Nona Maid

Nona Maid
Perasaan


__ADS_3

"Kau cantik sekali, nak.." ucap Nanami sambil menyentuh pipi kanan Sienna, tersirat sebuah kesedihan dan kerinduan yang mendalam dari diri Nanami yang nampak jelas di mata Sienna.


"S-sou desu ka? Arigatou gozaimasu.." jawab Sienna dengan senyum canggung nya


"Sekarang kau istirahat dulu sambil merapikan semua barang-barang mu." kata Nanami sambil menepuk bahu Sienna dengan pelan


"Wakatta desu."


"Sienna, aku dan Nanami ba-san akan ke ruang tamu. Jika kau ingin menyusul, telepon aku saja ya? Aku sudah tahu kau akan tersesat." ledek Izumi sambil menjulurkan lidahnya


"Mou mendoukusai yo." Sienna mengerucutkan bibirnya sebal


"Ahahaha Suman, Suman.. Bye bye~"


Kemudian Izumi dan Nanami pergi, meninggalkan Sienna di depan pintu kamarnya. Sienna melambaikan tangannya lalu diam termenung di depan sana, tak bergerak dan tak menggeser koper biru nya. Ia menunduk menatap lantai dengan tatapan kosong.


"Kaa-san... Aitakata.." Sienna mencoba menahan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya


*aitakata: aku merindukanmu


Dua menit kemudian Sienna menggeleng kuat lalu menepuk kedua pipinya dengan cukup keras hingga meninggalkan bekas kemerahan di kedua pipinya. Ia menatap depannya dengan penuh keseriusan.


"Dame yo!! Aku tidak boleh memikirkan perasaan pribadiku, itu akan menghambat. Ayo Sienna. Kau harus semangat! Demi ibu dan kedua adikmu!" ucap Sienna yang sedang menyemangati dirinya sendiri. Lalu ia segera membawa kopernya masuk ke dalam kamar itu dan menutup pintu kamarnya.




"Oi, kau bilang kau ingin makan sesuatu kan?" tanya Naoki dengan wajah kesal, ia melirik Ryuuga yang berjalan di sampingnya

__ADS_1


"Hn. Kenapa?" tanya Ryuuga


"Apa ini?! Kau hanya mengajakku berkeliling dari tadi! Kita sudah banyak melewati tempat makan, apa kau gila? Apa sih mau mu?" celoteh Naoki dengan penuh kekesalan. Sedangkan Ryuuga hanya membuang muka dan tak peduli dengan ucapannya.


"Pulang saja sana."


"Huh?! Apa maksudmu?"


"Jika kau lelah lebih baik kau pulang saja. Aku tidak ingin mendengar keluh kesah mu." ucap Ryuuga yang membuat Naoki mematung. Ia terkejut melihat perubahan wajah Ryuuga. Entah kenapa saat itu ia dapat melihat kesedihan di wajah Ryuuga dengan sangat jelas. Naoki sudah tahu kalau Ryuuga sedang ada sesuatu yang ia sembunyikan sampai-sampai hanya berkeliling saja.


"Hah.. Kau ini kenapa? Ada masalah? Pantas saja kau sedari tadi sangat tidak jelas." kata Naoki sambil menghela napas berat.


"Tidak. Aku baik-baik saja."


"Memang bagus kau mendoktrin dirimu dengan ucapan 'baik-baik saja' tapi kau juga harus ingat, ada saatnya kau harus melepas beban mu agar kau bisa mewujudkan ucapan itu untuk dirimu sendiri." ucap Naoki sambil menatap lurus ke depan, Ryuuga yang mendengar ucapan dari Naoki langsung menoleh dengan wajah terkejut. Ya, bagaimana tidak? Ini pertama kalinya Naoki mengatakan sesuatu yang tepat.


"Hn."


"Lalu?"


"Kau juga orang yang cerdas. Kau tahu manusia itu makhluk sosial kan? Aku sudah tumbuh besar bersama mu, kita sudah menjadi teman sejak umur 4 tahun. Apa kau tega membiarkan aku selalu tahu masalah mu dari orang lain? Aku akan sangat bersyukur jika aku langsung mendengarnya dari mulutmu." Naoki terus memberikan nasihat pada Ryuuga agar ia menyadari betapa peduli nya dirinya pada sahabat sepermainan nya itu.


"Hentikan ocehan mu. Aku tahu kau tidak bodoh."


"Maksudmu?"


"Kau sudah tahu semua masalah hidupku dan aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi." jawabnya dengan datar


"Eh? Yakin sekali dirimu. Aku hanya tahu masalah mu bukan dirimu. Aku ingin tahu apa yang kau rasakan, baka."

__ADS_1


"Aku tidak merasakan apa-apa." balasnya


"Kau gila? Jika kau memang sudah tidak bisa merasakan apapun, kau tidak mungkin menunjukkan raut sedih seperti itu, kau tidak akan merasakan emosi pada apapun dan pada siapapun, kau tidak akan merasa kesepian lalu mencari pelampiasan lain yang hanya akan semakin menjerumuskan mu."


"Ketahuilah. Aku benci saat kau tahu segala nya tentang diriku." ujar Ryuuga sebagai penutup perbincangan mereka sore itu. Ryuuga langsung melenggang pergi dan meninggalkan Naoki yang diam mematung. Naoki masih sangat terkejut dengan pengakuan Ryuuga untuk dirinya.


"Apa.. Barusan dia mengakui diriku..?" gumamnya, ia bertanya pada dirinya sendiri. Sekarang ia tak tahu apa yang sedang dirasakan hatinya. Perasaannya membuncah dan membuatnya merasa tak karuan. Sedih, senang, kesal, dan marah, semua tercampur aduk hingga membuatnya merasa aneh.




"Nanami ba-san, sepertinya aku harus pulang sekarang. Aku sudah punya banyak jadwal pertemuan dengan teman dan dosen." ujar Izumi yang sudah bersiap-siap menggendong tas kecilnya di pundak.


"Souka? Baiklah kalau begitu, hati-hati ya." ujar Nanami dengan tersenyum lembut.


"Ne, ba-san? Apa aku boleh meminta satu hal padamu?" tanya Izumi sambil berbisik di dekat telinga Nanami


"Apa yang kau inginkan, Izumi-sama?"


"Ba-san aku ingin kau jaga Sienna dengan baik. Dia orang yang sangat berharga untukku." ucap Izumi


"Itu permintaanmu? Dengan senang hati akan ku penuhi, Izumi-sama." kata Nanami sambil tersenyum simpul


"Hontou ni?! Arigatou, ba-san." Izumi memeluk Nanami dengan erat lalu melepasnya, "Huh.. Padahal aku ingin melihat Ryuuga lagi setelah sekian lama. Tapi ya sudahlah, berhubung Sienna ada disini, aku akan sering-sering main ke sini." ucap Izumi sambil menghela napas


"Keputusan yang sangat bagus~"


"Hehehe."

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang muncul dengan koper besarnya di belakang. Nanami sangat terkejut melihat orang itu. Izumi mengernyit bingung lalu ia berbalik dan ikut terkejut.


"Tadaima~" sapa orang itu dengan senyum manis nya


__ADS_2