Aika, dan Yui." ujar Sienna dengan senyum sedihnya, ia tak mampu menekan emosi dalam dirinya. 




    Naoki hari ini tidak masuk sekolah, ia menginap di mansion milik Ryuuga. Padahal si pemilik rumah sedang bersekolah tetapi ia malah lebih memilih bersantai di rumah sahabatnya.


"Nanami ba-san? Kau sedang apa?" tanya Naoki seraya membenarkan posisi duduknya, ia menatap punggung Nanami yang sedang memasak untuk makan siang.


"Ada apa, Naoki-sama? Apa anda sudah lapar? Sebentar lagi masakannya akan siap." sahut Nanami tanpa menatap Naoki yang sedang duduk di belakangnya.


"Ah tidak, kok."


Naoki membuka notifikasi di ponsel nya, ia terkejut sekaligus senang. Ia sampai berdiri dan tersenyum lebar.


"Yatta!!!"


"Nanami ba-san, aku punya berita baik untuk mu!" Naoki berlari kecil mendekati Nanami dan memegang tangannya dengan erat


"A-apa itu?" tanya Nanami yang kebingungan


"Kau tidak akan kesepian lagi~!! Aku sudah menemukan teman baru untukmu, nanti sore dia akan datang kemari~"


"Maksud anda?"


"Aku memasang iklan untuk mencari maid baru untuk mansion ini, kau kesepian meskipun maid disini banyak tetapi mereka sudah memiliki tempat masing-masing. Dia akan bertugas bersama denganmu, aku sudah mendapatkannya!!" jelas Naoki panjang lebar, Nanami membeliak kaget. Bagaimana bisa tuan nya itu sangat perhatian pada dirinya? Nanami bahkan tidak pernah berpikir kalau Naoki akan bertindak sejauh ini untuk dirinya.


"Naoki-sama..." gumam Nanami dengan mata yang berkaca-kaca


Setelah masakannya sudah matang, Naoki segera makan siang bersama dengan Nanami. Dia bercerita banyak mulai dari Ryuuga, Reiji, Arata, bahkan sampai Sienna pun dia ceritakan. Tiba-tiba, ponsel Naoki berdering.


"Moshi-moshi?"


"Jemput aku. Cepat."


"Haaaii',Ryuuga-sama."

__ADS_1


Ryuuga langsung memutuskan panggilan nya. Naoki segera menyelesaikan makan nya dan beranjak dari kursi. Ia Memandang Nanami dengan senyum antusias.


"Nanami ba-san, kau bersiaplah menyambut keluarga baru ya? Mungkin nanti saat aku pergi menjemput Ryuuga, dia akan datang." ucap Naoki yang langsung berlari keluar mansion.




     Sementara itu, Sienna saat ini sedang mengepaki barang-barang nya dibantu dengan Izumi sang pemilik apartemen.


"Huh.. Apartemen ini akan kosong lagi ya.." gumam Izumi


"Sou desu ne.. Kau harus sering-sering menghubungi ku ya? Aku pasti kesepian di sana." ucap Sienna


"Iya, iya. Kau tidak menemui Aika dan Yui dulu? Pasti mereka akan terkejut jika besok pagi kau sudah tidak ada di Cafe."


"Sepertinya aku tidak bisa, aku tahu aku memang salah. Tapi aku akan mengabari mereka lewat telepon saja, jika ada waktu, aku akan menemui mereka."


"Hati-hati ya, kau akan selangkah lebih jauh dari orang-orang yang kau sayang."


"Kau sudah seperti seorang ibu saja, hihihi." Sienna terkekeh geli mendengar perkataan Izumi


"Baka!" Izumi mencubit lengan Sienna dengan cukup keras hingga membuat sang empu nya mengaduh kesakitan.




"Antar aku ke mall sebentar." ucap Ryuuga pada supir pribadinya kali ini


"Cih, mendoukusai." Naoki mendecih kesal lalu menoleh sebentar untuk melihat Ryuuga "Memangnya kau mau beli apa?"


"Hanya ingin makan."


"Makan? Nanami ba-san sudah memasak untukmu."


"Aku sedang tidak ingin pulang cepat." sahut Ryuuga


"Hah kau ini aneh sekali."


Sienna di antar ke kediaman Namikaze oleh Izumi. Sepanjang perjalanan Sienna berdoa untuk keluarganya dan meminta kekuatan hati agar ia mampu menghadapi apapun yang akan terjadinya di tempat kerja nya yang baru.


"Izumi, kenapa aku sedikit gugup?"


"Mungkin karena kau takut dengan majikan baru mu," sahut Izumi

__ADS_1


"Benarkah?"


"Tenang saja, sepertinya aku tahu siapa Namikaze yang kau maksud. Berdoa aja semoga perkiraan ku benar." ucap Izumi dengan senyum penuh arti


__ADS_2