
"A-apa sih? Aku kan sudah meminta maaf."
"Aku tidak butuh maaf darimu. Bisakah sekali saja kau melakukan sesuatu dengan benar?" tanya Ryuuga yang langsung tepat menusuk hati Sienna. Bagaimana tidak? Ryuuga mengatakan itu seolah-olah Sienna memang tidak pernah melakukan segala sesuatu dengan benar dan selalu teledor. Padahal, hanya waktunya saja yang kurang tepat. Ia selalu membuat kesalahan saat ada Ryuuga.
"Jangan sok tahu ya, anak muda." ketus Sienna tanpa takut, ia sekarang sedang berkacak pinggang di hadapan lelaki yang memang lebih muda dua tahun darinya. Ryuuga mengangkat sebelah alisnya heran.
'Apa-apaan gadis ini? Dia tidak takut padaku sama sekali. Menarik.' pikir Ryuuga sambil menyeringai tipis sehingga Sienna tidak mungkin melihatnya dengan jelas karena cahaya lentera pun remang-remang.
"Ryuugaaa~!!!" seru seseorang yang sangat dikenali keduanya. Ya, siapa lagi kalau bukan Naoki. Lelaki manis yang sangat ceria dan selalu menebar senyum pada siapapun yang ia temui. Naoki sedang berlari kecil mendekat kearah mereka berdua.
Saat sampai di sana, Naoki mengernyit bingung.
"Eh? Ryuu, tadi aku sepertinya melihatmu sedang berbicara dengan seseorang.. Siapa?" Naoki terus celingak-celinguk mencari sosok yang berbicara dengan temannya tadi.
"Dia–" Ryuuga juga sedikit terkejut, ia tidak tahu kapan Sienna pergi dari sana. Tiba-tiba saja, wujudnya sudah menghilang seperti terbawa angin tanpa menyisakan bekas sedikit pun. 'Cepat sekali hilangnya' batin Ryuuga yang sedetik kemudian sudah tidak peduli lagi dengan hal itu.
"Ada apa? Siapa yang berbicara denganmu tadi?" tanya Naoki yang masih penasaran
"Aku berbicara dengan yokai rubah." jawab Ryuuga enteng lalu berjalan dan meninggalkan Naoki yang masih kebingungan dengan jawaban dari teman sepermainannya itu. Lalu setelah jarak mereka agak jauh, Naoki langsung mengejarnya dan berjalan-jalan untuk melihat-lihat.
•
•
Sementara itu, Sienna baru sampai ditempat yang menjadi tempat perjanjian dirinya dan kedua temannya yang sedang pergi ke toilet.
"Huft.. Untung saja ada banyak kerumunan orang, aku bisa bersembunyi dengan mudah.." gumam Sienna sambil menghela napas lega.
__ADS_1
Seketika, dalam pikirannya terbesit sedikit rasa bersalah pada keluarganya. Saat keadaan ibunya yang sedang sakit parah dan kedua adiknya yang harus berhemat agar uang sekolah mereka cukup sampai dirinya kembali menerima gaji, ia malah bersenang-senang dan bersantai menikmati festival malam itu. Seharusnya ia menikmati malam seperti ini bersama Haru dan Sora yang sejak dulu ingin merasakan festival besar di kota besar yang menjadi pusat berbagai aktivitas. Suasana hatinya memburuk dengan cepat, hatinya berdenyut nyeri. Seharusnya sekarang ia segera mencari tahu tentang pekerjaan yang akan dia kerjakan sebentar lagi.
"Oi, Siena!" panggil Yui dengan suara lantang nya, membuat Sienna yang sejak tadi terlena dengan pemikirannya pun tersadar dengan cepat.
"I-iyaa... Maafkan aku, aku terlambat." ucap Sienna sambil menggaruk tengkuk nya
"Kau ini kemana saja? Kami berdua mencemaskan dirimu, Sienna-chan." ujar Aika yang memasang ekspresi khawatir berlebihan pada dirinya. Sienna pun tersenyum.
"Arigatou ne, Aika-chan, Yui-chan.." Sienna tersenyum namun ia juga mengusap matanya seakan menghapus air mata, membuat kedua temannya kebingungan.
"Doushita, Sienna?" tanya Yui
"Ah iie," Sienna menggeleng cepat lalu tersenyum lebar dan berkata "Kali ini kita akan melakukan apa?"
"Hm.. Aku juga tidak tahu." sahut Yui
Kegiatan doa bersama pun berjalan dengan baik dan lancar. Setelah acara selesai, mereka kembali berkeliling area sekitar kuil untuk menikmati kembang api yang sebentar lagi akan di nyalakan, saat-saat yang menyenangkan karena dapat melihat berbagai warna dan bentuk di gelapnya langit malam.
"Arata. Kau baru datang semenit sebelum doa di mulai kan?" tebak Naoki dengan wajah sebal nya
"Ah iya. Aku terlambat bangun, aku terlalu lelah untuk datang kemari." jawab Arata dengan wajah tanpa dosa
"Apa-apaan kau ini? Padahal doa ini adalah hal yang sangat penting di lakukan dalam festival." ujar Naoki sambil mengerucutkan bibirnya
"Ah Souka? Aku tidak ingin mendengar nya dari seorang pendosa seperti dirimu." ucap Arata yang langsung mengajak Ryuuga pergi dari sana.
"Ah bakayarou!!" umpat Naoki dengan wajah yang super kesal namun tak ada yang memperhatikannya. Ia pun dengan wajah kesalnya langsung menyusul kedua temannya yang sudah berjalan duluan di depannya.
__ADS_1
Ramai. Satu kata yang langsung bisa menggambarkan malam itu. Semua orang merayakan dengan gembira dan senyuman yang merekah, tetapi tidak semua hati merasa baik-baik saja meskipun saat itu mereka sedang merayakan acara dan menghabiskan waktu dengan orang terkasih. Saat ini, Naoki mengajak keduanya untuk pergi ke tempat pemancingan mini yang biasa dimainkan oleh anak kecil. Tentu saja Naoki sendirian yang bermain, sedangkan Ryuuga dan Arata hanya memperhatikan dirinya dengan wajah datar.
"Begini tipe sahabatmu?" gumam Arata sambil melirik Ryuuga yang juga sedang memandangi Naoki dengan senyum ceria kekanak-kanakkan nya.
"Hn. Terpaksa. Aku juga tidak tahu kenapa dia selalu menempel padaku." jawab Ryuuga yang mengundang kekehan geli dari Arata. Orang yang sudah perfect seperti Ryuuga di sandingkan dengan orang yang benar-benar ceria seperti Naoki, tentu saja perbedaan yang sangat jauh meskipun visual mereka saling mendukung.
"Sudah selesai! Wah menyenangkan sekali~!!" seru Naoki dengan senang nya dan mengundang perhatian orang-orang yang sedang melintasi mereka.
"Bukan temanku." kata Arata sambil menutup sebagian wajahnya karena malu menjadi pusat perhatian.
"Hn. Aku juga tidak kenal dengannya." ucap Ryuuga yang langsung melangkah pergi dari tempat itu. Di susul dengan Arata, lalu di lanjut dengan Naoki.
Mereka bertiga berjalan beriringan dan dalam mode diam berjamaah. Seketika bisik-bisik tentang mereka pun terdengar dari beberapa gadis yang melihat mereka. Heboh sekali hingga menarik begitu banyak perhatian. Pekikan histeris mereka saat dilirik Ryuuga pun terdengar jelas. Penggambaran yang tepat saat ini...
Naoki dengan wajah manis dan ramahnya, sudah menebar senyum ceria nya dan ia pun menyapa beberapa gadis yang memandangi nya sampai membuat para gadis yang ia beri senyuman pun menangis bahagia. Terlihat seperti tebar pesona. Arata hanya memasang wajah datar nan malas nya namun terkesan cuek pun mengundang rasa penasaran para gadis yang melintas, lelaki yang memiliki sifat idaman para gadis. Sedangkan Ryuuga memang memiliki wajah yang dingin sehingga terkesan sangat cool dan misterius. Seperti seorang pangeran es. Hanya dengan lirikan tajam khas nya, ia mampu meluluhkan hati para gadis dengan mudah. Mereka terus berjalan hingga berhenti di halaman kuil yang sangat sepi dan hanya ada beberapa pasangan yang sedang menunggu kembang api di nyalakan.
Sebuah kebetulan yang menyebalkan bagi Sienna untuk bertemu ditempat yang tenang ini dengan Ryuuga dan kawan-kawan nya. Belum lagi, Naoki yang selalu antusias pada dirinya. Ketika Naoki bertemu dengan dirinya, ia langsung berbicara banyak hal yang tidak perlu pada dirinya. Mau tidak mau, Sienna harus bersikap ramah pada pelanggan setia cafe milik Izumi itu.
"Hei, nee-san.." panggil Naoki pelan
"Iya? Ada apa Naoki-san?" tanya Sienna dengan sopan
"Seharusnya kau memanfaatkan situasi seperti ini untuk berbaikan dengan Ryuuga.. Supaya kalian bisa menjadi teman." saran Naoki sambil menjentikkan jarinya ke udara
"S-souka? Tapi sepertinya dia akan menolaknya mentah-mentah.." gumam Sienna untuk mengelak
"Ne, ne.. Aku punya sebuah permainan untuk kita semua!! Kalian harus mau ya? Mau kan? Permainan ini aku jamin akan seru!!" ujar Naoki dengan penuh semangat hingga membuat kelima orang tersebut keheranan
__ADS_1