Nona Maid

Nona Maid
Maid bg 2


__ADS_3

Sienna terlalu tegang dan memikirkan banyak hal setelah kepindahannya ke mansion Namikaze ini. Ia sampai tidak bisa tertidur karena terlalu stress. Walaupun sebenarnya dia tidak terlalu merasa aneh karena ranjang nya tak kalah nyaman dengan di apartemen Izumi, bahkan kamar yang besar ini membuatnya lebih terasa seperti memiliki dunia sendiri. Namun yang selalu dia bayangkan adalah tuan baru nya.


"Aku kenapa...? Apa yang harus ku lakukan?" gumamnya


         Padahal ia sudah mematikan lampu kamarnya agar dia lebih cepat merasa mengantuk tetapi ia malah semakin terjaga. Ia melihat jam di pergelangan tangan nya, sudah tengah malam tetapi ia tetap tak bisa tertidur.


"Aku tidak mungkin menelepon Haru di tengah malam seperti ini..." ucapnya pelan lalu ia menghela napas untuk ke dua puluh kalinya dan mencoba tidur. Ia memasang alarm agar tidak sampai kesiangan di hari pertamanya bekerja.




         Pagi harinya di Cafe Izumi, Yui dan Aika duduk merenung di kursi yang ada di depan kasir.


"Huft... Kenapa Sienna-chan belum datang juga?" keluh Aika sambil menghela napas panjang


"Iya, padahal ini sudah waktunya membuka Cafe. Apa dia terlambat karena ada sesuatu ya?" gumam Yui, sebenarnya pikirannya sudah mengarah pada hal yang pernah dia bicarakan dengan Sienna namun ia memilih membuang jauh-jauh pikiran itu.


Sampai pada saat Izumi datang ke dalam Cafe, Aika dan Yui langsung berdiri dan menyambutnya dengan baik seperti biasa. Izumi menunjukkan senyum cerahnya lalu melambaikan tangan pada keduanya, pemandangan yang tak biasa.


"Izumi-sama, ada apa?" tanya Yui yang heran melihatnya muncul di Cafe setelah cukup lama ia tidak berkunjung


"Eh? Apa aku tidak boleh datang kesini?"


"Bu-bukan begitu maksud Yui-chan, Izumi-sama. M-mungkin dia hanya ingin bertanya karena anda jarang kemari."


"Hahaha aku hanya ingin bertemu kalian dan ingin makan disini, hari ini jadwal kelas ku dimulai siang. Oh iya, jangan panggil aku dengan -sama, sangat tidak enak di dengar." ujar Izumi yang langsung duduk di salah satu kursi pelanggan dan memesan beberapa menu makanan dan minuman untuk sarapannya. Yui dan Aika hanya berdiri dan menatap Izumi terus menerus hingga sang objek pun merasa aneh. "Kalian ini kenapa? Kalian tidak mau duduk?"


Izumi dan Aika menggeleng pelan namun tetap memperhatikan Izumi sambil mengernyit bingung. Izumi sweatdrop melihat tingkah laku keduanya yang berdiri seperti patung di sebelah mejanya. "Kalian ini menanyakan sesuatu?" Izumi bertanya sambil mengangkat sebelah alisnya bingung.


"Ano.. Izumi-sama, kau tidak mencari Sienna-chan?" tanya Aika yang kebingungan alih-alih takut karena Sienna sudah sangat terlambat.


Izumi terdiam. Jika ia yang mengatakan kebenarannya terlebih dulu, bisa jadi kedua teman nya ini akan kecewa karena pengunduran diri Sienna tanpa memberitahukan mereka dulu.


"Ada apa Izumi-sama?" tanya Yui

__ADS_1


"Dia tidak datang? Mungkin dia sedang pulang ke rumahnya untuk mengunjungi keluarganya, dia sudah lama berada di kota." jawab Izumi sekenanya


"Sou desu ka? Apa dia juga tidak memberitahu mu?" tanya Aika


"Mungkin dia belum sempat, tenang saja dia pasti baik-baik saja kok." ujar Izumi dengan senyum lebarnya lalu mereka hanya mengangguk mengiyakan penuturan Izumi.




"Aku sangat ingin menemuinya!" bisik Naoki dengan penuh antusias, ia memegang lengan Ryuuga dengan sangat erat padahal Ryuuga masih sangat mengantuk, terbukti dari matanya yang masih menyipit dan beberapa kali menguap.


Kriiieet


Pintu terbuka dan menampakkan sosok lelaki tinggi dengan rahang yang tajam masih memakai piyama abu-abu nya, rambutnya masih berantakan namun matanya sudah terbuka lebar.


"Nii-chan~!!!!!!!" seru Naoki sambil merangkul leher Reiji dengan erat hingga membuat sang empunya kesulitan bernapas.


"Y-yo Naoki.. Ahaha" Reiji harus sedikit membungkuk agar ia bisa lebih bebas bergerak. Lalu tatapannya tertuju pada adik kandungnya yang masih tetap berdiri diam menatapnya, tatapan yang dingin dan wajah yang datar, entah apa yang sudah terjadi padanya dalam beberapa tahun terakhir sama kepergiannya ke Jerman. "Ryuu~ apa kau tidak merindukan ku, eh?" Reiji melepaskan rangkulan Naoki di lehernya lalu ia merentangkan kedua tangannya hendak memberikan pelukan namun Ryuuga mengacuhkan nya dan berbalik.


"Kenapa kau bilang begitu padaku... Apa aku melakukan kesalahan? Kesalahan apa yang sudah ku perbuat? Ini salah ku ya? Apa iya?" gumam Reiji dengan tangisan nya dan berhasil membuat Naoki iba.


"Kau lama sekali. Waktu sarapan ku terbuang sia-sia." kata Ryuuga tanpa basa-basi sama sekali, membuat Reiji kembali suram.


"Ha-hai' wakatta desu yo.. Gomennasai, Ryuuga-sama." balas Reiji sambil menyatukan kedua telapak tangannya dan memohon maaf pada adiknya.


"Sudah, sudah. Ayo kita sarapan bersama~!!" Naoki berjalan sambil menggandeng kedua tangan kakak beradik itu menuju ruang makan yang jaraknya bisa tempuh sekitar 3 menit karena mereka— ralat lebih tepatnya Naoki dan Reiji pun asyik mengobrol dan bertukar cerita.


Sementara itu, Sienna membantu Nanami menyiapkan segala makanan yang mereka buat di meja makan yang sangat panjang, seperti sebuah meja makan di kerajaan. Sienna bersyukur, alarm nya mampu membangunkannya dengan cepat. Setelah selesai meletakkan semua peralatan makan dan menyusunnya dengan rapi, Sienna berdiri di samping meja makan lalu tersenyum senang. "Yokatta.." ia menghela napas lega.


"Terimakasih banyak sudah membantuku, Sienna.." ucap Nanami sambil tersenyum lebar, memperlihatkan kerutan di mata nya yang sudah bertambah namun tak mengurangi kecantikannya dan keanggunannya. Melihat sosok Nanami yang begitu elegan dalam melayani majikannya, Sienna jadi merasa sedikit takut ketika nantinya ia melakukan kesalahan fatal yang akan mempermalukan dirinya sendiri. Sienna menatap Nanami dengan mata berbinar senang. "A-ah ini sudah menjadi bagian tugasku juga, Nanami ba-san. Maafkan aku jika aku masih melakukan beberapa kesalahan yang membuatmu kesulitan." Sienna membungkuk hormat pada Nanami.


"Hei, kau tidak perlu terlalu formal seperti itu denganku. Oh iya, bagaimana dengan tidurmu?" tanya Nanami sambil memegang bahu Sienna.


"Eh? Sebenarnya aku kurang nyenyak. Mungkin karena aku belum terbiasa dengan tempat yang baru dan ini terasa terlalu mewah untukku.." jawab Sienna sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal

__ADS_1


"Hahaha tentu saja itu bisa terjadi, kau akan cepat beradaptasi.. Tenang saja ya." ucap Nanami sambil tertawa kecil melihat Sienna yang cukup menarik baginya.


Sienna menengok ke luar jendela lalu melihat taman belakang kediaman Namikaze yang masih kering. Sienna pun tergerak ingin menyiramnya alih-alih melihat taman dan menenangkan pikiran. "Ano.. Nanami ba-san, apa tidak ada yang menyiram tanaman di taman belakang?" tanya Sienna


"Sepertinya belum ada maid yang sempat mengerjakannya, begitulah. Ada banyak sekali ruangan besar disini, jadi kebanyakan dari kami akan fokus pada bagian masing-masing dan kurang memperhatikan yang lainnya." ungkap Nanami yang dibalas oleh anggukan mengerti dari Sienna


"Apa tidak ada tukang kebun?" tanya Sienna


"Oh iya, aku baru ingat.. Sudah seminggu ini dia pulang ke kampung halamannya karena istrinya sakit, jadi tidak ada yang merawat taman."


"Souka.. Bolehkah aku yang melakukannya? Aku akan tetap membantumu mengurus dapur tapi aku akan menyiram tanaman di sana setelahnya. Aku akan melakukannya sampai tukang kebun kembali lagi kesini, boleh?" tawar Sienna dengan wajah penuh harap, membuat Nanami sedikit bimbang dengan keputusannya.


"E-eh bagaimana ya.."


"Boleh yaa?? Bunga-bunga itu akan kering jika tidak ada yang merawatnya.."


"Baiklah, baiklah. Lakukan sebisa mu saja ya, jangan terlalu memaksakan diri."


"Yatta!! Arigatou ne, Nanami ba-san!!" saking senangnya, Sienna langsung memeluk Nanami dengan erat lalu segera berlari ke luar menuju taman. Sesaat setelah Sienna keluar, ketiga lelaki jangkung itu telah sampai diruang makan dengan wajah riang, kecuali Ryuuga tentu nya.


"Whoaaa makanannya terlihat sangat lezat~!!" ucap Naoki sambil memandangi satu per satu jajaran piring yang sudah tersusun makanan dan terisi berbagai jenis masakan.


"Ohayou gozaimasu Naoki-sama, Reiji-sama, Ryuuga-sama." sapa Nanami dengan senyum elegan lalu ia membungkuk hormat pada ketiga tuannya. "Ohayou mo, Nanami ba-san." Reiji membalas sapaan manis dari sang ibu kedua. Naoki dan kedua pemilik rumah itu pun duduk di kursi masing-masing dan memulai acara sarapan bersama dengan tenang dan hening. Hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan piring di ruang makan keluarga Namikaze itu.


"Oh iya, ba-san." Naoki memanggil Nanami dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanan.


"Hai' Naoki-sama, ada apa?" tanya Nanami dengan sopan


"Apa kau memasak sendiri? Bagaimana dengan maid baru itu?" tanya Naoki dengan tatapan serius nya


"Dia sudah membantuku, Naoki-sama. Tapi setelah selesai membantu, dia langsung pergi ke taman untuk merawat tanaman di sana karena tukang kebun sedang cuti untuk sementara waktu.." jawab Nanami sambil tersenyum


"Souka?"


"Maid baru?"

__ADS_1


__ADS_2