OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 181


__ADS_3

Sheila mondar-mandir di depan ruang ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Sejak kemarin ia menanti kabar tentang Ferdinand tetapi ia belum mendapatkan kabar sama sekali dari Audriana. Ia merasa ada yang tidak benar di sini, hati kecilnya mengatakan ada sesuatu yang terjadi pada Ferdinand tetapi entah itu apa. Ia pun tidak bisa menjelaskannya.


Tidak biasanya Ferdinand meninggalkannya tanpa kabar seperti ini semenjak mereka bertemu kembali dan Ferdinand meminta restu dari ibunya. Sheila hanya bisa berdoa semoga Ferdinand selalu baik-baik saja walaupun tidak dengan perasaannya.


Gadis itu termasuk ke dalam ruangan, sebelumnya ia menarik napas dalam-dalam dan begitu banyak kemudian ia menghembuskannya secara perlahan, berharap setelah itu ia akan merasa tenang dan bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi ini dengan baik dan mendapatkan nilai terbaik pula.


Sementara itu saat ini keadaan Ferdinand semakin buruk saja. Ia sudah tidak lagi diikat di kursi melainkan posisinya saat ini berdiri dengan tangannya terus terarah ke atas karena diikat. Itu semua terjadi karena ia sempat melarikan diri akan tetapi ia ketahuan dan akhirnya mereka memperlakukannya seperti ini.


Bau amis darah tercium dari tubuh Ferdinand, bagaimana tidak, ia dipukuli dan dicambuki oleh orang-orang Bastian. Tanpa ampun mereka menghajar dan ketika ia pingsan mereka kembali mengguyur dengan air hingga Ferdiand kembali sadar dan mereka lalu menyiksanya kembali. Bahkan luka-luka yang masih basah dan baru itu mereka siramin dengan air garam hingga Ferdinand mengerang kesakitan.


Baru setelah mereka puas ketika Ferdinand pingsan dan meskipun mereka guyurkan air, ia tidak bangun lagi. Sebenarnya Ferdinand tidak benar-benar pingsan, ia hanya menahan sekuat mungkin untuk tidak bangun. Tubuhnya sudah terasa sakit dan hampir mati rasa. Ia hanya ingin tetap bertahan ia yakin sebentar lagi kakaknya dan para anak buah mereka akan menemukan keberadaannya.


Gavriel sendiri pagi tadi sudah meminta izin pada Audri dan anaknya untuk tugas di luar kota. Ia tidak ingin memberitahu kepada Audriana yang sebenarnya karena Audri pasti akan sangat cemas.


Bersama dengan Troy dan anak buahnya, mereka pergi menuju ke lokasi di mana terakhir kali ponsel Ferdinand bisa dilacak dan mereka juga mendapati CCTV jalan di mana mobil Ferdinand terakhir kali ditemukan, namun kini mobil tersebut sudah tidak berada di tempatnya lagi setelah mereka meminta seseorang untuk mengeceknya.


Baru saja mereka sampai di kafe tersebut seseorang dari anak buah mereka menghubungi Troy.


"Katakan ada apa?" tanya Troy langsung.


"Markas kami di serang, Tuan, dan mereka membawa banyak anak buah. Sepertinya mereka dari kelompok Scorpion, karena saya sempat melihat lambang kalajengking di setiap lengan mereka. Senjata di tempat ini mereka rampas dan juga banyak anak buah yang tewas. Saya tidak bermaksud melarikan diri, akan tetapi saya baru saja tiba dan kekacauan sudah terjadi."


Troy mengusap wajahnya dengan begitu kasar, sepertinya memang ini adalah sebuah konspirasi dan bagaimana mungkin kelompok yang memiliki lambang kalajengking tersebut sampai menyerang mereka, padahal selama ini mereka tidak pernah berselisih ataupun saling berebut wilayah kekuasaan.


"Baiklah, tolong hubungi orang-orang di markas lain untuk membantu di markas kalian. Kami tidak bisa datang saat ini karena ada urusan yang sangat penting, kamu tahu 'kan tuan Ferdinand menghilang? Jadi sebisa mungkin kalian harus tetap siaga karena mungkin saja serangan bertubi-tubi itu akan terjadi dan peringatkan untuk markas yang lainnya agar mereka tetap waspada dan selalu berjaga!" perintah Troy.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Tanpa perlu bertanya tapi langsung menjelaskan kepada Gavriel duduk perkaranya. Gavriel benar-benar yakin ini adalah sebuah konspirasi, mereka tidak pernah berselisih dengan kelompok Scorpion dan kini tiba-tiba mereka mendadak menyerang salah satu markas mereka.


"Apakah mungkin Ferdinand berada di tangan mereka? Apakah anak itu sudah menyinggung kelompok Scorpion? Kita harus bisa segera menemukan keberadaan Ferdinand dan minta anak buah yang lainnya untuk terus waspada karena sepertinya akan terjadi serangan yang tak terduga pada hari ini dan mungkin malam hari ataupun besok, kita tidak akan tahu," titah Gavriel yang dalam hatinya ia terus teringat akan anak dan istrinya.


'Adrian pasti bisa menjaga mereka,' gumam Gavriel dalam hati.


Setelah itu Troy melakukan perintah Gavriel dengan menghubungi beberapa markas penting milik mereka dan juga tak lupa ia menghubungi langsung para anak buahnya yang berada di luar negeri untuk segera datang berjaga-jaga sebab kekuasaan kelompok Scorpion tersebut hampir sama besarnya dengan pemilik kelompok Mazeen.


Perjalanan mereka dilanjutkan karena mereka tidak menemukan jejak apapun di sekitar sini dan mereka harus bisa menemukan petunjuk di tempat terakhir kalinya ditemukan mobil milik Ferdinand.


"Lebih cepat lagi Troy," perintah Gavriel yang sudah sangat tidak sabar. Jika seandainya yang ia pikirkan benar adanya, maka mungkin saja saat ini adiknya itu dalm bahaya dan juga mungkin dalam keadaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Gavriel sangat takut memikirkan hal tersebut karena walau bagaimanapun juga ia hanya memiliki Ferdinand di dunia ini sebagai saudara kandungnya. Mereka sudah kehilangan kedua orang tua dan tidak memiliki sanak saudara lagi karena masing-masing dari orang tua mereka adalah anak tunggal.


Mengerti dengan kegelisahan tuannya, Troy membawa mobil dengan begitu gila. Ia bahkan mampu menyalip setiap kendaraan yang berada di depannya meskipun itu dalam keadaan hampir rapat. Tidak terjadi kecelakaan lalu lintas sama sekali, hanya saja mereka menerima banyak umpatan dari pengendara sebab mereka membuat para pengendara lain harus terkejut dan hampir saja kecelakaan.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat tersebut yang ternyata memang benar tempat ini begitu sepi, dan bagaimana bisa Ferdinand menghilang di tempat ini jika tidak ada seseorang yang membawanya pergi?


Semuanya bergerak dengan cepat, ada yang memanjat bukit, ada da pula yang turun ke jurang untuk menemukan keberadaan Ferdinand yang mungkin saja jatuh terperosok ke bawah sana. Tidak ada yang diam saja begitupun dengan Gavriel yang tidak ingin hanya menerima kabar dari anak buahnya, ia pun turut ikut mencari hingga turun ke dasar jurang yang tidak begitu dalam.


Tidak ada tanda-tanda mobil yang jatuh ke jurang, lagi pula pembatas jalan pun masih dalam keadaan baik-baik saja. Sepanjang mereka melewati bukit tersebut pun hingga berada di ujung tidak ada tanda-tanda pernah terjadi kecelakaan lalu lintas.


Dari sisi yang berbeda seseorang tengah mengamati mereka kemudian ia menghubungi seseorang yang ia panggil dengan sebutan 'Bos'.


"Rencana Anda sungguh luar biasa! Mereka bahkan sampai di tempat ini untuk mencari keberadaan Ferdinand," ucapnya sambil matanya menatap ke arah banyaknya anggota Gavriel yang baru saja naik setelah mencari sesuatu yang tidak mereka temukan di dasar jurang.


Bastian tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini ia merasa begitu bahagia karena berhasil mengelabui Gavriel Mazeen. Memang benar mereka terakhir kali memarkirkan mobil milik Ferdinand di tempat itu, akan tetapi bukan di situ lokasi di mana Ferdinand diculik oleh Farah dan Hans melainkan di tempat yang sudah mereka lewati sebelumnya. Hanya saja karena Bastian yakin kemampuan IT kelompok Mazeen itu sangat bisa diandalkan, akhirnya Bastian memutuskan untuk mengubah rencana dan membiarkan mereka dibodohi olehnya.


"Terus awasi mereka dan laporkan apa saja yang mereka temukan juga apa saja yang terjadi kepada mereka, dan ingat selalu jaga jarak agar mereka tidak mengetahui keberadaanmu," perintah Bastian kemudian ia mengakhiri sambungan telepon tersebut.

__ADS_1


Bastian kemudian menyesap anggur yang ada di gelasnya, kali ini ia benar-benar merasa sangat bahagia karena rencananya berjalan dengan sangat lancar. Ia yakin sekali ia mampu membalas semua perlakuan Gavriel terhadapnya.


Baatian hanya ingin meminta kerjasama walaupun dalam kerjasama itu ia memiliki maksud terselubung yang sangat jahat, akan tetapi Gavriel sendiri tidak mengindahkannya dan justru malah menyerang markasnya, walaupun sebenarnya ia mengakui mereka sudah melakukan cara kotor dengan menculik anggota keluarga dari salah satu anak buah Gavriel waktu itu, akan tetapi ia tidak membenarkan hal tersebut walaupun pada kenyataannya ia memang salah.


"Sebentar lagi kelompok Mazeen akan hancur! Aku sudah mengambil satu jantung mereka, setelah ini Gavriel harus bersiap karena aku akan mengambil satu lagi jantung miliknya yaitu putrinya. Dia harus merasakan kehilangan hingga akhirnya ia bertekuk lutut di kakiku ... harusnya dia tidak melawan dan harusnya dia menuruti saja agar semuanya tidak terjadi. Dipikirnya koneksiku itu terlalu sempit, dia tidak tahu kalau sebenarnya aku ini adalah kelompok Scorpion. Hahaha ...."


Bastian kembali menyesap minuman miliknya kemudian ia menghubungi anak buahnya lagi untuk menanyakan sejauh mana pergerakan mereka dalam misi yang baru saja ia berikan.


Dari tempat di mana anak buahnya itu tengah mengamati target selanjutnya, mereka mengabarkan bahwa saat ini situasi belum memungkinkan untuk membawa lari putri kecil milik Gavriel. Ada banyak penjagaan dan juga mereka berada di keramaian. Bastian sendiri mengatakan mereka tidak boleh gegabah karena jika salah melangkah sedikit saja mereka yang akan tamat riwayatnya.


Di tempat anak buah Bastian yang saat ini tengah mengamati calon target mereka memanglah sangat ramai, karena Adrian membawa Gea dan Devan ke panti asuhan tempat mereka biasa berdonasi dan hari ini adalah jadwal pemberian donasi kepada salah satu panti asuhan yang dulu didirikan oleh kedua orang tua Adrian dan Audriana. Oleh sebab itu, mereka berkumpul di tempat ini dan tak lupa Adrian juga menyediakan banyak penjagaan untuk Gea.


Mata elang milik Adrian terus saja mengawasi setiap sudut di mana ia bisa merasakan adanya tanda-tanda bahaya yang akan mendekat kepada mereka. Adrian memang bukanlah seorang mafia, akan tetapi ia memiliki identitasnya tersendiri yang hanya Gavriel lah yang mengetahuinya sedangkan Audriana dan Devi sama sekali tidak tahu apapun tentangnya.


Ponsel Adrian berdering, sebuah panggilan masuk dari Lefi membuatnya harus mengambil jarak agar tidak diketahui oleh Devi dan Audriana. Gavriel sangat yakin Lefi menghubunginya karena ada masalah yang sangat penting dan tentu saja berhubungan dengan Ferdinand.


"Katakan Lefi, apakah kamu sudah berhasil menemukan sesuatu?" cccar Adrian.


"Saya baru saja mendapat kabar kalau salah satu markas milik kelompok Mazeen diserang oleh kelompok Scorpion secara tiba-tiba dan mungkin saja menghilangnya Ferdinand ini ada campur tangan kelompok Scorpion walaupun dari catatan riwayat antar kelompok mereka sama sekali tidak memiliki perselisihan sedikitpun kecuali mereka yang baru saja meratakan markas milik Bastian Elard. Di sini saya menemukan fakta bahwa Bastian Elard adalah kaki tangan dari ketua kelompok Scorpionzl. Mungkin saja mereka bekerja sama untuk menghancurkan kelompok Mazeen".


Adrian cukup terkejut mendengarnya, ia sendiri tidak tahu jika Gavriel melakukan penyerangan terhadap salah satu kelompok mafia. Tetapi, ia yakin Gavriel tidak melakukannya tanpa alasan yang jelas, pasti ada alasan yang sangat kuat hingga membuatnya melakukan tindakan seperti itu.


"Lantas langkah apa yang harus kita ambil untuk membantu mereka, Lefi?" tanya Adrian.


"Kita harus menghubungi seseorang yang bisa membawa kita masuk ke kelompok Scorpion ...," ucap Lefi sedikit ragu.


"Siapa?"

__ADS_1


"Albert."


__ADS_2