
“Apa itu?” Yui mengernyit
“Aku penasaran dengan gadis asing itu nee-san, gadis yang berani menantang Ryuuga.” Naoki menatap Yui dengan serius dan membuatnya ikut berpikir keras. Ia takut kalau sahabatnya akan dijadikan mainan baru oleh mereka, belum lagi Sienna masih belum mengenali semua orang ataupun lingkungan disekitarnya. Yui menggigit bibir bawahnya.
“Ano.. Namanya Sienna, dia bukan orang asing tapi memang keturunan campuran, ayahnya adalah keturunan asli Inggris jadi dia tidak begitu memiliki wajah Jepang seperti kita.” Jawab Yui sekena nya saja, ia masih bimbang dan gelisah mendengar pertanyaan selanjutnya dari bocah SMA dihadapannya itu.
“Souka, apa kau tahu dimana tempat tinggalnya?” tanya Naoki lagi
Yui menggeleng lemah.
“A-ah tidak, aku tidak pernah tahu tempat tinggalnya karena kami hanya teman biasa dan tidak pernah mengunjungi rumah satu sama lain.” Yui tersenyum kikuk, tak tahu harus bagaimana, ia berharap tak akan mendengar pertanyaan ketiga darinya.
“Apa–“ belum sempat Naoki melontarkan pertanyaannya, tiba-tiba ada segerombolan anak-anak perempuan yang sedang menuju ke kasir yang kosong, Yui memanfaatkan keadaan ini untuk menghindari Naoki.
“Maaf, aku harus kembali bekerja. Pesanan mu akan segera ku buatkan, tolong tunggu sebentar.” Yui membungkuk sopan lalu bergegas pergi ke kasir dan melayani satu per satu pelanggan yang berdatangan karena jam makan siang sudah tiba.
‘Mungkin bukan hari ini..’ Naoki menghela napas kecewa, niatnya untuk menjahili Ryuuga jadi tertunda. Ia berdiri dari kursinya dan berjalan ke kasir untuk membayar pesanannya.
“Wah, dia tampan ya~” kasir mulai dipenuhi oleh suara para gadis yang sedang memesan beberapa kue.
“Senpai kita, kan? Aku ingin mengenalnya~” bisik salah satu gadis yang membuat Naoki mau tidak mau menatap gadis tersebut, membuat jantung sang gadis berdetak tak karuan. Naoki menunjukkan senyum miring yang semakin menambah kesan tampan pada wajahnya.
“Halo.” Naoki sedikit membungkuk memberi salam pada segerombolan gadis yang mulai blushing akibat sifat ramah dari sang senpai. Mereka menjadi sangat senang.
“Kyaa~!! Senpai, kau sopan sekali~!!” seru mereka hingga membuat Yui menutup sebelah telinganya, ia menatap Naoki. ‘Apanya yang tampan? Dia masih bocah’ batinnya sambil menggeleng pelan, membuang pemikiran yang tidak perlu, lalu segera memberikan pesanan milik Naoki.
“Terima kasih, nee-san~” Naoki menjauhi meja kasir lalu melambaikan tangannya sambil keluar dari toko tersebut.
Tidak lama kemudian, Naoki sudah berada di atap sekolah dan menemui kedua temannya yang tertidur. Naoki duduk bersila dan menyilangkan kedua tangan didepan dada.
“Huh, bagaimana caranya ya? Ryu harus mendapatkannya.” gumam Naoki lirih agar tidak membangunkan kedua temannya yang masih terbuai di alam mimpi, ia menggigit jari telunjuknya, mulai berpikir keras hingga merasa frustasi dan mengacak rambutnya.
“Arghhh ini sungguh menyebalkan~!!” gerutu Naoki dan akhirnya Ryuuga terbangun akibat geraman temannya itu, ia membuka mata perlahan lalu menatap Naoki dengan sayu.
__ADS_1
“Kau ini kenapa sih?” Ryuuga mengusap kedua matanya lalu memposisikan dirinya untuk duduk. Ia menyisir rambutnya dengan jari lalu menatap Naoki yang terlihat sedang gusar entah memikirkan apa. “Ada apa?” Ryuuga menautkan kedua alisnya bingung, Naoki menggeleng cepat dan tertawa kikuk.
“A-ahaha aku membangunkan mu ya? Maaf~” Naoki menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Mana pesanan mu? Aku lapar.” Ryuuga menyambar kantung plastik berisi kue yang biasa dibeli oleh mereka.
“Hei, Ryu..” Naoki menatap Ryuuga dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Ryuuga hanya meliriknya sebentar lalu sibuk dengan makanannya membuat Naoki mendengus kesal.
“Dasar menyebalkan.” Naoki menatapnya kesal, lalu ikut memakan kue nya tanpa membangunkan si Arata yang notabene nya adalah seorang jenius tapi pemalas dan hobinya adalah tidur.
“Sekarang kau masih punya hubungan dengan senpai itu?” Tanya Naoki tiba-tiba yang langsung berhasil membuat Ryuuga menghentikan aktivitasnya.
“Maksudmu Erika?” Naoki mengangguk mengiyakan pertanyaan Ryuuga, “Kenapa? Aku belum puas bermain dengannya, kurasa bulan depan aku akan mengakhirinya.” Ujar Ryuuga dengan tatapan datar yang membuat Naoki kesulitan menelan ludah, wajah Ryuuga berubah. Tak heran, Naoki sangat hafal dengan sifat teman dari kecilnya itu, bermain-main dengan para gadis adalah hal wajib untuknya, kesenangan yang akan terus dilakukan untuk menghilangkan stress nya. Naoki hanya bisa menghela napas melihat tingkah Ryuuga yang jauh berbeda dari kakaknya, Reiji.
“Setelah kau putus dengannya, lalu bagaimana?” tanya Naoki lagi
“Kau mau mencari satu, huh?” Ryuuga menyeringai tipis membuat Naoki terkejut.
“Ah tidak, aku belum ingin bermain. Sampai kapan kau akan menjadi badboy seperti ini?” Tanya Naoki dengan wajah serius.
“Kau mengerikan sekali..” Gumam Arata yang ternyata sudah bangun tapi masih enggan beranjak dari posisi tidur telentang nya. Ia menguap lalu merubah posisi tidurnya, memiringkan tubuhnya kearah Ryuuga dan Naoki yang masih menatapnya.
“Sejak kapan kau bangun?” Tanya Naoki bingung.
“Baru saja. Tunggu, kalian menyisakan untukku, kan? Aku sudah lapar.” Arata menatap kue yang dipegang oleh teman-temannya, lalu segera beranjak mendekati mereka dan bergabung untuk makan siang.
“Cih dasar tidak tahu malu.” Cibir Naoki yang hanya dibalas dengan lirikan tajam dari Arata yang langsung memakan kue bagiannya.
“Lalu bagaimana dengan Aiko dari kelas sebelah? Bukankah kau juga masih dengannya?” Tanya Arata tiba-tiba dan membuat Naoki tersedak.
“Uhuk uhuk!!” Naoki menyambar kaleng minuman disampingnya dan meneguk semuanya sedangkan Arata menatapnya heran.
“Kau kenapa?” Arata mengangkat sebelah alisnya bingung, tidak mungkin Naoki tidak mengetahui gadis-gadis yang dekat dengan sahabat sedari kecilnya itu.
“Kau sudah berpacaran dengannya??!!” tanya Naoki dengan histeris dan dibalas dengan anggukan kecil dari Ryuuga yang enggan membahas tentang semua mainan-nya.
__ADS_1
“Sudah kubilang, kan? Dia memang sangat mengerikan.” Ketus Arata
“Kau iri? Urusi saja urusan kalian sendiri.” ujar Ryuuga sinis dan berhasil membuat kedua makhluk didepannya terdiam. Suasana menjadi hening, ketiga lelaki tersebut sibuk dengan pikiran masing-masing.
•
•
Sementara itu, di toko C caffe sedang tutup sementara, istirahat untuk para pegawai setelah jam makan siang berakhir. Sienna memijat bahunya yang terasa pegal karena terus di gerakkan saat ia mencuci piring, Yui menahan tawanya melihat Sienna.
“Apa yang lucu?” tanya Serena bingung
“Kau terlihat seperti orang yang sudah tua, apalagi warna rambutmu itu semakin membuatmu terlihat seperti seorang nenek~ hahahahaha” tawa Yui pecah saat Sienna mengiyakan pendapat Yui dengan wajah berpikir. Yui duduk dikursi sebelah Sienna dan segera membantu Sienna menghilangkan rasa pegal ditangannya. Saat mereka sedang asyik saling mengobrol, tiba-tiba Aika datang dengan berlari sampai terengah-engah dan membuat kedua temannya khawatir.
“Ada apa, Aika-chan?” Tanya Sienna dengan wajah cemas
“Kau baik-baik saja?” Yui berdiri dan mendekati Aika yang masih mencoba mengatur napasnya sehabis berlari. Setelah merasa lebih baik, Aika melempar senyum pada kedua temannya yang terlihat sangat cemas dan kebingungan karena ulahnya.
“Hehehe, minggu depan ada festival kembang api~!! Kita harus pergi kesana, ke kuil didekat rumahku~” Ucap Aika dengan penuh semangat, Sienna dan Yui memberi deathglare pada Aika yang tertawa melihat kedua temannya panik.
“Untuk apa kau lari terbirit-birit seperti itu kalau hanya memberitahu hal yang sudah ku ketahui.” Ketus Yui dan mencubit lengan Aika dengan pelan.
“Kau membuatku kaget, tahu.” Sienna mendengus kesal melihat Aika yang terlihat santai dengan ulahnya yang membuat orang lain senam jantung.
“Hehehe maaf ya~ tapi kalian berdua pasti pergi kesana, kan? Ku mohon~” Aika memberikan tatapan memelas andalannya untuk membujuk kedua temannya yang masih terlihat ragu menerima ajakan darinya. Sienna menghela napas pelan lalu mengangguk setuju, disusul dengan Yui yang terlihat tidak terlalu bersemangat.
“Kau kenapa tidak bersemangat seperti itu, Yui-chan?” tanya Aika yang merasa tidak enak pada Yui.
“Ah aku hanya memikirkan program diet ku, sudah bisa dipastikan di festival selalu banyak makanan yang menggodaku~” Yui mengelus perut ratanya.
“Kau ini sudah kurus, untuk apa diet?” tanya Sienna bingung mendengar pendapat Yui. Yui sangat suka berolahraga, tentu saja berat badannya lebih terjaga dibanding dengan dirinya dan Aika.
Seringai jahil mulai muncul di wajah cantik Sienna.
“Ah aku tahu alasanmu sebenarnya~” seringai jahilnya mulai mengembang membuat Yui dan Aika penasaran meskipun Yui jadi gelisah.
__ADS_1
“Apa, Sienna-chan?” Aika menatap Serena penuh tanya