
Audriana menatap Zi yang terlihat begitu menyedihkan. Wanita itu datang dan menginginkan mereka untuk bicara bersama dan jadilah mereka berada di kamar tamu karena ajakan dari Audriana.
"Ada apa? Cepat katakan karena mereka pasti nanti akan mencariku. Lagi pula kenapa kamu harus bersembunyi seperti ini, bukankah kalian bersahabat?" cecar Audriana yang sudah mulai merasa ada hal lain yang dimaksud oleh Zi.
Zi tersenyum kecut sambil menatap Audriana yang terlihat sangat cantik dan juga rona bahagia Audriana terpampang di wajahnya sehingga membuat Zi merasa amat iri terhadapnya.
Seharusnya yang bahagia itu aku bukan kamu, Audriana. Mengapa kamu harus kembali lagi padahal aku dan Gavriel sebentar lagi pasti akan menyatu!
Melihat Zi yang sama sekali tidak mengeluarkan kata-kata membuat Audri mulai merasa gelisah. Ia kemudian memutuskan untuk pergi akan tetapi Zi langsung mencegah tangannya.
"Bukankah aku baru memulai pembicaraan, mengapa kamu sudah ingin pergi? Apa kau tidak ingin mendengar berita yang aku bawa ini? Bisa saja berita ini sangat penting bagimu dan sangat menggemparkan," ujar Zi dengan begitu percaya diri.
__ADS_1
Audriana hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Zi tersebut. Ia tahu wanita ini datang dengan membawa berita penting, tetapi ia tidak boleh langsung terpancing, bisa saja Zi hanya memanfaatkan situasi sebab Audriana masih ingat betul jika Zi adalah wanita yang ingin merebut Gavriel darinya.
Dari tadi kamu hanya berkata bahwa kamu ingin berbicara hal yang penting, tapi tidak bicara satu kata pun tentang berita yang kamu maksud itu sama sekali sampai detik ini," sindir Audriana.
Zi tersenyum kecut, ia tidak suka dengan sikap Audriana yang sok di hadapannya. "Aku dan Gavriel punya sesuatu yang akan membuatmu menghentikan pernikahan kalian. Kau tentu bisa menebak sendiri apa yang aku maksud," ucap Zi dengan tak kalah arogannya, Ia sengaja memberikan kalimat ambigu, ia tahu Audriana pasti akan semakin penasaran dibuatnya.
Mendengar ucapan Zi barusan tentu saja membuat Audriana syok. Ia bukan gadis kemarin sore yang tidak paham dari makna terselubung ucapan Zi barusan. Akan tetapi ia juga tidak boleh gegabah karena ia tahu hingga kini Gavriel hanya mencintainya saja sehingga tidak akan mungkin sempat berpikir atau melakukan hal yang melanggar norma kesusilaannya.
Zi mengepalkan tangannya, ia tidak suka dengan ucapan Audriana barusan. Ia sendiri tidak menyangka jika Audriana akan membalikkan keadaan dan mengatakan hal yang sama seperti yang hendak ia katakan.
Dari arah luar terdengar suara Gavriel yang sedang mencari Audriana. Hal tersebut dimanfaatkan Audri untuk memanggil Gavriel datang ke ruangna ini.
__ADS_1
Aneh tapi nyata, Zi langsung bersembunyi ie dalam kamar mandi agar tidak ditemukan oleh Gavriel. Ia bahkan sempat berpikir untuk melompat dari jendela saja akan tetapi ia khawatir di luar sana ada bodyguard yang berjaga.
"Awas saja jika kau berani mengadukanku pada Gavriel. Kau pasti akan sangat menyesal. Urusan kita belum selesai dan setelah kau bertemu dengan Gavriel, kita akan berbicara lagi," ujar Zi sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.
Audriana dibuat melongo dan kebingungan. Harusnya Zi tidak perlu bersembunyi dari Gavriel jika memang mereka ada affair, pikir Audriana.
Ia kemudian meyakinkan dirinya sendiri jika sebenanrya Zi hanya ingin merusak hubungannya dengan Gavriel. Baginya Zi adalah ujian pra pernikahannya dengan Gavriel. Ia tidak akan terpengaruh lagi karena dulu ia pernah berada di posisi seperti ini juga, dimana ada Fidelya yang menjadi duri dalam hubungannya bersama Natha.
Anggap saja Audriana sudah kebal. Ia akan menghadapi apapun yang akan Zi perbuat. Ia sudah sangat siap menantikan gebrakan apa yang akan dilakukan Zi untuk menghancurkan pernikahannya bersama Gavriel.
"Sayang hei, sedang apa kau disini?" tanya Gavriel ketika ia membuka pintu dan menemukan Audriana sedang berdiri sambil melamun.
__ADS_1
Audriana tersadar kemudian ia tersenyum kepada Gavriel. "Iel, ada yang ingin aku tanyakan padamu ...."