OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 167


__ADS_3

Gavriel, Troy dan Ferdinand duduk di dalam ruangan khusus untuk ketua kelompok mereka untuk memikirkan rencana penyelamatan anak dan istri dari Yus. Bagaimanapun Gavriel tetap bertanggung jawab untuk semua keamanan dan kenyamanan anggota kelompoknya. Masalah anak buahnya tentu akan menjadi masalah bersama kecuali masalah yang sengaja mereka timbulkan sendiri. Gavriel tidak akan turut membantu kecuali emergency seperti ini.


Apalagi tujuan Bastian menculik anak dan istri Yus hanya untuk memancingnya keluar dan menemui mereka. Gavriel tentu tahu seperti apa kelicikan Bastian dan Brandon Elard. Hanya saja mereka selama ini belum pernah bersinggungan sebelumnya. Mungkin mereka sedang menunjukkan taringnya karena kemarin Gavriel sempat menolak menyatukan pasukan mereka dan memiliki markas bersama.


Mana mungkin Gavriel setuju sedangkan kelompoknya sudah begitu besar dan baginya Bastian hanya akan menumpang saja di kelompoknya untuk mendapatkan kekuatan dan kekuasaan lebih besar lagi.


"Malam ini juga kita akan pergi untuk penyelamatan anak dan istri Yus. Aku akan menemui Bastian dan kalian harus bisa menyelinap untuk mencari keberadaan mereka. Itu rencana A. Jika gagal dan situasi serta kondisi tidak memungkinkan maka kita bisa menggunakan rencana B," ucap Gavriel setelah mereka selesai berdiskusi dan menemukan beberapa opsi yang akan mereka lakukan untuk misi malam ini.


Gavriel dan kelompoknya memang seperti itu, mereka akan membuat rencana A sampai Z agar penyerangan mereka tetap berhasil dan mereka tidak akan mudah dikalahkan oleh lawan. Taktik Gavriel yang selalu mampu mengubah serangan di akhir inilah yang membuat para kelompok mafia di berbagai negara sangat segan terhadapnya.


Sepak terjang Gavriel sangat sulit untuk ditebak namun selalu terlaksana dan selalu saja membuahkan hasil. Gavriel tidak pernah gagal padahal jika saja orang-orang atau musuhnya tahu, Gavriel sudah beberapa kali gagal hanya saja ia selalu memiliki rencana cadangan untuk melanjutkan rencana yang tidak sempurna.


"Cukup aku yang masuk bersama Troy sedangkan kau Dinand, persiapkan pasukan dan arahkan mereka seperti tadi yang aku katakan. Malam ini tidak akan mudah tetapi kita harus bisa mendapatkan kemenangan dan berhasil membawa pulang keluarga Yus. Jika rencana A gagal maka kita masih punya dua puluh lima abjad, bulan?" ujar Gavriel. Troy dan Dinand langsung paham apa yang ia maksud. Mereka turut menyeringai.


Setelah perundingan mereka selesai, Gavriel pun mengajak mereka semua untuk berkumpul dan memberitahukan rencana apa saja yang akan mereka lakukan nanti malam kepada para anak buahnya yang terkumpul di markas ini. Sebenarnya ia bisa saja memanggil beberapa anak buahnya lagi yang berada di markas berbeda, akan tetapi mereka hanya akan dijadikan pengawal bayangan saja jika nanti ternyata pasukannya Gavriel yang dibaw untuk menghadapi kelompok Bastian berhasil dipukul mundur.


Semua anak buah Gavriel bersiap untuk membantu Yus. Mereka semua terlihat sangat kompak apalagi ketua mereka selalu menjaminkan kesejahteraan kepada mereka dan tidak ingin mereka terpecah belah satu sama lain.


Setelah selesai membahas rencana mereka, Gavriel pun berpamitan. Ia harus menyelesaikan dulu masalahnya bersama Audriana agar nanti malam ia bisa mendatangi Bastian dengan kepala dingin. Gavriel yang bisa saja langsung membunuh orang itu di tempat jika dia masih bermasalah dengan Audriana karena musuhnya tentu akan ia jadikan sebagai pelampiasannya. Jika saja Audriana masih memusuhinya dan enggan bicara dengannya, Gavriel pasti akan membunuh siapa saja yang membuatnya kesal di markas Bastian nanti.


Ketiga pria tampan itu kini berjalannya bersama menuju ke satu mobil dimana Ferdinand akan menumpang di mobil kakaknya. Hidup Ferdinand sekarang jauh lebih berwarna apalagi ada seorang gadis yang sangat ia cintai yang pastinya sedang menunggunya. Oh, oh tidak, lebih tepatnya Ferdinand yang memang sangat ingin menemuinya tanpa diajak untuk bertemu.


Begitupun dengan Troy, ia sudah merasakan merindukan bayinya yang berada di dalam kandungan Zivia. Troy tidak akan mengatakan jika ia merindukan sang Ibu dari bayi miliknya, akan terlalu terburu-buru jika terlalu cepat menyimpulkan bahwa ia menyukai Zivia padahal mereka baru berbincang-bincang selama beberapa jam saja.


Tiga pria yang terkesan angkuh, dingin dan mematikan itu mendadak menjadi pria yang membudak cinta. Dan andaikan musuh mereka tahu kelemahan mereka ini, pasti akan sangat mudah menghancurkan mereka dan membuat mereka tunduk. Maka dari itu Troy selalu berprinsip untuk tidak menjalin hubungan serius dengan seseorang yang nantinya akan membuatnya repot karena akan dijadikan sasaran kelemahannya.


Namun setelah ia mendapatkan kabar bahwa seorang wanita tengah mengandung benih miliknya, entah mengapa hati mafia ini menjadi menghangat. Ia selalu ingin dan ingin menengok wanita yang berhasil membuatnya menjadi calon ayah tersebut. Mungkin Troy mulai merasakan benih-benih cinta akan tetapi ia menyepelekannya karena baginya jatuh cinta kepada Zivia adalah hal yang mustahil terjadi.

__ADS_1


Di dalam mobil ketiganya sama-sama sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Ada satu kekompakan yang membuat anak buah yang menyopiri mereka itu geleng-geleng kepala sambil tersenyum: ketika petinggi kelompok mereka ini terlihat senyum-senyum bagaikan orang yang baru saja jatuh cinta.


Akhirnya wajah kaku itu tersenyum juga ... mungkin Tuan Troy sudah menemukan wanita yang membuatnya menjadi lebih manusia dari sebelumnya, gumam sopir mereka dalam hati ia mana berani mengatakan secara langsung karena nanti akan mendapat sanksi dari Troy jika berani mengusik kehidupan pribadinya.


"Troy kita ke kantor sekarang, ada banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan. Aku tidak jadi memberikanmu cuti, aku baru ingat jika kita memiliki banyak berkas yang belum diperiksa dan kau akan ditemani Ferdinand karena aku akan pulang ke rumah setelah mengantar kalian ke kantor," ucap Gavriel dengan tiba-tiba yang membuat kedua pria yang sedang tidak sabar untuk menemui wanitanya menjadi tercengang.


Gavriel langsung membuang muka ke arah jendela. Dia tahu saat ini dirinya sedang ditatap oleh dua pria yang sedang menjadi budak cinta, akan tetapi Gavriel yang tidak mungkin membiarkan keduanya bersenang-senang sedangkan dia sendiri masih dalam proses membujuk sang istri untuk memaafkannya.


"Tapi Kak, aku sudah mempunyai janji dengan Sheila. Mana mungkin aku batalkan. Lagi pula nanti malam kita akan melakukan penyerangan, aku harus mendapatkan vitaminku dulu dengan melihat senyumnya, baru aku bersemangat," protes Ferdinand yang tidak terima langkahnya dihentikan untuk menemui Sheila.


"Belum lagi saya Tuan, bukankah tadi pagi Anda mengatakan bahwa hari ini saya dibebastugaskan alias diberikan izin cuti. Lalu kenapa harus kembali ke perusahaan? Membuat mood buruk saja," timpal Troy.


Gavriel tidak peduli dengan protes dan keluhan mereka karena baginya mendengar suara keduanya hanyalah bagaikan suara-suara sumbang yang tidak perlu ia dengarkan.


Setelah sampai di depan gedung perusahaan mereka yang menjulang tinggi tersebut, Gavriel pun meminta Ferdinand dan Troy untuk turun. Ia pun akan masuk sebentar akan tetapi hanya untuk memeriksa beberapa hal sebelum ia kembali ke rumah. Ia masih pengantin baru yang harusnya masih berada di dalam kamar, bukan di markas ataupun di kantor.


"Kerja ya kerja. Jangan campuri pekerjaan dengan perasaan. Kita harus bisa menyelesaikannya sekarang karena ada banyak dokumen yang belum diperiksa sedangkan klien pasti menunggu kabar dari kita," ujar Gavriel saat ia melihat Troy dan Ferdinand seakan malas-malasan.


Gavriel geleng-geleng kepala, jika itu Ferdinand maka ia tidak akan heran sebab adiknya itu memang tidak berminat masalah perusahaan tapi sangat menikmati setiap keuntung yang dibagi dengannya dari hasil pendapat perusahaan keluarga Mazeen. Tapi ini adalah Troy, pria yang workaholic itu mendadak tidak bersemangat dan entah apa yang sudah terjadi padanya.


'Apa dia sedang jatuh cinta? Pada siapa? Zivia kah? Sangat tidak masuk akal, tapi mungkin saja,' gumam Gavriel dalam hati.


Gavriel terus memperhatikan tingkah Troy yang kadang tersenyum tiba-tiba, mengernyit dan juga kurang fokus pada pekerjaannya. Gavriel menyeringai, ia sangat tahu jika saat ini anak buahnya yang merupakan kaki tangan kepercayaannya ini sedang dilanda asmara.


Memikirkan Troy membuat Gavriel teringat akan Audriana. Ia harus segera pulang dan membiarkan Troy berserta Ferdinand menyelesaikan masalah mereka.


"Aku pulang dulu, Audriana mencariku!" ucap Gavriel yang membuat Troy dan Ferdinand terbengang untuk beberapa saat sedangkan Gavriel hanya tersenyum melihat ekspresi keduanya.

__ADS_1


Dengan santai Gavriel melenggan pergi, ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Audriana. Ia harus bisa mendapatkan maaf dari sang istri. Mengingat statusnya yang kemarin sudah berganti menguat Gavriel tersenyum lebar. Ia bahkan tidak peduli dengan tatapan aneh dari karyawannya.


"Mungkin tuan Gavriel sedang jatuh cinta."


"Woah ... ternyata kalau tuan Gavriel tersenyum itu sangat tampan ya."


"Biasa, pengantin baru."


Dan masih banyak lagi suara-suara sumbang yang menanggapi perubahan Gavriel. Namun walau Gavriel terkenal berhati dingin dan tak tersentuh, tetapi semua karyawannya merasa disejahterakan. Gavriel bahkan menggaji mereka dan memberikan fasilitas melebihi ekspektasi mereka. Itulah sebabnya mereka sangat berdedikasi pada Gavriel dan selalu setia menjadi karyawannya tanpa berani membelot atau membuat masalah.


....


Mobil Gavriel sampai di halaman rumah keluarga Dameer. Berhubung ia tahu Adrian pasti sudah berangkat ke kantor, dengan langkah santai Gavriel masuk ke dalam rumah tersebut dan mencari keberadaan Audriana.


Di ruang nonton Gavriel bertemu dengan Devi yang sedang menemani anak-anak bermain. Deci5 sendiri sambil menonton serial drama dan hanya itu yang bisa ia lakukan sebab Adrian tidak mengizinkannya untuk bekerja.


"Audri ada di dalam kamar," jawab Devi ketika Gavriel menanyakannya.


Gavriel tersenyum lalu ia segera menyusul Audriana dan tak lupa ia mengecup putri kesayangannya itu sebelum menemui wanita kecintaannya.


Ketika pintu dibuka, pemandangan pertama yang Gavriel lihat adalah istrinya yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidur. Ia tahu benar jika Audriana memang sangat kelelahan akibat kegilaannya semalam. Ia mana bisa tahan untuk tidak menyentuh wanita yang sejak kecil ia inginkan dan akhirnya ia dapatkan.


Gavriel mendekat dan mengecup kening Audriana dengan penuh kelembutan seraya berbisik, "Maafkan aku sayang, aku tidak bermaksud untuk membuatmu berpikir jika aku hanya mengutamakan nafsu belaka. Aku sangat mencintaimu dan entah kita berhubungan badan atau tidak, aku tidak akan mempermasalahkannya karena yang terpenting aku bersamamu dan kamu bersamaku. Itu saja sudah cukup untukmu."


Dengan cepat Audriana membuka matanya dan berkata, "Aku sudah merekam ucapanmu barusan jadi jangan pernah ingkar janji. Oh akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang dan tidur dengan nyenyak karena tidak akan diganggu olehmu. Ayo sayang, ayo kita tidur bersama. Kamu pasti lelah bukan? Hanya tidur ya, ingat kata-katamu tadi. Lelaki yang dipegang adalah ucapannya."


Jika Audriana terlihat begitu bahagia, berbanding terbalik dengan Gavriel yang terlihat sangat mengenaskan. Ingin sekali ia menarik kata-katanya kembali tapi ia sadar itu tidak mungkin. Dan benar kata Audriana jika pria harus bisa memegang ucapannya tapi hal ini justru menyiksa Gavriel. Ia tidak siap!

__ADS_1


Apakah aku baru saja terjebak dengan kata-kataku sendiri? Ini sangat tidak benar dan sangat menyiksaku. Aku tidak siap jika tidak menyentuh Audriana. Aku sudah terlanjur candu padanya. Sial sekali sih!


__ADS_2