Nona Maid

Nona Maid
Malam Festival bg 1


__ADS_3

"Apa kau yakin? Kau sadar dengan keputusan yang kau buat? Lalu bagaimana caramu menjelaskan ini semua pada Izumi? Apa kau tidak ingin memikirkannya sekali lagi?" Yui terus mencerca Sienna dengan banyak pertanyaan dan membuat Sienna semakin yakin bahwa Yui sangat mencemaskan dirinya.


"Aku yakin, Yui-chan. Aku akan menjelaskan ini segera pada Izumi, bagaimana pun caranya. Aku minta maaf karena keputusan ku yang tidak memikirkan hal lain." ujar Sienna sambil tersenyum lembut pada Yui


"Sienna..." Yui menggenggam tangan Sienna dengan sangat erat seakan-akan temannya itu akan hilang dalam sekejap mata jika ia melepaskan genggamannya itu.


        Hati Sienna kembali bimbang. Ia bekerja sambil memikirkan banyak hal. Ia tidak akan bisa bertemu sewaktu-waktu dengan teman-temannya tetapi jika ia terlalu memikirkan perasaan pribadinya, ibu dan kedua adiknya akan terlantar dan hidup dalam kekurangan yang menyiksa. Sienna menggigit bibir bawahnya, hatinya terasa sesak. Ia sudah sering merasa tersayat namun kali ini sangat berbeda. Sungguh menyakitkan hidup sendirian di kota yang sangat besar apalagi jika pergi kesana karena butuh uang. Ada banyak cara mendapatkan uang, mulai dari yang mudah, sedang, hingga sulit. Namun, Sienna tak ingin menggunakan cara kotor untuk menghidupi keluarganya.


"Na....Enna..Sienna-chan!!" seru Aika yang sedari tadi memanggil nama Sienna namun tak kunjung mendapat sahutan dari si pemilik nama


"E-eh? Iya ada apa Aika-chan?" tanya Sienna dengan wajah gelagapan


"Kau ini sedang memikirkan apa sih?" tanya Aika yang memasang wajah cemberut


"Ahaha maafkan aku..." Sienna hanya bisa menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal


"Izumi sudah datang ke sini loh. Kau ada urusan dengannya kan? Dia akan sampai setengah jam lagi, kau cepatlah selesaikan tugas bagian mu ya." ucap Aika yang dengan riang mengingatkan Sienna, membuat Sienna merasa semakin berat meninggalkan teman-temannya


"Eh terimakasih banyak, Aika-chan. Aku sangat tertolong. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku." sahut Sienna dengan wajah berseri-seri


Setelah Sienna mempercepat gerak nya, akhirnya ia berhasil menyelesaikannya dalam waktu dua puluh menit. Ia mengelap tangannya yang basah lalu berlari kecil menuju ruang istirahat para pekerja. Ia melihat Izumi yang sepertinya sedang sangat lelah, wajahnya sedikit pucat dan ia terlihat lesu.


"Izumi? Kau sakit?" tanya Sienna dengan wajah cemas dan terus memperhatikan wajah sahabatnya itu.


"Ah tidak, aku hanya kurang tidur saja. Tugas kuliah ku sudah sangat banyak dan aku jadi tidak sempat tidur selama tiga hari." jawabnya dengan senyum lemahnya, ia menatap Sienna lalu "Ah iya, apa yang ingin kau katakan padaku? Sepertinya sangat penting."


Suara Sienna tercekat. Ia sekarang kembali bimbang setelah melihat keadaan Izumi yang sedang kelelahan. Ia pun menggigit bibir bawahnya, mencoba mengambil keputusan dan meredam kegugupannya.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat kebingungan?" tanya Izumi


"A-anu.. Izumi, apa kau mau ikut ke festival malam ini? Kita semua akan merayakannya." Sienna mengalihkan tujuan sebenarnya dengan festival yang memang akan di adakan malam ini.


"Souka? Hm... Aku sudah lama tidak ikut acara festival dan aku sangat ingin datang tapi.. Sepertinya aku tidak bisa, tugasku sangat banyak jadi aku tidak punya banyak waktu." jawab Izumi dengan raut wajah sedihnya

__ADS_1


"Souka? Mau bagaimana lagi.. Jika saja aku paham, mungkin aku bisa membantumu.." gumam Sienna


"Ah kau ini apa-apaan sih? Ini kewajiban ku dan tentu saja aku yang harus bertanggung jawab. Akan aku usahakan untuk pergi kesana." ujar Izumi dengan senyum tipis di wajahnya.


"Souka.."


"Jadi kau menyuruhku kesini hanya untuk membicarakan festival?!" tanya Izumi dengan wajah kaget nya sedangkan Sienna malah lebih terkejut dengan pertanyaan mendadak dari Izumi.


"M-maa ne.. Sou desu yo hehe." Sienna terpaksa berbohong pada Izumi karena keadaannya sedang tidak baik dan pernyataan nya mungkin akan memperkeruh keadaannya. Sienna hanya bisa menggaruk belakang kepalanya sambil terkekeh


"Menyebalkan sekali." Izumi menyubit lengan Sienna dengan cukup kuat hingga membuat Sienna merintih kesakitan


"Tidak apa-apa, kurasa kau juga butuh istirahat untuk meringankan beban pikiranmu." ujar Sienna sambil mengelus punggung sahabatnya itu


"Cih, baka Sienna." ketus Izumi sambil melipat kedua tangan di depan dada




"Sou yo!!" seru Yui dengan wajah dan sikap yang sangat bersemangat.


"Ne, ne.. Apa yang harus kita lakukan pertama kali?" tanya Aika dengan mata berbinar sambil menatap kedua temannya. Sienna dan Yui terdiam sambil memutar otak dan berpikir keras.  Mereka sama sekali tak merencanakan apapun dan asal datang saja.


"Aku tidak bisa memikirkan apapun.." sahut Sienna dengan wajah bingung


"Aku juga." ujar Yui dengan wajah datar sambil mengangkat tangannya


"Souka? Huft.. Lalu kita harus apa? Apa kalian mau langsung membeli makanan?" tanya Aika dengan senyuman manis nya


"Memang kau mau beli apa?" tanya Sienna balik


"Hm.. Aku ingin permen apel!! Itu sangat khas dengan festival. Aku ingin memakannya!" seru Aika dengan wajah gembira

__ADS_1


"Yui-chan? Kau mau beli apa?" tanya Sienna lagi


"Aku ingin roti melon, ingin takoyaki, ingin permen apel, ingin mochi. Aku tidak tahu harus makan apa dulu." Yui di landa kebingungan sementara bagi kedua temannya yang mendengar daftar keinginannya sudah menganggap bahwa Yui adalah orang yang rakus.


Akhirnya mereka pun pergi ke stand permen apel yang diinginkan oleh Aika. Berhubung Aika adalah yang paling muda di antara mereka, jadi mereka menuruti keinginan Aika terlebih dahulu.


"Ini permen nya, terimakasih banyak sudah mampir~" ucap paman penjual permen tersebut pada kami bertiga


"Terimakasih kembali, oji-san~" Aika tersenyum lalu membungkuk hormat pada paman itu lalu kami pergi dari sana untuk berjalan-jalan melihat banyak stand yang dibuka di sana.


Baru beberapa menit kami berjalan menjauh dari stand permen, tiba-tiba Aika berhenti.


"O-oi ada apa Aika?" tanya Yui


Lantas Aika berbalik menatap kami dengan wajah anehnya. Tentu saja aku bingung dengan ekspresi wajahnya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Sienna sambil mengernyit bingung


"Etto..." wajahnya bersemu merah lalu mengalihkan tatapannya dan berkata "Aku ingin buang air kecil. Antar aku pergi kesana.. Onegai.." bisik Aika pada kami, kami pun tertawa pelan.


"Lalu kenapa kau harus bertele-tele seperti tadi? Cepat pergilah bersama Yui-chan. Aku akan tunggu di depan sana. Sienna menunjuk tempat duduk panjang yang jaraknya agak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.


"Jaa ne, Sienna-chan." Aika langsung menarik tangan Yui dan berjalan cepat.


Sebenarnya Sienna tak tahu harus pergi kemana apalagi tempat ini sangat ramai sekali, bahkan jalanan saja tidak terlihat dengan jelas olehnya. Sienna asal melangkah saja untuk pergi dan tiba-tiba ia menabrak punggung seseorang yang berada di depannya.


"A-ano gomennasai.." gumam Sienna dengan wajah takut, lelaki yang ditabrak oleh Sienna pun berbalik dan mereka sama-sama terkejut.


"Kau..!" ucap keduanya dengan serentak sambil menunjuk wajah masing-masing lawan bicara.


Ya, pertemuan ke sekian kalinya antara Sienna dengan musuh nya, Ryuuga. Padahal Sienna udah bersumpah tidak ingin membuat masalah ataupun berurusan dengan dia lagi tapi takdir berkata lain, mereka malah bertemu di festival dan Sienna lah yang mencari masalah duluan meskipun tidak di sengaja.


"G-gomen.." gumam Sienna sambil menunduk untuk menghindari tatapan tajam dari si Ryuuga

__ADS_1


"Dimana mata mu? Apa kau tidak bisa melihat?" cibir Ryuuga dengan wajah kesal


"A-apa sih? Aku kan sudah meminta maaf." ketus Sienna sambil mengerucutkan bibirnya


__ADS_2