
*Pagi hari
“Hari kedua bekerja.. aku harus semangat!!” Sienna memasang senyum terbaik di wajah cantiknya. Dengan sigap, ia menyambar tas nya di atas ranjang dan segera berangkat ke toko kue milik Izumi.
Di perjalanan, ia melihat sebuah perusahaan besar yang sangat megah. ‘Bisakah aku bekerja disana?’ pikirnya namun dengan cepat pikirannya ditepis. Mana mungkin ia masuk ke Perusahaan ternama seperti itu? Konyol. Tak ada yang butuh pekerja seperti dirinya yang tak berpendidikan. Sienna melebarkan langkahnya agar tidak terlambat datang, tiba-tiba tangannya ditarik ke belakang dengan cepat. Hampir saja, ia berteriak jika tak mendengar sapaan dari kedua rekan kerjanya.
“Ohayou~!!” Sapa Yui dan Aika dengan senyum lebar.
“Kalian mengagetkanku, tahu!!” Sienna menggembungkan pipinya kesal, pikirannya sedang melayang entah kemana tapi kedua rekannya ini malah menyeretnya masuk ke dalam gang kecil yang membuatnya nyaris berteriak meminta tolong.
“Hehehe maafkan kami, Sienna~” Yui menepuk bahu Sienna yang masih terlihat kesal dengan idenya.
“Go-gomennasai Sienna-chan, kami tidak bermaksud ingin mengagetkan mu..” ujar Aika takut-takut, melihat kedua temannya yang sedang melakukan sesuatu membuat kesalnya mereda.
“Daijoubu yo, Aika-chan. Kalian sedang apa disini?” Tanya Sienna memasang raut wajah penasaran.
“Kami melihat seseorang mengendap-endap masuk ke sini, mungkin saja dia pencuri.” Terka Yui seakan merasa bahwa dirinya adalah seorang detektif yang handal. Sienna hanya memutar bola mata bosan, ia ikut memperhatikan semak-semak yang lumayan tinggi. Aika, Yui, dan Sienna terus memperhatikan semak-semak yang mulai bergoyang.
Sreek sreek
Suara dibalik semak tinggi itu semakin terdengar jelas, membuat ketiganya semakin melotot menatap semak-semak yang terus bergerak, hingga akhirnya..
Grrr miauww!!
Seekor kucing hitam melompat keluar dari semak-semak dan berlari kencang meninggalkan mereka bertiga yang masih terkejut.
“Waaaa~!!!” Yui menjerit kaget karena dirinya lah yang berdiri paling depan. Karena mendengar jeritan dari sang ketua, akhirnya Sienna dan Aika pun ikut menjerit.
“Kyyaaaa~!!” Sienna dan Aika menutup mata rapat-rapat, tak berselang lama, mereka membuka mata dan sudah tak melihat sosok Yui didepan.
“Wahahaha senang sekali mengerjai kalian. Aku duluan ya~!!” Yui berlari, kabur dari ancaman amukan besar dari kedua temannya yang masih melongo kebingungan. Sienna dan Aika menatap kesal kearah Yui yang sudah berlari lebih dulu.
“YUI-CHAN!!!” Pekik mereka berdua bersamaan. Pagi hari yang sangat menyebalkan memang, tapi bisa membuat Sienna sedikit terhibur kala itu.
*Atap sekolah
__ADS_1
Tiga orang siswa tengah bersantai menikmati pemandangan langit yang begitu luas, bercengkrama dengan tenang. Atap sekolah memang tempat yang sangat sepi, jarang sekali ada siswa-siswi yang pergi ke sana. Itu sebabnya mereka bertiga memilih tempat itu untuk bolos di pelajaran pertama.
“Oi, apa yang harus kita lakukan? Aku bosan.” Tanya Naoki pada kedua temannya yang tidur telentang sembari menatap awan-awan, ia mendengus kesal ketika tak ada yang mendengarkannya.
“Tidur saja.” Jawab seorang lelaki bersurai kecoklatan diseberang Ryuuga
“Hei, Arata. Kau mau ikut tidak?” Naoki langsung duduk dan menatap Arata dengan penuh harap.
“Kemana? Jangan bilang kau mau keluar sekolah.” Tebak Arata sambil melirik Naoki dengan ekor matanya. “Hehehe, kau benar. Ikutlah denganku~” Desak Naoki.
“Haah...,memang kau mau kemana?” Arata bangkit dari tidurnya, mengambil kaleng soda disebelahnya dan meminumnya.
“Tck. ini akan menyenangkan~” Bujuk Naoki sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Arata jijik.
“Menjijikkan. Kau bukan perempuan, pergilah sendiri.” Cibir Arata
“Ryu, aku pergi dulu ya~” Naoki langsung berlari kecil meninggalkan Arata dan Ryuuga yang masih tidur.
“Naoki mau kemana?” Tanya Ryuuga yang masih dalam posisi tidurnya membuka sebelah matanya, menatap Arata yang masih meminum soda.
Di seberang Ryuuga memang ada tempat sampah, mereka bertiga yang menaruhnya disana karena atap sekolah sudah seperti markas pribadi mereka selain perpustakaan. Saat Arata melempar kalengnya dari tempat ia duduk, tiba-tiba Naoki muncul tepat didepan tempat sampah. Arata membelalak kaget, begitu pula dengan Ryuuga yang menatap kaget kemunculan tiba-tiba dari Naoki.
Ctaak! Bruak!
Kaleng soda milik Arata sukses mendarat di dahi Naoki dan membuat Naoki terjungkal ke belakang. Arata dan Ryuuga menganga melihat kejadian yang mengejutkan tersebut. Naoki jatuh sambil mengelus-elus dahinya yang memerah akibat ciuman dari kaleng kosong itu.
“Arghhh Ittai~” Naoki meringis kesakitan sambil membenarkan posisi jatuhnya
“Pfft dasar bodoh.” Ryuuga menahan tawanya melihat Naoki tergeletak di lantai ubin itu sambil mengelus dahinya, pemandangan yang semakin memperlihatkan kebodohan Naoki.
“S-suman Naoki-kun..” Arata menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, merasa sedikit bersalah mengingat tadi ia mengeluarkan tenaga penuh saat melempar kalengnya agar bisa masuk tepat ke dalam tempat sampah.
“Sakitttttttt tahu!!” Seru Naoki kesal, mengepalkan tangannya ke depan.
“Yaahh siapa sangka kau akan muncul disaat seperti itu. Aku kira, kau sudah benar-benar pergi.” Arata mengendikkan bahu seolah tidak bersalah.
__ADS_1
“Benar. Untuk apa kau kembali?” Tanya Ryuuga heran
“Ehehehe aku lupa sesuatu. Kalian mau pesan apa? Aku akan pergi ke toko kue diseberang sana.” Naoki tersenyum jahil kearah Ryuuga yang langsung menoleh kearahnya.
“Untuk apa kau kesana?” Ryuuga menautkan kedua alisnya bingung, senyum Naoki menandakan bahwa dia akan melakukan kejahilan lain yang akan merepotkan nya.
“Ya tentu saja memesan kue, apa lagi? Kalian tidak mau?” Tanya Naoki dengan wajah sok polosnya, menyeringai tipis pada Ryuuga yang masih terlihat sangat penasaran pada dirinya.
“Samakan saja denganmu, aku bukan tipe pemilih.” Jawab Arata santai.
“Aku mengerti~ hei, Ryu. Kau tidak mau juga? Bukan kah kau sangat menyukai kue di sana?” Goda Naoki yang membuat Ryuuga merasa kesal.
“TIDAK.” Ryuuga memberi penekanan pada jawaban singkatnya yang membuat Naoki terkekeh geli.
“Baiklah, aku pergi dulu~” Naoki melambaikan tangannya pada kedua temannya itu dan menghilang dibalik pintu. Meninggalkan kesunyian di atap sekolah karena Arata dan Ryuuga yang sama sama tidak banyak bicara.
Jam makan siang sudah dekat, toko kue C caffe milik Izumi sudah mulai ramai. Tempat ini karena memiliki tempat yang strategis, selain makanan dan berbagai macam kue yang bervariasi serta harga yang terjangkau, pelayanan toko tersebut sangat baik dan mampu membuat pelanggan menjadi lebih nyaman.
“Yosha!! waktunya membagi tugas~!” Seru Yui seraya mengangkat tangan ke udara “Sienna, hari ini tugasmu bekerja dibelakang. Aika akan melayani para pelanggan, aku yang bertugas membersihkan meja-meja kotor.” Tambahnya dengan penuh semangat.
“Baiklah.” Ujar keduanya sambil mengulas senyum.
Setelah selesai membagi tugas, mereka langsung menuju tempatnya masing-masing untuk bersiap-siap. Sepuluh menit sebelum dibuka, Yui segera mengambil serbet dan membersihkan meja dekat kasir yang masih kotor. Saat Yui sibuk membersihkan meja didepannya, dia sampai tak menyadari suara pintu dibuka, tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahunya dan membuatnya terlonjak kaget.
“Astaga!!” Yui segera menoleh dan mendapati sosok Naoki yang sedang tersenyum lebar padanya, “Naoki-san, anda membuat saya kaget.” Yui mengelus dadanya yang masih berdegup kencang akibat terlalu terkejut.
“Ehehehe gomen nee-san~” Naoki hanya menunjukkan cengiran lebarnya dan mulai mengamati seluruh penjuru ruangan tersebut.
“Apa ada yang bisa ku bantu? Ingin memesan sesuatu?” Tanya Yui dengan ramah namun tak langsung ditanggapi oleh Naoki, ia masih sibuk menoleh kesana kemari seperti mencari sesuatu yang tentu saja dapat dengan mudah dibaca oleh Yui yang ikut menoleh ke belakangnya.
“Anda sedang apa? Apa anda mencari sesuatu?” Tanya Yui lagi, Naoki yang baru tersadar pun langsung buru-buru menatap Yui dan tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yang rapi.
“Hehehe, tidak ada kok~ aku akan memesan roti gulung saja nee-san.” Yui membungkuk sopan lalu berbalik dan hendak mengambil pesanan Naoki tapi Naoki memegang pergelangan tangan Yui, “Tunggu dulu, nee-san.”
“Anda mau memesan yang lainnya lagi?” pertanyaan Yui dijawab dengan gelengan cepat dari Naoki, “Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.”
__ADS_1
“Apa itu?” Yui mengernyit