
Setelah saling bertukar nomor, keduanya pun berpisah karena masing-masing memiliki urusannya sendiri. Audirana memegangi dadanya yang berdebar-debar kencang. Ia sangat terkejut karena bisa bertemu dengan Natha setelah sekian tahun lamanya. Natha terlihat lebih baik dari sebelumnya dan bisa Audriana tebak jika Natha sepertinya saat ini sudah sangat sukses.
Audirana yang berniat menghindari Gavriel tetapi justru dibuat bertemu dengan cinta masa lalunya yaitu Natha. Entah apakah perasaan itu masih ada untuknya atau tidak, Audri tidak tahu. Ia juga belum ingin memikirkannya karena toh mereka hanya tak sengaja bertemu saja dan bukan tidak mungkin Natha sudah berkeluarga juga saat ini.
Dengan langkah lebar Audriana mendekati mobilnya dan ia segera masuk karena anaknya sudah menunggu sejak tadi dan tak ingin membuat Dinand curiga.
Sepanjang perjalanan Audriana merasa jalan yang mereka lalui ini berbeda dengan arah rumah sebelumnya dan rupanya memang mereka tidak menuju ke rumah tersebut melainkan ke rumah baru mereka.
"Mereka sudah melacak jalan yang kemungkinan kau lewati dan bukan tidak mungkin mereka akan segera menemukanmu. Katakan padaku apakah kau sudah siap bersatu kembali dengan kakakku atau pindah bersamaku disini?"
Mau tidak mau Audriana menurut saja karena memang ia masih ingin menghindari Gavriel Mazeen. Tanpa Audriana tahu jika sebenanrya Dinand juga berusaha menyembunyikan keberadaannya dengan serapi mungkin agar kakaknya tidak bisa menemukan sebab ia berencana akan terus hidup bersama Audriana ada atau tanpa cinta dari Audriana.
Dinand sangat bersyukur karena Audriana selalu percaya padanya, dan tak banyak protes dengan apa yang ia kerjakan dan apa yang ia lakukan. Itu semua karena bagi wanita itu Ferdinand akan selalu melakukan yang terbaik untuk dirinya dan juga putrinya.
__ADS_1
Setelah mereka masuk ke rumah baru, rupanya di sana sudah ada barang-barang miliknya dan juga Gea. Keduanya yang hanya tinggal memilih di mana ia akan tidur. Audriana bingung karena rumah kali ini cukup luas dan memiliki dua lantai. Tak tanggung-tanggung, Dinand membeli satu unit rumah di kawasan perumahan elit.
"Apakah kamu sangat suka menghancurkan uang banyak?" tanya Audriana kepada Dinand saat mereka sedang duduk di sofa ruang tamu.
Dinand tertawa. Ia kemudian berkata, "Sebenarnya rumah ini hanya aku sewa selama satu bulan saja, setelah keadaan aman maka kita akan kembali ke rumah lama kita. Kau tahu aku hanya ingin menghindarkan dirimu dari kedatangan kekasihmu itu."
Jawaban Ferdinand membuat Audriana menghela napas lega. Jika hanya disewa maka ia bisa memakluminya. Tak terhitung sudah berapa banyak rumah yang mereka beli lalu mereka jual kembali setelah dua atau tiga bulan mereka tempati sebab mereka harus menghindari Gavriel.
.
.
Namun saat ini persediaan makanan Gea terutama susu dan Snack telah menipis dan anak itu merengek untuk keluar dan membeli berbagai jenis makanan dan juga untuk keluar jalan-jalan sebab ia merasa bosan terus berada di rumah sepanjang hari.
__ADS_1
"Kenapa harus pindah? Gea sudah nyaman mom di rumah lama. Disana ada banyak tenan dan juga ada pantai. Disini sunyi, Gea nggak suka," keluhnya saat mereka sedang berjalan sambil bergandengan tangan di kompleks perumahan.
Mereka menantikan taksi atau ojek yang lewat tetapi sama sekali tidak menemukannya. Akhirnya Audriana mengajak Gea berjalan kaki sampai keluar dari kompleks ini.
Suara klakson menghentikan langkah Audriana. Baru juga ia berjalan beberapa langkah tetapi sudah ada yang mengagetkannya. Audriana mulai ketakutan, ia khawatir itu adalah anak buat Gavriel yang berhasil menemukannya disini. Belum lagi Ferdinand sedang tidak bersama mereka.
"Aku harus putar balik dan kembali ke rumah," gumam Audriana.
Saat ia berbalik, ia terkejut karena dari mobil itu keluar Natha. Pria yang tampan itu mendadak terlihat semakin tampan saja.
"Lho Nath, kok kamu bisa ada disini?" tanya Audriana kaget.
Natha sendiri tak kalah kagetnya saat melihat Audriana berjalan bersama seorang gadis kecil. "Lho, kenapa kau bisa ada di sini Audriana? Aku memang tinggal di sini dan itu rumahku," ucap Natha menjelaskan dan ia menunjuk rumah yang berhadapan langsung beban rumah yang sekarang di tempati oleh Audriana.
__ADS_1
Wanita itu terkejut, sungguh sangat kebetulan. Ia pun mengatakan bahwa ia tinggal di rumah yang berhadapan dengan rumah Natha.
Natha tersenyum lebar, kemudian matanya tertuju pada gadis kecil yang menggenggam tangan Audriana. "Gadis cantik itu siapa, Audriana?" tanya Natha. Ia terus memandangi wajah Gea, berusaha menyamakan dengan wajah Audriana.