Nona Maid

Nona Maid
Maid bg 1


__ADS_3

"Tenang saja, sepertinya aku tahu siapa Namikaze yang kau maksud. Berdoa aja semoga perkiraan ku benar." ucap Izumi dengan senyum penuh arti


"Huh? Aku tidak mengerti maksudmu." Sienna mengernyitkan dahinya bingung


"Sudahlah, lupakan saja."


Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan mansion Namikaze yang sangat megah. Sienna sampai menganga melihatnya, ia beranggapan bahwa itu adalah istana, bukan rumah.


"Ini alamat yang kau tunjukkan, kan?" tanya Izumi


"Iya, benar. Aku belum pernah kesini tapi sepertinya alamat itu memang disini.." gumam Sienna sambil melihat kembali iklan di ponsel nya


"Yokatta!! Jadi memang benar ini Namikaze yang aku kenal!!" Izumi memeluk tubuh langsing Sienna dengan sangat erat karena sangking senang nya


"Maksudmu apa sih? Aku tidak mengerti sama sekali." ucap Sienna yang sedikit kesal dengan Izumi


"Aku akan sering-sering mengunjungimu, tenang saja, kau tidak akan sendirian." ujar Izumi


"Souka? Ya sudah terserah mu saja. Aku tetap tidak mengerti." Sienna mengendikkan bahunya bingung


Mata Sienna kini tertuju pada seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan ke arahnya. Seorang security pun membukakan gerbang untuk wanita itu lalu ia menghampiri Sienna dan Izumi yang masih berdiri di samping mobil.


"K-konnichiwa.." sapa Sienna dengan senyum ramah, ia membungkuk hormat diikuti oleh Izumi.


"Konnichiwa mo, ojou-san.." Nanami pun membungkuk dan memberikan senyum lembutnya pada kedua gadis muda di hadapannya itu, "Apa anda adalah pelamar kerja di sini?" tanya Nanami dengan sopan.


"I-iya benar, saya yang mendaftar sebagai maid disini." jawab Sienna dengan gugup.

__ADS_1


"Chotto matte.. Ba-san.. Apa kau Nanami ba-san?" tanya Izumi dengan raut tidak yakin, ia sudah begitu lama tidak lagi berkunjung ke kediaman Namikaze sejak ia masuk ke perguruan tinggi. Jika ia berkunjung, Nanami sangat jarang terlihat karena sudah bisa di pastikan dia sibuk dengan pekerjaannya.


"Eh? Anata wa... Izumi-sama?" tanya Nanami yang berusaha mengingat wajah dan nama dari Izumi.


"Hai' Nanami ba-san!" Izumi dengan senangnya memeluk tubuh Nanami dengan erat.


"Sounna... Bagaimana bisa kau menjadi sebesar ini?" Nanami membalas pelukan dati gadis itu tetapi masih menyimpan keheranan.


"Mou, ba-san! Aku ini manusia, bukan boneka yang tidak bernyawa." Izumi mengerucutkan bibirnya, tentu saja ia sudah tumbuh besar. Mana mungkin ada manusia yang tetap bertahan kecil.


"Ahaha bercanda saja, Izumi-sama.. Anda tidak ingin masuk dulu? Untuk sekedar mengantarkan temanmu ini masuk ke dalam juga." Nanami mengulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Sienna. "Ne, ojou-san siapa nama mu?"


"Miyazaki Sienna desu, yoroshiku onegaishimasu." Sienna membungkuk hormat dan di balas dengan senyuman oleh Nanami.


"Namaku Irie Nanami, kau bisa panggil aku Nanami. Semoga kau betah disini ya.."


"Baiklah, terimakasih Irie-san." Sienna melangkahkan kaki jenjang nya masuk ke dalam kamar super luas tersebut dengan pelan. Ia menarik kopernya ke dalam lalu berbalik melihat Nanami dan Izumi yang masih berdiri di depan pintu kamar barunya.


"Bagaimana? Apa kau merasa nyaman?" tanya Izumi namun Sienna hanya tertawa renyah lalu sweatdrop ditempatnya berdiri. 'Apa-apaan pertanyaan tidak masuk akal itu?'


"Izumi-sama, mari saya antar ke ruang tamu. Biarkan Sienna-san membereskan barang-barang bawaannya."


"Wakatta. Sampai nanti, Sienna!!" Izumi melambaikan tangannya lalu menutupkan pintu kamar Sienna. Sienna memandangi keseluruhan isi kamar dan barang-barang yang di sediakan.


"Besar sekali..." gumamnya sambil melangkah mendekati lemari besar berwarna kecoklatan dengan aksen keemasan. Bahkan lemari pakaian hanya untuk pelayan pun bisa sangat di perhatikan dan di berikan yang sangat mewah. Sienna senang karena sepertinya majikan barunya adalah orang yang cukup baik namun ia juga dengan cepat menepis segala pikiran itu. Sienna takut akan sakit karena harapan yang ia buat sendiri. Ia mulai memikirkan hal buruknya terlebih dulu agar ia tidak kaget saat kejadian buruk yang ia prediksi benar-benar terjadi. "Lebih baik aku cepat—" ponsel Sienna bergetar di dalam tasnya. "Eh? Siapa ya?" Sienna mengambil ponsel nya, lalu melihat siapa yang meneleponnya.


"Moshi-moshi?"

__ADS_1


"Yo Sienna~!!"


"Yui-chan~"


"Bagaimana? Apa kau sudah sampai ditempat kerja barumu?"


"Eng, sudah. Bagaimana kau bisa menelepon ku?"


"Ah itu? Aku sedang ada di supermarket membeli beberapa bahan yang sudah habis di caffe."


"Souka, apa Aika-chan tahu?"


"Tentu saja tidak. Kau sudah bertemu dengan majikanmu?"


"Eh belum.. Kau tahu? Kamar untuk maid saja luasnya seperti rumahku."


"Hontou?! Whoa sugoi wa ne~"


"Ne, Yui-chan.."


"Hm? Doushita?"


"Gomen ne.. Aku ingin tetap bersama kalian tapi keadaanku benar-benar sedang tidak baik."


"Daijoubu!! Kita pasti bisa berkumpul lagi, aku akan selalu bersama mu. Oh iya, aku harus buru-buru kembali. Sampai jumpa!!"


"Sampai jumpa."

__ADS_1


Sienna kembali melanjutkan berbenah barang-barang nya yang sempat tertunda. Ia menata semuanya dengan cekatan. Sejak awal dia sampai disini, Sienna sudah memikirkan hari-hari yang akan ia lalui dan sudah pasti tidaklah mudah. Sienna tidak pernah berpikir bahwa ia akan bekerja di tempat yang tidak biasa seperti ini.


__ADS_2