OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 160


__ADS_3

Acara pernikahan Audriana dan Gavriel berlangsung dengan begitu meriah dan mengharu biru. Penuh dengan sukacita dan kebahagiaan terpancar dari raut wajah seluruh keluarga. Adrian yang bertugas menikahkan adiknya itu juga sangat bahagia karena setelah ini adiknya akan bersama dengan lelaki yang mencintainya dan juga ia cintai.


Setelah menempuh banyaknya lika-liku kehidupan dan akhirnya mereka kembali bersatu, banyak doa dan harapan yang dipanjatkan oleh seluruh keluarga dan juga dari kedua mempelai untuk kehidupan mereka mendatang. Berharap cinta mereka akan abadi hingga tua nanti.


Gavriel terus menggenggam tangan Audriana di pelaminan. Setiap kali para tamu undangan selesai memberikan ucapan selamat, maka Gavriel kembali lagi menggenggam tangan Audriana. Ia sangat khawatir semua ini hanyalah mimpi belaka dan ketika ia melepaskan tangan Audriana, ia akan tersadar kembali dari mimpinya.


"Memilikimu dulu hanyalah sebatas mimpiku sehingga aku takut ketika aku melepaskan tanganmu maka aku akan terbangun dari tidurku," ucap Gavriel yang membuat Audriana tersipu malu.


"Tapi kita lagi di pelaminan dan mereka juga sudah tahu kalau kita sudah sah menjadi pasangan suami istri. Tidak perlu seperti ini juga, kamu membuatku malu dengan tatapan para tamu undangan," tegur Audriana dan Gavriel tidak peduli.


Bagi Gavriel, apa yang dilakukan pada Audriana semata-mata karena ia ingin menunjukkan rasa cintanya pada wanita ini, dan juga ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya adalah lelaki beruntung karena telah menikahi seorang Audriana Maaysa Dameer. Wanita cantik, sukses dan kaya raya, tetapi bukan itu alasannya. Ini bukan tentang harta ataupun kecantikan belaka, ini adalah tentang cinta, tentang perasaan yang Gavriel rasakan untuk istrinya.

__ADS_1


Dari arah kursi tamu undangan, Ferdinand menatap kesal pada kakaknya yang terlihat begitu posesif. Ia sendiri bersama dengan Sheila menemani Gea yang harus menyaksikan pernikahan kedua orang tuanya. Rasanya sungguh menggelitik, anak mereka sudah begitu besar akan tetapi kedua orang tuanya baru saja menikah.


"Mommy dan daddymu itu sungguh curang, membuatmu lebih dulu lalu mereka menikah," ucap Ferdinand yang langsung mendapat pukulan di kepalanya oleh Sheila.


Ferdinand meringis ia menatap kaget pada Sheila yang sudah berani memukul kepalanya. Sheila sendiri langsung menarik tangannya, ia langsung terlihat gugup karena bisa-bisanya ia dengan refleks memukul kepala mafia sekaligus pembunuh bayaran itu. Ia tidak ingin cari mati tetapi ucapan Ferdinand tersebut membuatnya kesal.


"Wah sudah berani ya," ledek Ferdinand.


"Habisnya kamu berkata seperti itu, tidak tahu tempat! Apa sih yang diketahui oleh anak kecil dan jangan coba-coba meracuni pikirannya," ancam Sheila.


Dengan gaya sok imut Ferdinand mengangguk dan memperlihatkan wajahnya yang memelas memohon untuk dimaafkan oleh Sheila. Ia juga meletakkan kedua tangannya di telinganya dengan berpose bagai anak kecil seolah-olah dirinya seorang anak yang tengah dihukum.

__ADS_1


Gea dibuat tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan pamannya ini. Bocah kecil itu merasa begitu bahagia dan ia ingin segera melihat Ferdinand dan Sheila menikah.


"Mengapa daddy Dinand tidak mengajak aunty cantik ini untuk segera menikah? Jika kalian menikah maka aku akan mendapatkan saudara baru kata uncle Adrian, jika ingin memiliki saudara maka pria dewasa dan wanita dewasa harus menikah lebih dulu. Jadi Gea ingin Daddy Dinand segera menikah dengan aunty cantik ini. Nanti Gea akan bilang deh sama daddy untuk membuat kalian menikah dan memberikan Gea adik baru."


Ucapan dan sorakan Gea tersebut membuat Sheila tersedak ludahnya sendiri hingga ia ternatuk-batuk. Dengan cepat Ferdinand memberikan minuman padanya dan Sheila dan langsung menerimanya dengan perasaan tercampur aduk, kesal,


gemas dan juga malu.


Tak jauh dari mereka, ada pasangan yang juga turut memperhatikan pasangan pengantin baru dan juga pasangan yang mungkin akan menyusul menjadi pengantin di suatu waktu nanti.


"Sepertinya Ferdinand benar-benar jatuh cinta pada Sheila. Lihat saja mafia itu, dia beg mitu takut pada adikmu, aku yakin jika Sheila meminta dunia padanya maka Ferdinand akan berusaha untuk mewujudkannya. Dan aku bisa pastikan jika Sheila menghilang sehari saja dari pandangannya, Ferdinand pasti akan mengacak-acak dunia ini. Dan jika aku menyuruh Sheila untuk membuat Ferdian bertekuk lutut padanya maka itu pasti akan terjadi.

__ADS_1


Ucapan Natha tersebut diangguki oleh Bianca. Ia juga memperhatikan bagaimana Ferdinand begitu tunduk dan patuh kepada Sheila. Diam-diam Bianca berkhayal bagaimana nanti ia menjadi pasangan pengantin bersama Natha dan bagaimana nanti Natha berperilaku terhadapnya? Akankah Natha masih semanis ini nantinya? Atau bahkan lebih manis lagi atau parahnya justru akan bertingkah sebaliknya setelah mendapatkannya maka Natha akan bersikap dingin dan cuek padanya.


__ADS_2