OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 143


__ADS_3

Zi membanting barang-barang yang ada di dalam kamarnya, ia merasa kesal dan juga geram karena Gavriel menolak bertanggungjawab dan parahnya lagi ia tidak tahu siapa yang sudah menidurinya. Pastinya akan sangat sulit untuk ditemukan, apalagi kota ini sangat luas dan bisa jadi juga orang itu bukan pula penduduk di kota ini.


"Aaaaaa ..."


Zi kembali berteriak, kamarnya saat ini tak ubahnya bagai kapal pecah dengan banyaknya barang berhamburan serta beling-beling yang bisa terinjak oleh kaki.


Memikirkan pria yang ia inginkan namun bukan orang itu yang menidurinya membuat Zi cemas. Ia takut jika nantinya ia akan hamil dan tidak memiliki suami. Ia harus mencari tahu dan dalam hatinya ia masih sangat berhadap jika Gavriel adalah orang tersebut.


"Aku mendengar kabar Audriana sudah kembali, itu artinya aku harus membuat Gavriel menikahiku sebelum dia kembali pada Audriana. Dan Audri adalah orang yang lemah lembut—mengutip ucapan Gavriel yang tak sengaja aku dengar darinya langsung, itu tandanya aku harus waspada dan lebih mendekatkan diri lagi pada Gavriel. Jangan sampai dia di menikah dengan Audriana."

__ADS_1


Zi kembali menangis histeris dan kembali menghancurkan apa yang ada. Hatinya hanya untuk Gavriel sajak lama dan ketika ia mendapatkan kesempatan ini maka ia akan membawa Gavriel pergi dari kota ataupun negara ini!"


....


Dinand saling bertatapa sengit saat ia dan nyonya Wilda sedang membahas tentang Sheila. Wanita itu tidak mau memberikan bukti, jika suaminya dan Sheila melakukan perselingkuhan. Ia hanya memberikan bukti tanda transfer uang dan juga potret dimana terlihat jelas pria tua itu memberikan Sheila uang.


Untuk sesaat Dinand dibuat melamun. Bukan karena memikirkan cara untuk melenyapkan Sheila, ia justru terpaku melihat bagaimana Sheila cukup dekat dengan pria tersebut. Hatinya teras panas dan ia tidak sadar sudah mere-mas foto tersebut.


"Anda tenang saja, pekerjaan ini pasti akan berlangsung dengan sebagaimana mestinya. Akan tetapi, di sini saya mau meminta Anda untuk memberikan bukti yang valid jika suami Anda memang benar berselingkuh dengan wanita ini. Bisa saja di sini suami Anda hanya memberikan santunan atau sebuah pinjaman pada garis ini —"

__ADS_1


Kalimat Ferdinand terhenti begitu Nyonya Wilda memotong ucapannya dengan mengatakan dan juga merendahkan pekerjaan Ferdinand ini. Ia mengatakan bahwa pembunuh bayaran tidak memerlukan alasan yang pasti untuk membunuh targetnya karena yang mereka butuhkan adalah transaksi.


Dinand berusaha untuk tetap bersikap wajar dan juga cool. Ia juga tidak menampik jika ucapan Nyonya Wilda tersebut sangat tepat karena memang benar adanya, dimana jika mereka diberikan pekerjaan dan sudah dibayar uang mukanya, maka yang harus mereka lakukan adalah mengeksekusi korbannya akan mencari tahu secara detail permasalahan apa yang telah mereka hadapi.


Dinand sebenarnya hanya ingin mencari tahu saja agar ia tidak salah menempatkan hatinya pada wanita itu, wanita yang memang akhir-akhir ini mulai mengisi relung hati dan pikirannya. Ferdinand mulai bermain hati pada calon korbannya tersebut, akan tetapi kliennya kali ini begitu tidak sabaran untuk mendengar kabar kematian dari wanita yang disukai olehnya itu.


Dalam hati Dinand bertanya-tanya apakah ia sanggup membunuh Sheila? Wanita itu memiliki ibu yang sakit-sakitan, wajahnya terlihat lugu dan satu hal lagi, wanita itu sangat sederhana.


"Anda memang benar Nyonya, saya hanya mencari alasan yang tepat saja agar jika sampai kasus ini dibawa ke ranah hukum, Anda bisa aman. Sedangkan saya nanti akan mencarikan kambing hitam untuk menyelesaikan masalah hukum yang akan membelit Anda nantinya. Akan tetapi saya menjanjikan jika hal ini tidak akan sampai terendus oleh pihak yang berwajib," ucap Dinand untuk membujuk agar wanita itu mau membuka suaranya sedikit saja.

__ADS_1


Kali ini giliran nyonya Wilda yang terdiam, ia kemudian berpura-pura mengatakan bahwa ia memiliki janji lain dan harus meninggalkan Ferdinand seorang diri di sana dengan beribu tanda tanya di benaknya.


"Jika tidak bisa menemukan jawaban dari nyonya Wilda, aku akan mencari tahu langsung pada suaminya," gumam Dinand dengan bibirnya yang tersungging senyuman seringai.


__ADS_2