
Audriana menatap malas pada Gavriel yang saat ini sedang sangat bersemangat. Berbanding terbalik dengannya yang begitu malas dan sebenarnya tidak ingin pergi ke mana-mana apalagi meninggalkan Gea. Ia tidak biasa berjauhan dengan buah hatinya itu tetapi Gavriel memaksa untuk pergi berdua saja.
"Sayang, bukan aku tidak menyayangi anak kita, tetapi kita juga harus memiliki waktu bersama. Kita berbulan madu di Maladewa hanya beberapa hari. Kita akan kembali lagi setelah kamu positif hamil," ujar Gavriel yang langsung membuat tanduk Audriana muncul walau tak kasat mata.
Yang benar saja keinginan Gavriel itu, sangat tidak masuk di akal. Jika ia hamil maka waktu paling cepat untuk mengetahuinya adalah dua minggu sejak mereka berada di sana. Tetapi, jika ia tak kunjung hamil, apakah mereka akan tinggal di sana juga selamanya?
Audriana benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Gavriel. Yang paling sulit adalah ia tidak bisa meninggalkan Gea. Hati Audriana terasa sakit jika ia berjauhan dari putrinya itu.
"Aku tidak bisa sayang, aku tidak ingin meninggalkan Gea walaupun kamu menjamin penjagaan dan juga uang yang banyak untuknya. Aku tidak bisa meninggalkan putriku di sini dan aku justru pergi bersenang-senang denganmu saja. Ini sangat tidak adil untuk Gea!" ucap Audriana kembali menolak keinginan Gavriel untuk pergi berbulan madu.
__ADS_1
Gavriel menarik napas dalam-dalam kemudian ia mengeluarkan dengan perlahan. Didekatinya istrinya itu kemudian ia memeluknya dari samping. Audriana yang sedang duduk di tepi ranjang itu langsung merebahkan kepalanya di bahu Gavriel.
"Bukankah di sini ada Adrian dan Devi yang bisa menjaga Gea? Kita hanya pergi sebentar untuk mengambil waktu berdua, sayang. Apakah begitu saja tidak bisa?" bujuk Gavriel.
Adrian dan Devi sebenarnya tadi sudah setuju jika mereka pergi berbulan madu dan menitipkan Gea pada mereka. Namun hati Audriana terasa tidak tenang, ia merasa begitu berat meninggalkan Gea tanpa pengawasan darinya. Seakan-akan ia merasa akan terjadi sesuatu pada anaknya jika bukan ia yang menjaganya.
"Sayang, kita di rumah saja. Bagaimana kalau kita pindah ke rumah milikmu dan di sana kita bisa bebas berbulan madu. Tidak ada yang akan mengganggu, bukan? Lagi pula jarak dari rumahmu ke rumah ini tidak memakan waktu berjam-jam dan kita bisa menitipkan Gea di sini dan kita pergi beberapa jam untuk berduaan. Sederhana bukan?"
"Aku punya vila dengan pemandangan yang sangat indah di sekitarnya. Tidak begitu jauh dari kota ini, jarak tempuhnya sekitar dua jam dan di sana lokasinya masih sangat asri. Sepertinya itu adalah tempat yang tepat untuk bercocom tanam," ucap Gavriel dengan seringai di bibirnya.
__ADS_1
'Mari kira pergi ke tempat itu sayang, aku akan membuatmu tidak bisa pulang dari vila itu sebelum kamu kembali mengandung keturunanku,' gumam Gavriel dalam hati.
Audriana pun setuju dan ia segera mengemasi pakaiannya. Gavriel yang melihat hal tersebut justru semakin membuat ia bahagia. Ia akan menjebak Audriana nanti di vila itu dan ia akan membuat istrinya itu tidak bisa keluar.
Setelah mengemas pakaian, Audriana dan Gavriel turun untuk makan malam. Di sana sudah ada Gea yang selalu asyik bersama Devan. Besok pagi mereka akan berangkat dan Gea pun merasa tidak bermasalah jika kedua orang tuanya pergi beberapa hari sebab ia sudah begitu nyaman bersama adiknya — Devan.
"Jadi kalian akan berapa hari di sana?" tanya Adrian setelah ia selesai makan.
Audriana melirk Gavriel dan berharap suaminya itu tidak salah bicara. Ia khawatir kakaknya akan merasa marah dan jenuh jika kelamaan menjaga Gea.
__ADS_1
"Dua hari saja Kak," jawab Audriana.
'Ya, dua hari bagimu sayang tapi kita lihat nanti berapa banyak waktu yang aku luangkan jika berdua denganmu.'