OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA

OUR LOVE STORY TAPI ADA DIA
BAB 129


__ADS_3

Zivia terbangun dengan badan yang terasa sakit semua. Ia memegangi kepalanya dan menatap ruang kamarnya dengan keadaan linglung. Ia seperti seseorang yang baru saja kembali dari tidur panjangnya. Ia bahkan tidak tahu sejak kapan ia tidur dan hari ini adalah hari apa. Mungkin karena efek baru bangun tidur dan masih terbawa alam mimpi, pikirnya.


Zi melangkah turun dari tempat tidur tetapi ia merasa tubuhnya begitu sakit dan seolah ia baru saja bekerja rodi seharian dengan upah tidur entah berapa lama. Ia berjalan tertatih ke arah kamar mandi. Dan betapa terkejutnya Zi ketika ia membuka pakaiannya, di tubuhnya terdapat banyak tanda merah yang ia yakini adalah bekas ciuman.


"Arrgh ... ke-kenapa bisa ada tanda merah sebanyak ini padaku? A-apa yang sudah terjadi? Siapa yang melakukan ini padaku? Apakah aku baru saja diperkosa? Tapi semuanya terlihat baik-baik saja. Aku masih mengenakan pakaian lengkap dan tempat tidurku juga terlihat rapi."


Zi terus bermonolog dengan perasaan was-was sebab ia tidak tahu menahu apa yang terjadi kemarin dan kemarinnya lagi.


"Ah ya, aku tidak mungkin diperkosa. Aku selalu menjaga diriku dengan baik dan ini pasti hanya alergi atau aku digigit serangga. Ya, pasti itu sebabnya. Ta-tapi mengapa aku merasa tubuhku seperti remuk ya?"


Kembali Zi berperang dengan pikirannya. Namun karena ia tidak ingin membuang waktu di kamar mandi, Zi pun segera membersihkan dirinya dan ia berniat memeriksa rumahnya sebab sebenarnya ia masih berpikir jika ia telah diperkosa oleh orang jahat yang mungkin berniat merampok di rumahnya.


Zi masih mengenakan bathrobe saat ia keluar dari kamarnya dan pertama-pertama ia akan memeriksa dulu pintu rumahnya. Dan ia cukup bersyukur karena pintu utama terkunci dan kuncinya jelas ada padanya. Ia kemudian memeriksa ruang nonton yang dibuat menyatu dengan dapur dan disana pun tidak terjadi kekacauan sama seperti ruangan-ruangan lainnya.


"Jika seperti ini, berarti benar aku terkena alergi. Huufftt ... syukurlah," ucap Zi merasa lega. Ia kemudian kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


.

__ADS_1


.


Gavurel memasuki rumah keluarga Dameer sambil mmeprhatiak dan mencoba mencaritahu apa yang tadi ia rasakan dimana ia seolah merasa ada Audriana di rumah ini. Ia mendapati Adrian yang sedang duduk bersantai dengan istri dan anaknya. Gavriel mencari sosok kecil yang sejak kemarin sudah mencuri hatinya tetapi ia tidak menemukannya.


Adrian dan Devi cukup terkejut debyaj kedatangan Gavriel yang sangat mendadak dan untung saja Audriana sudah pergi beberapa saat yang lalu dan kemungkinan mobil Audriana bersisian dengan mobil Gavriel.


"Selamat pagi semua, maaf mengganggu waktu pagi kalian," sapa Gavriel, ia langsung bergabung bersama keluarga kecil itu sambil membayangkan kemungkinan jika Audriana tidak pergi waktu itu maka mereka pasti sudah memiliki anak yang lebih lucu dari milik Adrian.


"Tumben berkunjung. Apa masih karena masalah kemarin?" tanya Adrian yang kini sudah terlihat begitu santai seperti dulu.


Gavriel mengangguk, ia memang datang untuk membahas masalah ua yang kembali kehilangan jejak Audriana. Namun mendadak hidungnya merespon sebuah aorma yang dulunya sangat ia ketahui milik siapa yaitu aroma milik Audriana.


Adrian menggeleng, iau berkata, "Bagaimana dia bisa berada disini sedangkan aku terus memintamu untuk mencarinya," umpat Adrian seperti biasanya. Ia harus bisa melindungi adiknya dan juga karena Audriana sendiri yang berpesan agar Gavriel tidak boleh tahu dimana ia dan bagiamana kabarnya.


Gavriel menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sangat benar baginya ucapan Adrian barusan dan ia pun berjanji akan membawa Audriana kembali ke rumah ini.


.

__ADS_1


.


Jet pribadi yang ditumpangi Audriana sudah sampai di bandara dan kini ia beserta Gea pun langsung saja menuju ke mobil mereka dimana ada Dinand yang menanti kedatangan mereka.


Saat sedang berlari ke arah luar bandara, Gea tak sengaja bertemu dengan seorang pria yang terlihat sangat tampan tetapi sudah sangat dewasa. Ia tersenyum dan berlalu pergi karena takut diomeli setelah tak sengaja menginjak sepatu paman tersebut.


Saat Gea sudah berada di mobil bersama Dinand, Audriana yang berada di belakang tak sengaja melihat sosok yang pernah singgah di hatinya begitu lama. Keduanya sama-sama terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya si pria menyapa lebih dulu.


"Halo Audriana, apa kabar? Sudah begitu lama aku tidak pernah melihatmu," sapa Natha.


Audriana tersenyum tipis, tidak menyangka dari sekian banyaknya makhluk di bandara dan ia justru dipertemukan dengan pria di masa lalunya.


"Oh hai Nath, kabarku baik. Bagiamana denganmu? Aku pikir kau sudah melupakanku setelah kita bertahun-tahun tidak bertemu," balas Audriana menyapa.


Natha menggelengkan kepalanya mendengar ucapan yang dilontarkan Audriana. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah lupa padanya dan ia juga mengatakan jika takut bertemu dengan Audriana lama-lama sebab ultimatum Adrian yang dulu masih begitu melekat di hati dan pikiran Natha. Selama lima tahun ia membesarkan kembali perusahaannya dan kini sudah berjaya, Natha tidak ingin merusak segalanya lagi.


"Jangan memikirkan tentang kakakku. Semua itu tidak benar adanya dan kita masih bisa bertemu dan berbincang seperti ini. Tidak akan ada yang melarang karena aturan dibuat untuk dilanggar, 'bukan?" kelakar Audriana hingga membuat Natha tertawa lepas.

__ADS_1


"Baiklah jika begitu, siapkan buku catatan dosaku karena kemungkinan aku akan selalu bertemu denganmu dan lebih tepatnya aku ingin menjalin hubungan persahabatan denganmu. Tapi apakah itu boleh?" tanya Natha hati-hati.


"Tentu, tentu saja aku mau berteman denganmu," jawab Audriana yang membuat Natha begitu senang luar biasa.


__ADS_2