Nona Maid

Nona Maid
Musuh Baru


__ADS_3

"Ne Sienna-chan.." Panggil Aika


"Hm? Ada apa Aika-chan?" Sienna menghentikan aktivitas membaca kamus nya dan menatap Aika yang duduk diseberang mejanya.


"Kau tinggal dimana?" Tanya Aika tiba-tiba yang membuat Sienna terdiam seribu bahasa. Tidak mungkin ia mengatakan kalau dirinya meminjam apartemen milik bos nya sendiri, walaupun bos mereka adalah sahabatnya. Jika ia memberitahukannya, bisa saja menimbulkan salah paham untuk pegawai yang lain. Mereka tentu akan mengira kalau dirinya diberi kasih sayang yang lebih dari bos nya.


"Hei, Sienna. Kenapa kau malah melamun?" Tanya Yui sambil menyikut lengan Sienna dan menyadarkannya dari lamunan yang sia-sia.


"O-oh aku tinggal di kontrakan yang lumayan jauh dari sini. Oh iya, apa setelah pulang bekerja kalian ada kegiatan lain?" Sienna cepat-cepat mengganti topik pembicaraan sebelum pertanyaan dari kedua temannya sampai melebar dan ia tak tahu harus menjawab apa.


"Souka na~? hm, setelah pulang dari sini biasanya aku langsung pulang ke rumah." Jawab Aika sambil mengusap dagunya seolah berpikir.


"Aku juga tidak ada kegiatan hari ini, kalau biasanya sih aku akan pergi ke tempat gym." Jawab Yui sambil menatap bangga kedua temannya. Sedangkan Sienna dan Aika hanya menggelengkan kepalanya, Yui memang cantik tapi dia bukanlah perempuan feminim bergaun. Meskipun lekuk tubuhnya bagus, tapi ia sangat tomboy bahkan tidak pernah menggunakan rok sama sekali, yah kecuali saat sekolah dulu tentunya. Tak heran jika sikap dan penuturannya kasar karena memang seperti itulah dirinya, unik. Serena tertawa kecil melihat Yui yang berdiri sambil memamerkan otot lengannya padahal tak begitu Nampak.


"Hei, bagaimana jika kita berjalan-jalan sore ini? Kalian bilang tak punya kesibukan lain, bukan? kalian bisa ajak aku mengenali lebih dalam tempat ini." Ajak Sienna dengan wajah bersinar, ia sangat gembira dihari kedua pindahannya. Ia sangat ingin cepat mengenal lingkungannya dan mencari pekerjaan lainnya.


"Baiklah~" Jawab Aika dengan senyum imutnya.

__ADS_1


"Kau mau kemana? Akan ku tunjukkan tempat Gym yang paling terkenal disini~" Yui mengedipkan sebelah matanya pada Sienna dan membuatnya melongo.


"Ne, Ne.. Yui-chan, Sienna-chan tidak akan suka. Dia bukan tipe perempuan seperti dirimu, tahu." Aika mengerucutkan bibirnya menjawab ajakan Yui yang sangat tidak menarik untuknya dan juga Sienna.


"Hee~??!! Kenapa? Itu tempat yang paling seru, tahu. Kau bisa melatih tubuhmu dan menjadi sehat, hehehe." Yui kembali mengepalkan tangannya sambil tersenyum lebar, menunjukkan gigi-giginya yang rapi dan dengan cepat dibalas dengan gelengan kepala dari Sienna dan Aika.




"Hei, permisi." Pemuda itu memanggil Sienna tapi ia tak kunjung berbalik hingga pada akhirnya pemuda yang masih berdiri didekat meja kasir sambil memasukkan kedua tangannya di kantung celana pun langsung mendekati Sienna. Pemuda tersebut menautkan alisnya, ternyata gadis itu sedang memakai earphone, pantas saja jika ia tidak mendengar panggilan pelanggan. Dengan wajah kesal, pemuda itu menendang kaki meja yang sedang dibersihkan oleh Sienna hingga membuatnya tersentak kaget.


Braak!


"Hei kau." Panggil pemuda itu dengan datar.


Sienna buru-buru melepas earphone nya dan langsung menatap pemuda yang sudah berani mengganggu ketenangan dirinya. Ia memelototi pemuda didepannya yang tidak sopan.

__ADS_1


"Hei, Tuan. Bisakah kau sopan sedikit?" Ketus Sienna dengan wajah cemberut. Pemandangan yang imut karena Sienna jarang sekali marah. Pemuda didepannya tak kalah marahnya, ia menatap tajam tepat ke mata Sienna, namun Sienna tak takut sama sekali bahkan malah menantangnya.


'Menarik' pikir pemuda itu


Sienna berkacak pinggang, ia menatap kesal pemuda di depannya yang merasa tidak berdosa sama sekali. Jika perilakunya tadi dilakukan di desanya, mungkin pemuda itu sudah habis dicaci maki oleh orang-orang karena ketidaksopanan nya.


'Dia terlihat lebih muda dariku' Sienna menatap lekat pemuda didepannya itu


Pemandangan yang menakjubkan, karena hanya dia perempuan satu-satunya yang berani melawannya. Bahkan perempuan itu terlihat sama sekali tidak terpesona dengan ketampanan tidak wajar yang dimiliki oleh pemuda dihadapannya. Pemuda berambut pirang yang masih setia berdiri didepan meja kasir hanya memandangi mereka tanpa berniat melerainya.


Yui keluar dari WC, ia mengelus perutnya yang terasa lega. Ia membenarkan celana maid nya lalu beranjak keluar untuk menutup toko. Saat sampai di depan, Yui menatap pemuda yang sangat ia kenali, ya dia dan temannya adalah pelanggan setia toko kue itu. Yui memasang senyumnya hendak menyapa, ketika ia menoleh ke tempat meja pelanggan, betapa terkejutnya Yui melihat kebodohan temannya yang berani menantang pemuda dihadapannya.


"EEEHHHH??!!!" Yui segera menutup mulutnya setelah terkejut hingga membuat sang pemuda yang berdiri disampingnya menoleh heran. Ia terkekeh pelan lalu menatap Yui yang masih fokus melihat Sienna yang beradu tatap dengan pemuda didepannya itu.


"Apa dia pegawai baru disini?" Tanya nya pada Yui.


"E-eh? Iya Naoki-san.. saya akan mengurusnya, permisi." Yui hendak pergi mendekati Sienna tapi tangannya ditahan oleh Naoki sendiri lalu tersenyum jahil.

__ADS_1


__ADS_2