
Natha meringis di dalam kamarnya saat ia mencoba mengobati lukanya sendiri. Seharusnya ia bertemu dengan Fidelya tetapi karena tubuhnya tidak memungkinkan untuk keluar, ia pun mengurungkan niatnya. Walau begitu, ia juga sama sekali tidak merasa bersalah pada Fidelya. Ia yakin Fidelya pasti akan memaafkannya dan karena Fidelya begitu cinta buta padanya, Natha yakin hanya dengan sedikit bujuk rayu saja, wanita itu pasti akan luluh padanya. Ia terlalu percaya diri hingga lupa jika Fidelya juga punya perasaan yang juga bisa berubah setelah Natha terus saja membuatnya kecewa. Ia lupa jika Fidelya itu cantik dan banyak pria yang menginginkannya, sehingga bisa dengan mudah wanita itu melupakan Natha.
"Semua karena Adrian Dameer dan Gavriel Mazeen!" umpat Natha setelah ia mengobati lukanya sendiri.
Tadi di apartemennya ada Zicko, tetapi karena Albert memanggilnya untuk melakukan suatu misi jadi Zicko meninggalkan Natha sendiri.
Pandangan Natha beralih pada berkas yang ada di atas meja, di sana ada dokumen-dokumen penting milik Clay Group yang sudah dikembalikan oleh Adrian Dameer tadi siang. Natha tersenyum puas, akhirnya harta benda miliknya dan keluarganya bisa kembali juga ke tangannya.
Natha sempat berpikir jika semua ini tidak akan lagi kembali padanya sehingga ia mengambil jalur menjadi mafia saja untuk bisa membalas perbuatan keluarga Dameer dan juga Gavriel Mazeen. Namun ternyata semuanya sia-sia saja, ia justru mendapat belas kasih dari keluarga Dameer dengan mengembalikan seluruh aset mereka asalkan ia berjanji tidak akan lagi mendekati Audriana.
Hati Natha meradang, sejujurnya ini adalah pilihan yang sulit untuknya di mana ia harus merelakan Audriana yang selama ini masih ia cintai dan ia perjuangkan. Namun ia bisa apa jika ternyata orang yang ingin Ia perjuangkan itu tidak ingin diperjuangkan olehnya. Audriana yang sudah memilih jalan hidupnya sendiri dan sudah memilih pria yang akan mendampingi hidupnya. Natha tidak bisa lagi berbuat apa-apa selain melihat kebahagiaan bahwa Audriana bersama pria lain.
Sejauh ini, Natha menyadari jika satu-satunya wanita yang tidak akan pernah beredar sisanya hanyalah Fidelya. Natha mulai membuka pikirannya, mungkin saja dengan menerima setulus hati keberadaan Fidelya disisinya maka ia tidak akan lagi teringat oleh Audriana. Natha bertekad untuk membuka hatinya lebih luas lagi untuk Fidelya dan ia berjanji akan menikahi wanita itu secepatnya setelah ia berhasil kembali membangun kerajaan Clay Group.
Natha kemudian berjalan ke arah tempat tidurnya, ia merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak. Harusnya ia kembali ke rumah orang tuanya dan memberikan berkas-berkas ini kepada papanya. Akan tetapi karena ia tidak siap dicecar oleh orang tuanya atas luka-luka yang ada di tubuhnya, ia memilih pulang ke apartemennya sendiri. Apartemen yang ia sewa dari hasil melakukan misi pertama dari Albert dan waktu itu dia berhasil melakukannya.
Natha mulai menutup matanya sambil membayangkan wajah Audriana yang akan ia lepas secara perlahan-lahan. Lewat ilusinya sendiri, ia membayangkan Audriana semakin menjauh dan menjauh hingga tak terlihat lagi.
Ibaratkan ketika ia mencoba untuk menghapus, semakin dihapus, dihapus dan dihapus hingga akhirnya memudar dengan sendirinya.
__ADS_1
Natha tersenyum, ia bertekad mulai malam ini Audriana tidak akan lagi menjadi wanita yang ia inginkan. Ada Fidelya yang akan ia jadikan istri karena walau bagaimanapun wanita itu adalah wanita pertama untuknya dan juga Ia adalah lelaki pertama untuk Fidelya.
"Besok aku akan datang menemuinya dan melamarnya," gumam Natha sebelum ia tertidur.
Pagi harinya Natha sudah bersiap untuk pergi menemui Fidelya di rumahnya dan berencana untuk mengantar kekasihnya itu pergi ke rumah sakit, sekaligus dia akan membahas tentang lamarannya kepada Fidelya. Ia yakin sekali wanita itu pasti akan sangat senang dengan berita yang akan ia bawa ini.
Natha sudah bersiap-siap, namun Ia lupa jika hari ini dia akan lebih dulu pergi ke rumah orang tuanya untuk memberikan aset-aset keluarga Clay agar papanya bisa segera mengelolanya kembali. Natha akan memboyong kembali keluarganya ke rumah utama mereka dulu agar mama dan papanya tidak lagi menempati rumah yang sempit dan kumuh itu.
Natha memutuskan untuk membahas tentang ia yang ingin melamar Fidelya ketika pulang kerja saja. Ia akan menghampirinya di di rumah sakit. Setelah Natha menjemputnya dan membawanya bertemu dengan kedua orang tuanya di rumah mereka yang akan mereka tempati.
Pagi ini sepertinya ada banyak hal yang harus Natha urus, sehingga Ia memutuskan untuk mementingkan urusan keluarganya dulu dibandingkan urusan percintaan. Natha yakin Fidelya pasti akan menunggunya walaupun ia belum memberikan kabar. Ia berniat untuk memberikan kejutan saja pada Fidelya.
Sesampainya di kediaman orang tuanya, Natha melihat sang mama yang sedang memasak di dapur dan hanya masakan seadanya dimana menu tahu-tempe tersaji di atas meja. Sedangkan mamanya masih memasak telur dadar sebagai pelengkapnya.
Dulu bahkan sebelum mereka jatuh miskin seperti ini, para asisten rumah tangga yang mereka pekerjakan tidak ada yang makan dengan menu makanan sederhana ini.
Natha kemudian memeluk mamanya dari belakang, membuat wanita itu terjungkit kaget namun ketika ia mengenali aroma tubuh sang anak semata wayang, ia langsung tersenyum dan mematikan kompornya.
"Nath tumben sekali kau datang berkunjung ke rumah mama dan papa yang katanya kumuh ini," ucap mamanya seraya berbalik membalas pelukan Natha kemudian keduanya saling berjalan ke meja makan.
__ADS_1
Tak lama kemudian papanya menyusul, saat ini ia sangat lapar dan wangi masakan istrinya sangat menggugah walaupun hanya makanan sederhana saja.
Mamanya mengambilkan nasi di piring untuk Natha dan suaminya, kemudian mereka bertiga makan dengan lahap. Natha lagi-lagi tersenyum miris melihat kedua orang tuanya begitu lahap menyantap makanan yang dulu hampir tidak pernah mereka makan. Ia berjanji tidak akan lagi melakukan kesalahan yang membuat keluarganya menderita.
Setelah makanan mereka habis, Natha mencegah mamanya untuk mencuci piring karena ia ingin membicarakan hal penting.
Masih di meja makan, dari dalam tasnya Natha mengeluarkan beberapa berkas kemudian ia berikan kepada sang papa.
"Apa ini Nak?" tanya papanya.
"Itu adalah aset-aset milik keluarga kita. Dan sebenarnya itu aku dapatkan sejak kemarin, hanya saja aku belum sempat membawanya kemari karena aku memiliki urusan yang sangat penting. Kita juga akan kembali ke rumah kita yang lama, karena semua aset milik kita sudah menjadi milik kita kembali. Adrian mengembalikannya kemarin kepadaku. Jadi sebaiknya sekarang papa dan mama bersiap karena kita akan meninggalkan rumah ini dan papa juga harus bersiap untuk kembali mengelola perusahaan kita."
Kedua orang tua Natha seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar dan apa yang Natha ucapkan tersebut. Dengan tangan bergetar, tuan Gustav membuka dokumen yang diberikan oleh Natha, ia kemudian menangis haru karena harta benda dan aset-aset miliknya kini telah kembali ke tangannya.
Istrinya yang melihat hal tersebut pun turut menangis haru, ia berjanji kepada Natha untuk bersikap lebih baik lagi setelah ini, tidak akan menjadi manusia yang selalu membeda-bedakan kasta dan juga menghina orang lain. Ia akan menghilangkan seluruh kebiasaan buruknya dulu, dari jatuh miskinnya mereka ini dia belajar bahwa Tuhan itu Maha adil dan apa yang pernah ia berikan kepada orang itulah yang akan ia dapatkan balasannya. Dan ia sudah tidak ingin lagi mendapatkan keburukan-keburukan dari perbuatan masa lalunya.
"Ya sudah, ayo kita kembali ke rumah kita. Masih banyak lagi yang harus kita lakukan. Oh ya, Adrian Dameer juga berjanji akan menyuntikkan dana beserta para investor lama akan kembali bergabung dengan kita karena Adrian Dameer sudah berhasil meyakinkan mereka lagi. Hanya saja mulai sekarang jika kita bertemu dengan Audriana maka anggap saja seperti kita tidak mengenalnya. Itu persyaratan yang diberikan Adrian Dameer agar semua aset kita dikembalikan."
Dengan bersemangat kedua orang tua Natha menganggukkan kepalanya. Mereka tentu akan melakukan syarat tersebut asalkan kehidupan mereka bisa dikembalikan seperti dulu lagi.
__ADS_1