OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 104


__ADS_3

Natha menguatkan hatinya, ia kemudian berjalan mendekati Fidelya hingga membuat wanita itu terkejut begitupun dengan Dicky. Natha menatap tajam pada Fidelya sedangkan yang ditatap justru menundukkan kepalanya.


"Apa aku terlambat? Lya, aku juga datang untuk melamarmu tapi ternyata kau sudah menerima lamaran pria lain. Apa aku sudah tidak berarti lagi di hatimu? Secepat itu kau mendapatkan penggantimu?" cecar Natha, ia melirik sekilas ke arah Dicky, pria itu nampak menatap datar padanya namun masih ada sisa keterkejutan yang gagal ia sembunyikan.


Fidelya pun menatap Natha tidak percaya. Apakah benar jika Natha akan melamarnya? Fidelya tentu tidak akan mengira jika hari yang ia impikan itu akan datang juga tetapi sebelum mimpinya menjadi kenyataan, ia justru sudah menghancurkannya.


"Nath ...."


Natha tersenyum kecut, ia menggeleng pada Fidelya. Hati Natha saat ini sangat hancur. Dua kali ia harus mengalami nasib kehilangan kekasihnya. Apakah Natha memang tidak ditakdirkan untuk mendapatkan keberuntungan perihal percintaan? Mengapa nasibnya selalu saja sial?


Natha mengusap kepala Fidelya dengan lembut, "Aku kecewa dan jujur Lya, aku mencintaimu. Maaf jika selama ini aku cuek denganmu tetapi jujur dan kau harus tahu kalau aku sangat mencintaimu dan ingin menjadikanmu istriku. Tetapi ternyata aku salah, cintaku kembali bertepuk sebelah tangan. Semoga kau bahagia," ucap Natha kemudian ia segera pergi dari sana.


Fidelya tertegun mendengar ucapan Natha barusan. Natha yang selama ini ia duga tidak pernah punya perasaan semacam itu padanya justru kali ini datang dan menyatakan cinta. Celakanya, Fidelya tidak bisa melihat kebohongan disana. Mata Natha menampilkan binar penuh cinta dan Fidelya terlambat menyadarinya. Dengan cepat ia berlari dan mengejar Natha.


Dicky yang takut jika Lya akan berubah pikiran dengan cepat mengejar calon istrinya itu. Dicky tentu saja tidak ingin impiannya menikah dengan Fidelya hancur begitu saja. Ia ingin agar Lya tidak goyah dengan pengakuan Natha barusan. Dicky tidak ingin kehilangan cintanya lagi kali ini.


Fidelya berlari mengejar Natha, sedangkan pria itu melangkah begitu cepat berusaha agar cepat sampai ke mobil karena ia akan menumpahkan tangisnya di sana. Natha tidak ingin siapapun tahu kalau saat ini ia sedang terpuruk dan akan kembali menangis karena cinta. Natha sudah lama tidak menangis dan kali ini ia kembali patah hati saat cinta itu mulai bersarang dan tumbuh dengan baik di hatinya.

__ADS_1


Baru saja taman bunga itu dihiasi dengan bunga yang bermekaran, kini semuanya layu karena Natha terlambat menyirami mereka. Natha tidak pernah berpikir jika Fidelya pun akan mengkhianatinya. Sungguh ia mengira wanita itu yang akan selalu setia untuknya.


Apakah seperti ini perasaan sakit yang Audri rasakan ketika aku berselingkuh dengan Lya? Rasanya sangat sakit saat tahu orang yang kita cintai justru bersama dengan orang lain dan memiliki hubungan. Kali ini aku tahu mengapa Audriana sangat sulit memaafkanku, semua karena rasanya sangat sakit dan aku bahkan kini tahu jika karma itu memang jauh lebih menyakitkan. Aku yang selama ini hanya memanfaatkan Lya dan ketika hatiku mulai menerimanya namun justru aku yang terhempas. Ini memang adalah sebuah keadilan yang nyata yang harus aku terima.


Langkah Natha terhenti ketika ia menyadari jika sedari tadi ada yang memanggil namanya karena ia sejak tadi Natha sibuk memikirkan perasaannya yang hancur dan mengaitkan kejadian ini dengan kisah kelamnya bersama Audriana.


"Nath tunggu!" teriak Fidelya yang akhirnya membuat Natha berbalik badan. Ia kaget mendapati Fidelya yang sedang menunduk dan mengatur napasnya.


"Ada apa lagi?" tanya Natha berusaha menutupi rasa kesalnya tetapi ia gagal karena suaranya yang lembut tidak bisa menutupi matanya yang terlihat tidak suka saat menatap Fidelya.


"Nath, apa benar kau mencintaiku?" tanya Fidelya namun entah mengapa semua itu bagi Natha tidak berarti lagi.


Mata Fidelya membulat sempurna, ternyata tadi ia tidak salah dengar dan memang benar Natha mencintainya. Namun celaka, ia yang semalam sakit hati karena Natha tidak datang dan tidak memberi kabar justru membuatnya memutuskan sebuah hal dalam keadaan marah. Ia membuat keputusan yang sepertinya akan ia sesali dalam kurun waktu yang panjang.


Memang benar kata orang bijak jika kita jangan sekali-kali mengambil keputusan saat sedang marah, karena begitu amarah mereda dan kebenaran terungkap, maka akan membuat diri sendiri merasa menyesal.


Nasi sudah menjadi bubur dan Fidelya tidak tahu lagi bagaimana caranya mengolah bubur tersebut menjadi santapan yang nikmat. Dia ingin makan nasi, tetapi karena kebodohannya maka ia justru membuat bubur. Tentu saja ia akan memakannya dengan penuh rasa tidak senang.

__ADS_1


Fidelya kemudian memperhatikan wajah Natha, sangat jelas disana ada bekas memar. Fidelya kemudian berpikir apakah semalam Natha mengalami insiden sehingga ia tidak bisa menepati janji. Jika benar begitu maka ia akan sangat celaka.


"Nath, wajah kamu kenapa memar-memar gitu?" tanya Fidelya mengalihkan pembicaraan karena saat ini ia fokus pada wajah itu dan ia sebenarnya takut mendengar cerita Natha yang mungkin akan membuatnya syok luar biasa jika memang benar apa yang saat ini ia pikirkan tentang alasan Natha tidak datang menemuinya semalam.


"Oh ini." Natha memegang pipinya, "Ini alasanku kenapa semalam aku tidak bisa menemuimu. Aku kecelakaan dan aku tidak ingin memberitahukanmu sebab kemarin kau saja sudah mendapat luka serius dari orang suruhanku," jawab Natha sambil tersenyum manis.


Fidelya rasanya ingin pingsan. Apa yang ia pikirkan ternyata benar adanya. Ia memang sudah salah melangkah dan mengambil keputusan. Dia asyik membuat penyatuan dengan Dicky dan ternyata kekasihnya a.k.a orang yang sangat ia cintai itu ternyata sedang mengalami kecelakaan dan ia bahkan berpikiran negatif pada Natha hingga ia mengambil keputusan sebesar itu karena kesal pada Natha yang mengabaikannya dan tidak memberi kabar sama sekali.


"Nath, maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kau mengalami kecelakaan. Aku semalam menunggumu di kafe dan aku --"


"Dan kau bertemu dengannya lalu kalian saling menyatakan cinta?" sambar Natha.


Fidelya gelagapan, ia ingin mengangguk tetapi tidak ingin membuat Natha marah. "Dia sahabatku sejak dulu Natha. Maafkan aku, aku juga sangat mencintaimu. Aku pikir kau tidak pernah mencintaiku Nath. Kau selalu terlihat biasa saja padaku. Tidak pernah kau menatapku seperti menatap Audriana," ungkap Fidelya, ia mengeluarkan apa yang selama ini ia pendam.


Natha tersenyum miris, apa yang Fidelya katakan memang benar dan ubi memang kesalahannya. Fidelya tidak salah jika mencari cinta yang lain karena ia memang selama ini tidak mencintai Fidelya dan hanya memanfaatkan saja wanita itu yang selalu pasrah padanya dan terlihat sangat menggilainya.


"Tidak apa Lya, mungkin aku yang salah karena aku terlambat menyadari perasaanku dan waktuku pun juga terlambat. Aku harap kau bahagia dengannya dan tidak akan sakit hati seperti aku yang selalu membuatmu kecewa. Aku tahu dia sangat mencintaimu, terbukti dengan dia yang datang melamarmu dan aku ini hanyalah seorang pengecut. Semoga kalian bahagia," ucap Natha kemudian ia bergegas pergi namun lagi-lagi Fidelya menahannya.

__ADS_1


Dengan cepat wanita itu menghambur memeluk Natha. Ia tidak bisa bohong jika ia mencintai Natha. Sangat mencintainya malah.


"Lya!" panggil Dicky yang membuat Fidelya tersadar jika Dicky ada bersamanya.


__ADS_2