
Acara lamaran malam ini berlangsung dengan begitu lancar. Gavriel tadinya ingin memberikan kata-kata romantis seperti dulu. Akan tetapi wanita beranak satu itu mengatakan jika ia tidak ingin ada hal-hal yang berlebihan lagi. Bahkan Audriana sempat berdebat dengan Gavriel perihal perayaan pesta pernikahan mereka.
Audriana tidak benar-benar menginginkan pernikahan yang mewah dan menggemparkan dunia karena mereka adalah dua pebisnis hebat dan sukses. Ia hanya ingin sah dimana agama dan hukum, sebab ia merasa malu baru menikah ketika mereka sudah memiliki Gea.
Namun sayang, Audriana harus mengalah karena baik Gavriel maupun Adrian sama-sama bersikeras untuk menggelar pesta dengan mengatakan bahwa ini adalah sekali seumur hidup dan Adrian ingin memberikan yang terbaik untuk adiknya dan pernikahan yang paling berkesan serta tiada duanya di dunia ini.
Mau tidak mau Audriana mengalah saja dan ia yakin pengaturan dari kakaknya akan lebih baik. Ia percaya bahwa semua ini adalah wujud cinta kasih dari sang kakak dan juga calon suaminya.
"Tugasmu hanya menanti kapan acara kalian akan diadakan. Semua hal jangan menjadi beban pikiranmu karena aku yang akan mengurusnya," ucap Gavriel begitu antusias.
__ADS_1
Bagaimana tidak, pria ini akan menikah dengan wanita pujaan hatinya a.k.a wanita yang sudah melahirkan anaknya, tentu saja Gavriel sangat bersemangat untuk mengadakan pesta dan juga rancangan dekorasinya.
"Jadi Minggu depan adalah pernikahan kalian. Mulai sekarang tentukan siapa semua yang akan kalian berikan undangan dan Gavriel, kau harus bekerja keras untuk mengurus persiapan pernikahan kalian. Kita akan bekerja sama dan biarkan para wanita menonton bagaimana kehebatan kita merancang semuanya," ucap Adrian.
Audriana kaget tapi tidak jadi kaget karena pasti Gavriel sangat ingin pernikahan mereka dipercepat. Ia juga ingin segera menikah, bukan karena ngebet nikah, akan tetapi ia bosan terus didatangi Gavriel yang menanyakan kapan mereka akan terikat ikatan yang suci.
"Benar sekali, kita akan menonton kehebatan mereka menyiapkan segala hal tentang pernikahan kalian. Jangan minta bantuan kami jika ada kesulitan," timpal Devi.
Adrian dan Gavriel sama-sama mengangguk dengan sombongnya. Audriana dan Devi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua penguasa kerajaan bisnis di negara ini.
__ADS_1
Acara ditutup dengan mereka yang mengobrol ringan serta menikmati suguhan dari calon pengantin wanita. Audriana pun berpamitan keluar karena ia ingin mencari Gea yang tadi sedang bermain bersama Devan.
Senyum Audriana tergambar di bibirnya ketika melihat Gea sedang bermain bersama Devan dengan ditemani beberapa asisten rumah tangga dan tak jauh dari mereka ada bodyguard.
Audriana hendak kembali ke dalam rumah, namun seseorang datang memanggilnya. Wanita yang sangat Audriana kenali dan cukup membuatnya merasa terusik. Wanita itu berjalan ke arahnya dan ia heran saja karena tidak ada penjaga yang mengawasi kedatangannya.
Walau begitu, Audriana tetap harus menyambut kedatangannya yang mungkin ingin turut menghadiri acara lamarannya. Audriana juga mencari keberadaan Albert akan tetapi pria itu tidak terlihat dan ia juga tidak pernah bertanya kepada Gavriel tentang keberadaan sahabat — musuh — sahabat dari calon suaminya itu.
"Halo Audriana, ternyata benar kau sudah kembali. Bagaimana kabarmu? Aku dengar Gavriel sedang melakukan acara lamaran disini. Apakah kalian akan menikah? Lalu bagaimana dengan aku yang saat ini sedang mengandung anak dari Gavriel?"
__ADS_1