Overbearing CEO : Petting Cute Wife

Overbearing CEO : Petting Cute Wife
Bab 15 Hilang Untuk Kembali


__ADS_3

Bab 15 Hilang Untuk Kembali


Mobil berhenti didepan gerbang sebuah rumah tua Sanjaya Group, sungai tampak bersinar dibawah cahaya terang bulan.


PUjang Arifa dengan wajah dinginnya membuka pintu mobil, berjalan ke arah kursi belakang untuk mengambil tas-tasnya, satu patah katapun tidak bersuara, bahkan semangatnya juga tidak ada, lalu dia melangkah lebar berjalan masuk rumah tua itu.


Rio saputrayang berada didalam mobil masih duduk termenung, menarik nafas dalam-dalam. Menunggu sampai bayangan PUjang Arifa didepan matanya telah menghilang, dia baru berani menapakkan kaki keluar untuk pergi.


Malam semakin larut, orang-orang yang sibuk sehZakiahn juga sudah memasuki ke alam mimpi. Namun di depan gerbang pintu Hetol Bintang, masih terpampang sebuah mobil sport hitam yang masih belum pergi juga.


Kedua mata Nicholas, menatap tajam kearah depan gerbang pintu hotel, seorang laki-laki terlihat sedang mengepalkan tangannya, lalu sesekali menurunkannya.


Benar-benar seperti melihat hantu! Jelas-jelas dia melihatnya masuk, namun apakah benar memerlukan waktu yang lama hanya untuk pergi makan saja?


Hari itu Abdul Qodirmerasa setengah hati juga merasa dirinya mungkin sedang frustasi, bagaimana dia bisa sampai seperti itu yang rela menunggu orang yang tidak dikenalnya, bahkan nama wanita itu saja juga dia tidak tahu.


Melewati perjumpaan barusan, dia samar-samar merasakan, pesona wanita tersebut sepertinya merupakan wanita yang telah memberikannya gairah yang tidak terbatas pada lima tahun lalu. Meskipun keesokan harinya dia sudah pergi, dan karena juga semalaman telah bergadang, anak gadisnya juga masih tertidur, diapun baru menyadari sehingga dengan penuh perhatian dan seksama melihat jelas wajah putrinya.


Setelah sekian lama, namun bayangan makhluk aneh tersebut telah berakar begitu dalam diingatannya yang tidak kunjung pergi juga. Perasaan hilang yang kembali belum juga sepenuhnya pulih, dan sekarang malah makhluk aneh itu tanpa diduga juga lenyap dari dunianya.


Mati saja!


Apakah wanita tersebut dilahirkan hanya untuk menyiksa dia?


Abdul Qodirmerasa harga dirinya begitu hancur, kemudian memperhatikan dengan seksama sampai tutupnya hotel, lalu dia menginjak pedal gas, meninggalkan parkiran Hetol Bintang … ….


Hari berikutnya, Sanjaya Group.


Pintu lift untuk President di Gedung Sanjaya Group baru saja terbuka, sekelompok orang dari Sanjaya Group telah menunggu lama. Tidak begitu lama muncul seorang pria yang bersetelan jas dengan menganggukkan kepala untuk menyapa dengan hormat.

__ADS_1


Jas milik Abdul Qodiradalah rancangan buatan dari Itali, lalu dia muncul dengan kelembutannya yang mengangguk pada semua bawahan dan berjalan keluar dari lift dengan langkah mantap.


Laki-laki itu keluar berjalan dari lift dan melangkah dengan tenang. Tim di belakang segera mengikuti langkahnya, dan mulai melaporkan pekerjaannya hari ini.


Yang pertama melangkah keluar adalah Damiri, kepala sekretaris dari Nicholas. Terlihat dia berjalan berdampingan dengan Nicholas, memegang dokumen di tangannya, mengatakan,"President, perjalanan Anda hari ini adalah sebagai berikut… …"


Setelah laporan selesai, dia mengangkat sedikit alisnya, sambil memandang ketampanan wajah Atasannya yang juga berperawakan tinggi, lalu menunggu perintah berikut atasannya.


Sampai Abdul Qodirmenganggukan kepala, dia baru melangkah mundur untuk pergi.


Abdul Qodirmemasukkan satu tangan ke dalam saku celana, satu tangan ke belakang, lalu menjentikkan jarinya hingga berbunyi. Tampaknya dunia benar-benar memandang wajah, selama wajah itu terlihat bagus, sesekali tidak memperlihatkan ekspresi senonoh dan keseriusan, itu juga menawan dan seksi.


Direktur Perencanaan melangkah maju dan berkata,"President, bulan lalu perusahaan periklanan kita telah kehilangan kontrak, dan setelah Anda mengetahui tentang perubahan modelnya, lalu segeralah Anda membatalkan kontrak. Hari ini model tersebut datang ke perusahaan dan dia mengatakan ingin bertemu dengan Anda secara langsung, juga ingin meminta Sanjaya Group untuk memberikan kompensasi atas kerugian biaya tenaga kerjanya."


Alis Abdul Qodirsedikit mengeras, menunjukkan sedikit ketidaksenangan.


Sebenarnya, ini hanyalah masalah sepele. Abdul Qodirbukan orang pelit yang menyimpan kekayaannya. Selama orang tersebut mengajukan kepada orang dibagian departemen keuangan, maka jumlah yang akan diberikan kepadanya tidak akan kurang sedikitpun. Namun dia datang ke perusahaan untuk membuat keributan, hal demikian jelas tidak terlalu dipandang di mata Sanjaya Group, apalagi dianggap serius oleh Nicholas.


"Jika wanita tersebut datang lagi, kamu katakan apa yang telah saya katakan dan tanyakan padanya apakah dia tidak ingin bertahan di jalan ini."


"Iya." jawab Direktur Perencanaan memahaminya dan mengangguk.


Saat itu, langkah cepat kaki Abdul Qodirsudah hampir mendekati pintu kantor President. Disamping itu, seorang karyawan mengambil langkah maju dan sambil memegang beberapa dokumen di tangannya, dokumen-dokumen tersebut sangat membutuhkan tanda tangan dari Kepala Eksekutif Sanjaya Group.


"President, ini adalah kontrak kerjasama mengenai pembahasan Proyek Pulau tidung . Anda perlu melihat dan menandatanganinya."


Karyawannya mulai menyebarkan beberapa materi-materi, Abdul Qodirsambil menunggu santai, dengan tangan yang besar membolak-balikan materi lainnya, hanya hitungan beberapa detik, dengan mata setajam rajawali dia telah memahami perkiraan dari materi-materi tersebut. Lalu dia mengambil pena emas dari saku bagian atas jasnya, lalu menandatangani namanya pada dokumen-dokumen tersebut.


Terdengar langkah kaki datang kearah pintu kantor President, lalu laki-laki tersebut berdiri di luar, namun tidak tergesa-gesa untuk membuka pintu.

__ADS_1


Asisten khususnya yang bernamaPak Hadi melangkah maju dan membuka pintu.


Abdul Qodirmenunjukkan ekspresi kepuasan dan berkata,"Jika tidak ada hal lain lagi, saya ingin menenangkan diri sendirian."


Para karyawannya mendengarkan perkatannya, mengangguk dan mundur.


Abdul Qodirkemudian melangkah dengan kakinya yang panjang dan berjalan masuk ke kantor.


Meskipun laki-laki itu sama seperti biasanya, namun hanya asisten khususnya Pak Hadi yang dapat merasakan bahwa kondisi mental President hari itu sangat tidak baik, seolah-olah kemarin malam dia masih belum cukup tidur.


Dia mengikuti Abdul Qodirdari belakang masuk ke kantor dan mengunci pintu.


Ketika Abdul Qodirmemasuki pintu, dia menjatuhkan jasnya dengan cepat, kemudian Pak Hadi mengambilnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, lalu menggantungnya dengan gantungan yang berkualitas bagus, dan meletakkannya didalam lemari.


Abdul Qodirmelonggarkan dasinya, Pak Hadi maju selangkah dan menyerahkan setumpuk dokumen di tangannya, lalu berkata,"Ini adalah daftar pelamar-pelamar yang diajukan oleh SDM yang akan  melamar posisi sebagai penerjemah. Silahkan dilihat."


Alis laki-laki tersebut sedikit terangkat, lalu dia menepi di kursi eksekutif, berkata"Hal-hal kecil seperti ini seharusnya kamu dapat menanganinya sendiri. Tidak perlu semuanya kamu laporkan kepada saya."


Dalam perkataannya, sepertinya ada sedikit kekesalan.


"Iya." Pak Hadi mengangguk.


Saat itu Abdul Qodirtelah duduk di kursi eksekutif, dan mulai mempersiapkan dirinya untuk bekerja pada hari pertamanya. Lalu dia memikirkan kembali dan berkata,"Lupakan saja, aku akan memeriksanya."


Dia berharap agar karyawan-karyawan yang direkrut masuk oleh perusahaan tersebut mereka semua memiliki kualifikasi-kualifikasi yang baik dalam pelaksanaan pekerjaannya. Ada beberapa hal,  Abdul Qodirmemang tidak perlu banyak mempertanyakan. Namun dalam proses perekrutan Sanjaya Group ada baiknya dia juga ikut melakukannya sendiri dalam penyaringan tersebut.


Abdul Qodirmengambil dokumen dari tangan Pak Hadi dan melemparkannya ke meja kayu.


Seperti biasanya, Pak Hadi meninggalkan kantor setelah menyeduh secangkir kopi untuk President.

__ADS_1


Abdul Qodirmenyeruput secangkir kopi beraroma tersebut, dengan mata hitam pekat laki-laki tersebut melirik santai kearah dokumen-dokumen riwayat pelamar yang sebelumnya telah dilemparkannya, salah satunya menunjukkan tampilan-tampilan dari foto-foto para pelamar.


Dalam foto tersebut, sekilas terpampang foto seorang wanita yang lembut dengan wajah kecil yang cantik yang menjadi perhatiannya.


__ADS_2