OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 193


__ADS_3

Troy berjalan memasuki kediaman keluarga Dameer di mana tuannya berada saat ini. Ia baru saja kembali dari pencariannya untuk menemukan putri kecil Gavriel dan Audriana, tetapi masih nihil, ia belum menemukan apapun.


Tidak ingin Audriana mendengar percakapan mereka, Gavriel pun mengajak Troy untuk berbincang di luar, ia meninggalkan Audriana yang kembali terlelap karena Devi memberikannya obat penenang tetapi dalam dosis yang rendah.


Ketika telah sampai di salah satu kamar tamu, Gavriel dan Troy pun mulai berbincang tentang penyelidikan mereka, di mana kiranya Bastian menyembunyikan putrinya tersebut.


"Tuan, sepertinya kita tidak memiliki cara lain lagi. Mari kita gunakan seluruh kekuatan untuk menelusuri semua tempat, kita bisa melaporkan kepada polisi dan meminta surat izin dari mereka untuk menggeledah setiap tempat," usul Troy.


Gavriel nampak berpikir. Sebenarnya apa yang diucapkan oleh Troy ada benarnya juga, mereka memiliki kekuasaan yang sangat besar hanya untuk menyisir negara ini, tentu mereka akan mampu melakukannya dalam sekejap jika ia mengarahkan seluruh anak buahnya untuk mencari di setiap sudut. Bahkan, di semua tempat yang tidak pernah didatangi oleh siapapun juga.


"Sepertinya kamu benar, Troy. Kita terlalu banyak membuang waktu dengan mengandalkan kemampuan kita saja. Bukankah apa yang ada seharusnya dimanfaatkan," ucap Gavriel mulai menyetujui usul dari Troy yang seharusnya memang mereka melakukan ini sejak awal.


Gavriel melupakan segalanya ketika mendengar adiknya menghilang, lalu tiba-tiba putrinya diculik dan istrinya depresi. Bagaimana lagi Gavriel bisa berpikir jernih, ia sungguh sangat kalut, ia harus bertahan kuat sendirian demi tiga orang yang sangat ia sayang.


"Jika begitu buatlah laporan kehilangan tentang putriku kepada pihak yang berwajib, kemudian mintalah izin kepada mereka untuk kita menggeledah setiap tempat untuk menemukan putriku. Dengan surat izin dari kepolisian maka kita akan bisa menemukannya dengan cepat karena tidak akan ada yang membantah jika kita bermaksud untuk menggeledah rumah atau bangunan milik mereka," titah Gavriel dan Troy segera pergi untuk mengurus apa yang dibutuhkan tuannya tersebut.


Begitu keluar dari ruangan tersebut Gavriel dan Troy berpapasan dengan Adrian, rupanya kakak ipar Gavriel itu sama sekali tidak berangkat ke kantor dan menugaskan Lefi untuk mengerjakan semuanya. Gavriel pun mengatakan kepada Adrian tentang rencananya bersama Troy, tentu saja Adrian langsung menyetujuinya sebab ia juga hendak melakukan hal ini.

__ADS_1


"Kita ini mafia, bahkan banyak yang sangat segan terhadap kita termasuk kelompok-kelompok yang cukup kuat sekalipun. Harusnya kita mengandalkan kekuasaan ini untuk menemukannya, mengapa kita begitu lamban dalam berpikir? Harusnya detik itu juga ketika Gea menghilang kita sudah menemukannya. Akan tetapi, kita terlalu terpaut dengan satu masalah sehingga melumpuhkan pikiran kita," ucap Adrian panjang lebar yang juga mengakui jika dirinya pada saat itu tidak bisa berpikir jernih.


Troy pun berpamitan untuk segera pergi ke kantor polisi, ia tidak ingin membuang waktu lagi karena semakin lama mereka tidak akan tahu seperti apa kondisi Gea saat ini.


Beberapa waktu berlalu hingga Troy mendapatkan surat izin tersebut dan laporan kehilangan anak. Sesungguhnya Gavriel tidak ingin menyerahkan kasus ini kepada kepolisian karena ia tahu siapa yang sudah menculik putrinya. Mereka adalah mafia akan sangat terasa lucu jika mereka meminta bantuan kepada kepolisian untuk mengatasi masalah seperti ini.


Akan tetapi, mereka membutuhkan surat izin ini dan memberikan keterangan tentang kasus hilangnya Gea agar mereka bisa lebih leluasa tanpa ada yang merasa keberatan sama sekali karena sudah ada perintah resmi dari kepolisian.


.....


"Karena kondisinya sudah membaik, nyonya Zivia sudah boleh pulang ke rumah. Oh ya, di mana suaminya? Apakah perlu kami menelpon tuan Troy?"


Beberapa hari tanpa pria itu di sisi Zivia merasa dunianya seakan tidak lengkap, padahal baru sehari ia membiasakan diri dengan keberadaan Troy, akan tetapi pria itu kembali menghilang tanpa memberikan jejak ataupun kabar sedikitpun kepadanya.


"Tidak perlu suster. Dia sedang sibuk saat ini, lagi pula saya bisa pulang sendiri," tolak Zivia halus.


Tidak mungkin juga jika pria itu bukanlah siapa-siapa untuknya, sebab saat ini ia telah mengandung dan orang-orang pasti akan menanyakan siapa ayahnya dan kebetulan Troy yang membawanya ke rumah sakit ini sehingga mereka tidak perlu bertanya lagi ya mengandung anak siapa Jika dia mengaku tidak memiliki suami atau hubungan apapun dengan Troy.

__ADS_1


"Ya sudah jika begitu, saya akan membantu mengemasi barang-barang Anda dan nanti akan saya temani sampai mendapatkan taksi ... atau Anda boleh meminta suami Anda untuk memesankan taksi agar Anda tidak perlu lagi menunggu?" tawar suster tersebut, ia terlihat begitu ramah terhadap Zivia.


Zivia kembali menggeleng. "Saya tidak menghafal nomor teleponnya, Suster. Saya juga tidak tahu di mana ponsel saya atau ... bagaimana jika Anda saja yang memesankan saya taksi online, apakah tidak merepotkan?"


Suster tersebut menggeleng, ia mengiyakan dengan senang hati permintaan Zivia. Bahkan sampai Zivia sudah berada di depan mobil ia bahkan tetap ditemani oleh suster tersebut.


Setelah masuk ke dalam mobil, Zivia kembali berwajah murung. Ia mendadak teringat akan Troy, jika saja suster dan dokter tidak menyinggung masalah itu, ia pasti tidak akan teringat lagi pada lelaki itu.


'Aku benci mengakuinya tetapi ternyata aku punya rasa rindu padanya. Setelah malam itu dia memelukku, aku langsung merasa seperti pernah menjalin hubungan dengannya padahal itu sangat mustahil,' gumam Zivia dalam hati.


Zivia berusaha menghapus bayang-bayang Troy, rasanya sangat sakit jika ia kembali berharap pada seorang pria. Ia tidak ingin lagi menghancurkan hatinya, sekarang akan lebih baik jika ia fokus pada dirinya sendiri serta bayi dalam kandungannya.


'Aku adalah si antagonis, mungkin inilah hukuman untuk diriku. Tapi ... sejauh ini aku tidak pernah berbuat lebih selain memintanya dengan cara baik-baik, apakah hal itu juga dikenakan hukum karma?'


Berbeda halnya dengan Zivia yang sedang merenung di dalam taksi, Troy justru berharap bisa bertemu dengan Zivia kembali, hanya saja musibah ini membuatnya tak bisa bersantai,


Troy mulai berpikir ia akan menyiapkan sebuah tempat untuk bayi di dalam kandungan Zivia. Ia masih bingung apakah menikahi Zivia akan lebih baik atau ia mengambil alih saja anak dalam kandunh Zivia. Namun, ia kembali tersadar jika memisahkan ibu dari anaknya itu salah satu perbuatan buruk, ia mana mungkin melakukannya.

__ADS_1


"Sebaiknya sebelum kembali bertemu tuan Gavriel, aku harus menemui Zivia agar dia tidak salah paham dengan aku yang menghilang beberapa waktu," ucap Troy dengan diakhiri senyuman indah di bibirnya.


__ADS_2