OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 108


__ADS_3

Gavriel menghempaskan tangan Zi dengan kasar. Wanita itu sama sekali tidak mengindahkan ucapan Gavriel hingga ia menjadi kesal dan berbuat kasar. Bukan salah Gavriel sebab Zi yang terus saja memaksanya hingga membuat Gavriel kesal setengah mati.


"Di dalam hanya boleh dua orang dan sebaiknya kau masuk ke dalam bersama Albert dan aku akan menunggumu di luar sini," ucap Gavriel setelah mendapati kesadarannya.


Namun Zi semakin mengeratkan peluknya pada lengan Gavriel. Audriana sendiri tidak rela namun demi kelancaran proses pengobatan maka ia pun mengizinkan Gavriel masuk bersama Zivia.


Albert sendiri hanya menjadi penonton drama cinta segitiga di hadapannya. Ia sebenarnya merasa tersisihkan akan tetapi ia tidak ingin mengamuk disini dan nantinya akan mengganggu. Lagi pula ia akan ditinggal bersama Audriana yang nantinya bisa ia ajak kenalan dan ia bisa menjalankan misinya yang semalaman sempat ia pikirkan.


Dengan berat hati Gavriel meninggalkan Audriana. Namun senyuman dari bibir Audriana membuat Gavriel tahu jika kekasihnya itu tidak kan marah.


"Tunggu sebentar ya, aku tidak akan lama dan jangan pergi juga jangan kenalan dengan orang lain lalu menjadi akrab," ucap Gavriel sambil matanya melirik ke arah Albert dengan tatapan mengawasi.

__ADS_1


Audriana terkekeh, "Iya, sebaiknya segera masuk agar bisa segera selesai dan kita pulang," ujar Audriana dan Gavriel pun mengangguk.


Nyatanya hati Zi masih saja sakit walau akhirnya yang menemaninya adalah Gavriel. Dari wajahnya saja bisa ia lihat betapa Gavriel sangat patuh dan penurut pada Audriana.


Lihat saja, aku akan berjuang untuk mendapatkan hati Gavriel lalu me jauhkan Audriana darinya.


Zivia menyeringai, sudah ada banyak rencana dalam pikirannya untuk merebut Gavriel dan menghempaskan Audriana.


Audriana memang sibuk, ia sedang membaca berkas dan beberapa laporan dari kantornya. Ia sengaja melakukannya agar ia bisa membunuh waktu dan Zio segera keluar. Entah itu keluar berdua dengan Zivia atau keluar sendiri karena tidak sanggup berpisah darinya.


Ia pun bukan tidak tahu jika sedari tadi Albert terus saja mencuri pandang padanya. Hanya saja Audriana tidak ingin lagi menyaksikan keributan karena ia hanya ingin menjalani hidup aman, damai dan tentram.

__ADS_1


"Sombong sekali, sok sibuk atau memang sibuk?" ucap Albert hingga membuat Audriana mengangkat wajahnya dan menatap Albert.


Audriana menanggapinya dengan senyuman kecil. "Saya memang sedang sibuk memeriksa laporan dari kantor saya."


Albert menggigit bibir bawahnya, entah apakah ia terpesona hanya dengan melihat senyuman dan juga cara Audriana menjawab ataukah karena saat ini ia sedang mencoba menggali informasi dari kehidupan Audriana.


"Oh ya? Wah calon istri dari seorang Gavriel Mazeen masih sibuk bekerja? Apakah Gavriel kekuarangan hingga calon istrinya juga bekerja sendiri?" ledek Albert, namun sesaat kemudian ia dibuat terbungkam dengan jawaban Audriana.


"Kantor itu milik saya sehingga saya tidak mungkin lepas tanggung jawab. Saya sebagai atasan harus bisa memberi contoh para karyawan dan juga membuat mereka paham jika walaupun saya liburan atau pergi ke kemanapun saya akan tetap membawa pekerjaan saya?"


Albert diam, ia semakin dibuat kagum oleh Audriana. Namun sayang wanita ini adalah milik Gavriel lagi. Ia menjadi heran sendiri karena lagi-lagi harus berebut dengan Gavriel.

__ADS_1


Bagaimana jika ternyata aku menyukainya?


__ADS_2