
Adrian dan Gavriel saling menatap sinis. Gavriel rasanya ingin mengajak Adrian berduel saat ini karena teringat kembali Adrian selama ini menyembunyikan keberadaan Audriana. Sedangkan Adrian justru merasa kesal karena mafia ini begitu cepat menemukan keberadaan adiknya. Padahal Adrian berharap Gavriel akan lebih sakit dan berdarah-darah lagi ketika tahu Audriana kembali sekuat dengan Natha.
Sayang sekali harapan Adrian itu musnah. Namun satu hal yang ia syukuri, berkat Gavriel akhirnya adiknya ini mau kembali pulang dan menetap. Ucapan terima kasih secara tidak langsung juga Adrian berikan kepada Natha, karena jika bukan pria itu bersama Audriana maka Gavriel tidak akan menemukan jejaknya.
"Persiapkan pernikahan kami secepatnya. Aku dan Audriana akan langsung menikah," ucap Gavriel dengan angkuh, ia masih kesal pada sahabat sekaligus calon kakak iparnya ini.
Sambil bersungut-sungut Adrian berkata, "Apakah kami sudah menerima lamaranmu? Siapa juga yang ingin menikahkan adikku dengan pria sepertimu. Sorry ya, tapi adikku ini akan aku nikahkan dengan Troy, bukan begitu Troy?"
Troy yang namanya dibawa-bawa langsung merasa ingin bersembunyi di lubang semut. Apalagi saat ini Gavriel memberikannya tatapan membunuh. Sungguh Troy tidak suka jika namanya dilibatkan dalam hubungan Adrian, Audriana dan juga Gavriel. Troy pun memutuskan untuk diam dari pada harus terlibat cinta segitiga dengan bosnya.
"Apakah itu benar, Troy? Jangankan menikah dengan Audriana, aku mengetahui kau memiliki perasaan sedikitpun kepadanya, maka kau akan habis di tanganku!" ancam Gavriel.
"Saya mana berani tuan," sahut Troy dengan cepat, ia kemudian bergegas untuk pergi agar bisa terhindar dari perdebatan antar keluarga ini.
Adrian kemudian kembali menatap sinis kepada Gavriel begitupun dengan Gavriel yang tak kalah arogannya membalas sikap Adrian. Namun, walau begitu mereka sama-sama tidak saling mendendam, hanya saling memperlihatkan kearoganan mereka saja.
Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya, ia kemudian meminta Audriana untuk beristirahat. Akan tetapi Gavriel masih mencegahnya karena ia ingin menuntaskan pembahasan tentang pernikahan ini sekarang juga.
"Apakah kau tidak melihat adikku begitu ketakutan padamu? Apalagi kau mengancam Troy seperti itu, menakutkan sekali. Aku menjadi ragu memberikan adikku padamu, kau pasti akan menghabisinya jika dia melakukan kesalahan sedikitpun," tuding Adrian. Padahal ia sendiri percaya jika Gavriel tidak akan menyakiti adiknya sedikitpun.
Mata Gavriel membulat sempurna mendengar tudingan yang sangat tidak masuk akal dari calon kakak iparnya ini. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. sangat ingin ia beradu argumen dengan pria ini, akan tetapi ia lebih ingin mereka membahas tentang pernikahan saja dari pada membuang-buang masa dengan saling menjatuhkan satu sama lain padahal mereka akan segera menjadi keluarga besar setelah ia dan Audri menikah.
"Kau bahkan belum melamarku, tiba-tiba sudah memaksa kakakku untuk menyiapkan pernikahan. Apa kau masih waras?" ucap Audriana sarkas.
Gavriel merasa tertahok sedangkan Adrian langsung memecahkan tawanya begitu Audriana selesai berucap. Wajah Gavriel terlihat begitu mengenaskan dan Adrian sama sekali tidak bisa melewatkan kesempatan itu untuk meledek dan juga menertawai mafia yang selama ini selalu memiliki percaya diri tinggi namun mentalnya kembali dibuat jatuh oleh adiknya yang merupakan wanita paling dicintai oleh Gavriel.
"Untung sayang ..." lirih Gavriel sambil melirik dengan ekspresi memelas, berharap Audriana akan berbelas kasih padanya.
Adrian kemudian meminta Gavriel untuk pulang lebih dulu, ia ingin Audriana beristirahat dan juga jika Gavriel memang benar ingin menikahi Audriana, maka ia harus membuat persiapan lamaran terlebih dahulu.
__ADS_1
Adrian menganggap lamaran yang terjadi beberapa tahun silam itu sudah tidak dihitung lagi, sehingga Gavriel harus melamar Audriana kembali dengan resmi.
Gavriel pun setuju dan ia segera meminta anak buahnya untuk menyiapkan segala keperluan, sedangkan ia harus kembali lagi ke kantor karena ada banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan setelah kemarin ia meninggalkannya secara tiba-tiba.
Adrian kemudian menghampiri Audriana yang berada di kamarnya, sedangkan Gea sedang bersama dengan Devan dan juga Devi di ruang bermain.
"Jadi kamu memutuskan untuk kembali dengannya setelah bersembunyi selama lima tahun?" tanya Adrian ketika ia duduk di sofa yang ada di dalam kamar Audriana sedangkan sang pemilik kamar saat ini sedang berdiri sambil menatap ke arah jendela dimana mobil Gavriel baru saja meninggalkan halaman rumah mereka.
Tanpa berbalik badan Audriana berkata, "Mau bagaimana lagi Kak, aku sudah berusaha untuk bersembunyi darinya selama bertahun-tahun akan tetapi dia berhasil juga menemukanku. Lagi pula selama aku bersama dengan Ferdinand, aku sama sekali tidak pernah menaruh rasa padanya. Mungkin karena aku sudah terpaut pada Gavriel sehingga ketika dia menemukanku, aku langsung saja setuju untuk kembali bersamanya."
Adrian lantas memanggil adiknya itu untuk duduk di sampingnya. Ia kemudian menanyakan perasaan Audriana yang sebenar-benarnya karena ia tidak ingin Audri kembali merasa tertekan lagi. Apalagi selama lima tahun ini tentu pasti ada yang berubah dari hidup dan hati Audriana, termasuk perasaannya terhadap Gavriel.
Tak lupa Adrian menanyakan tentang bagaimana perasaan Audriana kepada Natha, karena Audri sendiri sudah pernah menceritakan bahwa ketika ia bersama Gavriel, tidak bisa ia pungkiri perasaan untuk Natha itu masih ada. Walau pria itu sempat membuat dirinya begitu membenci, akan tetapi rasa yang pernah ada itu tidak bisa hilang sedemikian cepatnya walaupun ada orang baru sehebat Gavriel yang menggantikannya.
"Aku sudah bertemu dengan natha, Kak. Dan aku sudah kembali menjalin hubungan baik dengannya. Aku akui aku sempat merasa seolah masih mencintainya, tetapi setelah aku kembali melihat Gavriel, ternyata cintaku berat padanya," jawab Audriana yang telah menggali perasaannya sedalam mungkin dan ia hanya menemukan Gavriel saja di sana.
Adrian tersenyum, ia yakin saat ini adiknya kembali dalam keadaan baik-baik saja. Ia tidak dalam keadaan tertekan ataupun terpuruk seperti dulu ketika ia kembali setelah putus dari Natha Clay.
"Kakak cuma punya adik satu dan itu hanya kau. Jadi ... hiduplah berbahagia agar kakak juga bahagia. Kakak hanya memilikimu sebagai saudara dan kau tahu betul kakak sangat sayang padamu, jadi jangan pergi lagi. Jika tidak suka maka katakanlah pada kakak dan jangan menyembunyikan apapun lagi dariku," nasihat Adrian, Audriana pun langsung masuk ke dalam pelukan sang kakak.
Sementara itu, Gavriel yang hatinya sedang berbunga-bunga karena berhasil membawa Audriana kembali pulang justru kini dibuat pusing dengan kedatangan Zi. Gavriel yakin sekali jika Audriana tahu tentang Zi yang selama ini mendekatinya, maka sudah bisa dipastikan Audri akan menghindarinya lagi.
Zi tidak bicara apapun tetapi ia datang dengan membawa kesedihannya. Gavriel yang sedang disibukkan dengan pekerjaan dan juga urusan lamarannya nanti malam justru harus tertunda karena kedatangan wanita ini.
"Kau itu sebenarnya kenapa?" tanya Gavriel yang sudah jengah melihat Zi hanya diam saja namun wajahnya terlihat murung dan terus saja menunduk. "Apa kau baru saja dikejar rentenir?" tanya Gavriel lagi dan seketika Zi langsung menatap kesal pada Gavriel.
"Aku tidak sedang bercanda Gavriel Mazeen!" sentak Zi, ia kemudian berkata lagi dengan lirih, "Aku datang untuk meminta pertanggungjawaban darimu."
Gavriel mengernyit, ia benar-benar bingung dengan maksud ucapan Zi barusan. Bertanggung jawab untuk hal apa, Gavriel sama sekali tidak tahu. Ia bahkan merasa tidak pernah melakukan kesalahan dan satu-satunya kesalahannya adalah ia tidak bisa membalas perasaan Zi walaupun wanita itu terus saja mengejarnya.
__ADS_1
Troy masuk ke dalam ruangan Gavriel dan ia terkejut karena melihat keberadaan Zi disana. Ia langsung menghampiri mereka dengan tatapan Troy yang begitu tajam seakan ia tidak suka kehadiran Zi di kantor ini.
"Aku sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan padamu, apa yang harus aku pertanggungjawaban?" tanya Gavriel hampir frustrasi.
Bagaimana tidak, Zi datang ke kantornya dengan wajah sedih. Berdiam diri cukup lama dan ketika bicara malah meminta tanggung jawab sedangkan Gavriel tidak tahu menahu tentang masalah apa yang sedang menimpa Zi dan ia juga merasa tidak pernah berniat kejahatan pada wanita ini.
"Hikss ... apakah kau lupa jika malam itu kau datang ke rumahku dan kau meniduriku? Bekas kiss mark itu pun masih ada dan kau sekarang sudah lupa? Kau terlalu jahat Gavriel!" bentak Zi. Ia menumpahkan tangisnya dan berharap Gavriel mau menikahinya nanti.
"Apa?!" pekik Gavriel sambil menatap tak percaya pada Zi.
Troy juga sama terkejutnya mendengar ucapan Zi barusan. Namun ia memilih diam saja sambil mengamati apa yang akan Zi lakukan setelah ini.
Gavriel menggelengkan kepalanya, ia menolak apa yang baru saja diucapkan oleh Zi. Ia tidak pernah merasa bahwa ia meniduri wanita ini. Mungkin saat ini Zi tengah berhalusinasi dan mungkin saja traumanya itu kembali menyerang Zi. Gavriel harus lebih hati-hati berbicara dengannya.
"Zi, aku tidak pernah menidurimu. Apakah kau sedang sakit?" tanya Gavriel dengan penuh perhatian layaknya seorang sahabat.
Namun ternyata ucapan Gavriel tersebut justru dianggap sebagai sebuah singgungan oleh Zi. Ia menatap Gavriel dengan kilatan penuh kemarahan. Namun Zi sama sekali tidak tahu harus berkata apa untuk membuktikan.
Zi sama sekali tidak mengingat apapun kejadian yang terjadi malam itu. Ia hanya tahu jika ia pernah berencana untuk membuat Gavriel menidurinya. Akan tetapi apakah semua itu terjadi atau tidak, Zi sama sekali tidak tahu. Ia mengira awalnya tanda merah di tubuhnya itu hanyalah alergi akan tetapi ketika ia pergi ke rumah sakit ia justru di tertawai oleh dokter karena membawa jejak percintaannya.
Awalnya Zi merasa frustrasi karena ia tidak tahu siapa yang sudah menidurinya semalam. Ia mencoba mencari rekaman CCTV hanya saja di waktu kejadian ia tidak menemukan apa-apa. Namun ketika ia menggeser ke waktu beberapa jam sebelumnya, ia melihat dirinya keluar dari mobil bersama Gavriel di malam kejadian itu.
"Itu pasti kau dan kau membuatku lupa segalanya. Hanya kau yang bisa melakukan itu karena kau adalah seorang mafia yang memiliki banyak obat aneh dan mujarab!" bentak Zi, ia keukeuh meminta Gavriel untuk bertanggung jawab terhadapnya.
"Kau tidak bisa menuduhku. Aku memang mengantarmu malam itu tetapi aku bersumpah jika aku tidak pernah menyentuhmu, Zi. Aku tidak kembali ke rumahmu dan aku sangat sibuk malam itu. Kau jangan asal menduhku! Dan mungkin saja pria itu adalah Albert, jangan lupa jika dia adalah mafia juga seperti aku!" elak Gavriel, ia memang tidak pernah melakukannya pada Zi. Hanya ada satu wanita yang pernah ia sentuh yaitu Audriana Maaysa Dameer.
"Tapi ..."
Zi tidak jadi meneruskan ucapannya, ia juga tidak bisa menuduh Gavriel tanpa bukti yang jelas. Namun bukan berarti Zi menyerah, ia akan mendapatkan bukti bahwa benar Gavriel yang sudah menidurinya.
__ADS_1
Tanpa berpamitan Zi keluar dari ruangan Gavriel. Troy melirik kepergian Zi dengan ekor matanya sedangkan Gavriel kini tengah terduduk lesu setelah mendengar tudingan Zi tersebut. Ia sangat khawatir jika berita ini sampai ke telinga Audriana, entah bagaimana nanti Audri akan bereaksi.
Keparat! Siapa yang sudah meniduri Zi dan berniat menuduhku? Aku harus mencaritahu agar hubunganmu dengan Audriana tidak bermasalah. Sial sekali, baru juga hendak bahagia tapi sudah ditimpa masalah lagi, keluh Gavriel dalam hati.